Kompas.com - 19/07/2021, 16:31 WIB

Melansir Mayo Clinic, kondisi ini dapat membuat organ dan jaringan Anda kekurangan oksigen dan bisa menyebabkan tanda dan gejala terkait takikardia berikut:

  1. Sesak napas
  2. Pusing
  3. Denyut nadi cepat
  4. Palpitasi jantung, yakni kondisi di mana seseorang merasakan kerja jantung yang kuat, cepat, atau tidak teratur. Biasanya penderita merasa tidak nyaman dengan timbulnya palpitasi
  5. Nyeri dada
  6. Pingsan (sinkop)

Dalam kasus ekstrim, takikardia memang bisa menyebabkan penderita tidak sadarkan diri atau mengalami serangan jantung.

Baca juga: 9 Gejala Serangan Jantung yang Harus Diwaspadai

Tapi di sisi lain, ada kemungkinan beberapa orang dengan takikardia malah tidak memiliki gejala sama sekali.

Kondisi ini baru ditemukan selama pemeriksaan fisik atau dengan tes pemantauan jantung yang disebut elektrokardiogram.

Kapan harus ke dokter?

Sejumlah kondisi dapat menyebabkan detak jantung yang cepat dan gejala takikardia.

Sangat penting untuk mendapatkan diagnosis yang cepat, akurat, dan perawatan yang tepat.

Gejala serangan jantung saat tidur, seperti nyeri dada dan muncul keringat dingin penting dikenali untuk dapat dikonsultasikan segera dengan dokter.

Sebaiknya temui dokter jika Anda atau anak Anda memiliki gejala takikardia.

Jika Anda pingsan, mengalami kesulitan bernapas atau mengalami nyeri dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit, dapatkan hubungi nomor darut medis terdekat.

Carilah perawatan darurat untuk siapa pun yang mengalami gejala-gejala takikardia.

Melansir WebMD, ada sejumlah tes yang bisa dilakukan dokter untuk mendukung diagnosis takikardia.

Ini mungkin termasuk:

  • Elektrokardiogram (EKG) untuk merekam aktivitas listrik di jantung Anda dan membantu dokter mencari hal-hal yang tidak terlihat normal. Anda mungkin harus memakai monitor holter, mesin portabel yang merekam sinyal EKG Anda selama 24 jam
  • Stress test, di mana dokter akan meminta Anda berjalan di atas treadmill sementara mereka memantau aktivitas jantung Anda
  • Magnetic source imaging (MSI) untuk mengukur medan magnet otot jantung dan mencari kelemahannya.

Setelah mendapatkan hasil tes, dokter akan memutuskan pengobatan terbaik untuk pasien.

Baca juga: Cara Hitung Denyut Nadi Saat Olahraga untuk Cegah Serangan Jantung

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.