Kompas.com - 03/09/2021, 22:01 WIB
Ilustrasi pexelsIlustrasi

KOMPAS.com - Sebagian wanita barangkali merasakan, gairah seksualnya cenderung meningkat menjelang haid.

Gairah seksual yang meningkat menjelang haid umumnya sesuatu yang normal dan rutin terjadi setiap bulan.

Peningkatkan libido ini biasanya mulai muncul sekitar dua minggu menjelang haid atau tepat sebelum ovulasi.

Baca juga: 7 Penyebab Gairah Seksual Wanita Menurun dan Cara Meningkatkannya

Penyebab gairah seksual meningkat menjelang haid

Melansir Medical News Today, ada beberapa alasan kenapa gairah seksual wanita meningkat menjelang haid, antara lain:

  • Perubahan hormon estrogen dan testosteron yang meningkat selama ovulasi dapat menyebabkan libido meningkat
  • Produksi cairan di vagina cenderung lebih banyak menjelang haid, sehingga alat kelamin wanita cenderung terlumasi dan wanita lebih gampang terangsang
  • Rasa kembung karena perubahan hormon menjelang haid memberikan tekanan ekstra pada g-spot, sehingga wanita lebih mudah terangsang

Kombinasi beberapa hal di atas, tak ayal membuat gairan seksual wanita cenderung meningkat menjelang haid.

Perlu diingat, gairah seksual meningkat menjelang haid sebenarnya bisa bermanfaat bagi kesehatan.

Baca juga: 5 Cara Alami Meningkatkan Libido yang Sedang Menurun

Orgasme menjelang haid, apa manfaatnya?

Dilansir dari Healthline, wanita biasanya mengalami sindrom pra-menstruasi (PMS) dimulai antara lima sampai 11 hari menjelang haid.

PMS kerap menyebabkan sakit perut, tidak enak badan, sampai migrain yang terkadang membuat badan tidak nyaman.

Nah, bercinta atau mengalami orgasme saat PMS disebut bisa mengurangi gejala nyeri dan rasa tidak nyaman pada tubuh.

Menurut penelitian pada 2013, aktivitas seksual saat PMS terbukti bisa membantu meredakan migrain dan rasa sakit.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.