Kompas.com - 08/07/2021, 16:01 WIB

Lambat laun, alveoli yang terinfeksi virus akan kolaps seiring menurunnya fungsi paru dan kekurangan oksigen dalam darah. Di waktu yang bersamaan, cedera ini menyebabkan peradangan akut.

Kombinasi antara peradangan akut ditambah kadar oksigen rendah ini bisa berdampak fatal karena memicu kegagalan organ.

ARDS pada pengidap Covid-19 berat biasanya muncul selang delapan hari setelah gejala awal.

Beberapa faktor risiko bisa meningkatkan peluang penderita Covid-19 terkena ARDS. Di antaranya usia sepuh, diabetes, dan tekanan darah tinggi.

Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Saturasi Oksigen Penderita Covid-19 dengan Proning

Gejala ARDS

Tanda atau gejala ARDS bisa beragam, tergantung penyebab mendasar dan tingkat keparahannya. Beberapa gejala ARDS yang jamak dialami yakni:

  • Sesak napas parah
  • Sangat susah bernapas dengan normal
  • Kadar oksigen rendah
  • Tekanan darah menurun
  • Kebingungan
  • Kelelahan akut
  • Pusing akut
  • Keringat berlebih
  • Detak jantung cepat
  • Ujung jari, bibir dan sebagian kulit kebiruan

ARDS yang terlambat ditangani bisa berdampak fatal. Orang yang mengalami gejala ARDS mendesak diberikan pertolongan medis di rumah sakit.

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Kekurangan Oksigen dalam Darah

Penyebab ARDS, tak hanya Covid-19

ARDS dapat terjadi ketika cairan bocor dari pembuluh darah terkecil di paru-paru menuju ke kantung udara paru-paru. Penyebab ARDS bisa beragam, antara lain:

  • Sepsis atau infeksi aliran darah yang serius dan meluas
  • Menghirup zat berbahaya dalam konsentrasi tinggi
  • Pneumonia berat
  • Cedera parah pada kepala atau dada, misalkan karena kecelakaan
  • Radang pankreas
  • Transfusi darah yang masif
  • Komplikasi luka bakar
  • Overdosis obat
  • Infeksi virus corona atau Covid-19

Dokter biasanya akan mendiagnosis ARDS dengan mengevaluasi riwayat kesehatan pasien, melakukan pemeriksaan fisik, dan merekomendasikan sejumlah tes diagnostik.

Baca juga: 13 Tanda Tubuh Kekurangan Oksigen yang Pantang Disepelekan

Cara mengatasi ARDS

Perawatan untuk mengatasi ARDS fokus utamanya untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah serta mengobati akar penyebab penyakit, seperti:

  • Terapi oksigen dengan alat bantu pernapasan seperti ventilator
  • Pemberian obat untuk mengatasi gejala ARDS
  • Terapi dengan teknik proning

Apabila cara mengatasi ARDS tersebut tidak signifikan meningkatkan kadar oksigen, dokter biasanya merekomendasikan penggunaan alat bantu penunjang fungsi paru sampai jantung.

Baca juga: Berapa Kadar Oksigen dalam Darah yang Normal?

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.