Kompas.com - 09/08/2021, 21:00 WIB

2. Kecemasan dan mimpi buruk

Mimpi buruk dan kecemasan umum dapat memicu serangan panik saat tidur, yang dapat menyebabkan berkeringat.

Jika Anda mengalami mimpi buruk yang berulang, terutama jika Anda memiliki gangguan stres pasca-trauma (PTSD), mendapatkan perawatan mungkin dapat membantu Anda mengatasi keluhan keringat malam, termasuk gejala lain yang lebih serius.

Selain itu, anak-anak dapat menjadi berkeringat saat mengalami teror malam.

Gejala lainnya termasuk:

  • Napas dan detak jantung cepat
  • Teriakan
  • Bertingkah kesal

Baca juga: 8 Makanan untuk Meningkatkan Hormon Serotonin, Bikin Mood Lebih baik

3. Pengaruh hormon

Seseorang wanita yang mengalami perimenopause, yakni periode transisi saat akan memasuki masa berakhirnya menstruasi (menopause), mungkin akan mengalami peningkatan insiden hot flashes (perasan panas) saat tidur.

Secara umum, wanita pascamenopause melaporkan kualitas tidur yang lebih buruk daripada wanita premenopause karena insomnia yang disebabkan oleh keringat malam dan hot flashes.

Menariknya, risiko mengembangkan sleep apnea obstruktif dilaporkan akan meningkat secara signifikan pada periode menopause karena hilangnya hormon estrogen dan progesteron.

Oleh karena itu, keringat malam pada wanita lansia dapat terjadi dengan menopause akibat sleep apnea.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.