Kompas.com - 21/07/2021, 19:30 WIB

Perbedaan ini kemungkinan besar disebabkan oleh fase tidur ketika teror malam terjadi.

Mimpi buruk cenderung terjadi selama tidur gerakan mata cepat (REM), menjelang akhir tidur malam.

Baca juga: 7 Gejala Sleep Apnea pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Sebaliknya, teror malam terjadi selama sepertiga pertama malam selama tidur lebih dalam, juga dikenal sebagai tidur gelombang lambat atau tidur non-REM.

Gejala teror malam yang muncul adalah sebagai berikut.
berteriak

  • duduk di tempat tidur atau berjalan sambil tidur
  • menendang dan meronta-ronta anggota badan
  • napas berat, denyut nadi berpacu, dan berkeringat banyak
  • pupil melebar dan tonus otot meningkat
  • susah dibangunkan
  • kebingungan saat bangun
  • menatap dengan mata terbelalak, seolah terjaga, tetapi tidak menanggapi rangsangan
  • perilaku agresif, terutama pada orang dewasa)
  • tidak mengingat peristiwa

Jika orang tersebut mengingat mimpinya, itu mungkin akan melibatkan sesuatu yang sangat menakutkan bagi mereka.

Penyebab teror malam

Sejumlah faktor dapat berkontribusi pada teror malam, yakni sebagai berikut.

  • demam, terutama pada anak-anak
  • stres
  • kurang tidur
  • cahaya atau kebisingan
  • kandung kemih yang terlalu penuh
  • menghabiskan malam di tempat yang asing
  • faktor genetik
  • sakit kepala migrain
  • stres fisik atau emosional
  • penggunaan atau penyalahgunaan beberapa obat atau alkohol

Pada tahun 2014, sebuah penelitian terhadap hampir 7.000 anak berusia 8 hingga 10 tahun, dengan tindak lanjut sekitar usia 13 tahun, menunjukkan bahwa mereka yang di-bully mengalami teror malam.

Selain itu, teror malam sering dikaitkan dengan kondisi mendasar lainnya, seperti masalah pernapasan saat tidur, misalnya, sleep apnea, migrain, cedera kepala, sindrom kaki gelisah, dan obat-obatan tertentu.

Baca juga: 7 Cara Sleep Apnea Membahayakan Kesehatan

Sebuah penelitian yang menilai 661 orang dengan penyakit Parkinson berusia 43-89 tahun, melaporkan bahwa 3,9 persen mengalami teror malam.

Selain itu, 17,2 persen mengalami mimpi buruk dan 1,8 persen mengalami tidur sambil berjalan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.