Kompas.com - 30/09/2021, 11:00 WIB

KOMPAS.com - Ketika anak mengalami demam, orangtua tentu merasa khawatir. Padahal, dokter anak Sarah Klein mengatakan anak yang mengalami demam belum tentu jatuh sakit.

“Banyak orang tua mengira demam disebabkan langsung oleh virus atau bakteri, tetapi sebenarnya itu disebabkan oleh sistem kekebalan anak Anda yang sedang melawan kuman,” katanya.

Kuman tidak menyukai suhu yang lebih tinggi. Karena itu, tubuh akan mengirim hormon untuk meningkatkan panas setiap kali melawan infeksi.

“Demam mungkin tidak terasa ramah, tetapi tidak selalu menjadi musuh Anda,” kata Klein.

Baca juga: Jari Tangan Bengkak

Mitos tentang demam anak

Klein juga mengatakan ada banyak mitos tentang demam anak yang sering membuat orangtua salah kaprah. Berikut mitos tersebut:

1. Semakin tinggi suhu, semakin serius penyakitnya

Faktanya, suhu tinggi dapat mengindikasikan penyakit serius pada remaja dan orang dewasa, tetapi tidak selalu pada anak-anak berusia 12 tahun ke bawah.

Sistem kekebalan anak tidak begitu baik, sehingga menyerang setiap kuman dengan kekuatan penuh.

Karena itu, anak-anak bisa mengalami demam tinggi karena flu biasa sementara orang dewasa biasanya tidak.

“Yang lebih penting daripada angka pada termometer adalah bagaimana anak Anda bertindak,” kata Klein.

Untuk mengatasinya, Klein menyarankan agar orangtua memastikan anak minum banyak cairan cairan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.