Kompas.com - 09/08/2021, 13:31 WIB

Gangguan tiroid, seperti hipertiroidisme (terlalu banyak hormon tiroid) atau hipotiroidisme (terlalu sedikit hormon tiroid), mungkin sulit dikenali selama kehamilan.

Dari kedua kondisi tersebut, hipotiroidisme lebih sering terjadi dan mempengaruhi sekitar 2 atau 3 dari 100 wanita hamil.

Rambut rontok adalah salah satu gejalanya, bersama dengan kram otot, sembelit, dan kelelahan.

Sekitar 1 dari 20 wanita mungkin juga mengalami masalah tiroid (tiroiditis pascapersalinan) setelah bayi lahir.

Dalam semua kasus, masalah tiroid biasanya didiagnosis dengan tes darah.

Kekurangan zat besi

Kekurangan zat besi terjadi ketika Anda tidak memiliki cukup sel darah merah untuk mendapatkan oksigen ke berbagai jaringan di dalam tubuh.

Kondisi ini dapat menyebabkan penipisan rambut bersama dengan gejala lain, seperti kelelahan, detak jantung tidak teratur, sesak napas saat beraktivitas, dan sakit kepala.

Meskipun kerontokan rambut dengan kondisi ini tidak permanen, rambut Anda mungkin tidak kembali ke ketebalan normal sampai kadar hormon atau vitamin kembali ke kisaran normal.

Baca juga: Kenali Dampak Kanker terhadap Kehamilan

Rambut rontok setelah melahirkan

Banyak wanita mengalami kerontokan rambut dalam beberapa bulan setelah melahirkan, umumnya mencapai puncaknya sekitar empat bulan pascapersalinan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.