Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Kompas.com - 25/10/2021, 11:04 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

KOMPAS.com – Hampir semua orang mungkin pernah bedeham.

Entah itu untuk mendapatkan perhatian orang lain, sebagai kebiasaan saat gugup, atau karena merasa ada sesuatu yang terjebak di tenggorokan.

Adalah normal ketika seseorang hanya berdeham sesekali dan terkontrol.

Baca juga: 13 Penyebab Sering Sendawa, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Ada banyak alasan yang bisa membuat orang-orang menunjukkan bunyi seperti batuk kecil tertahan itu.

Namun, ketika berdeham menjadi terus-menerus dan di luar kendali, penting untuk mencari tahu apa penyebabnya secara pasti.

Berdeham kronis dapat merusak pita suara dan seringkali ada penyebab medis yang mendasarinya.

Mengidentifikasi penyebab sering berdeham ini bisa bermanfaat untuk membantu mencari tahu pengobatan yang paling tepat.

Penyebab sering berdeham

Berdeham kronis bukanlah diagnosis saja, melainkan gejala dari kondisi lain yang mendasarinya.

Berikut adalah beberapa penyebab sering berdeham yang umum terjadi:

1. Refluks asam lambung

Kebanyakan orang yang mengeluhkan berdeham kronis memiliki kelainan berupa refluks laringofaringeal atau laryngopharyngeal reflux (LPR).

Dilansir dari Health Line, LPR disebabkan ketika isi lambung baik asam maupun non-asam  naik ke daerah tenggorokan dan sampai ke kotak suara (laring) sehingga menyebabkan sensasi tidak nyaman yang membuat berdeham.

Baca juga: Beda Refluks Asam Lambung, Heartburn, dan GERD

Kebanyakan orang dengan LPR tidak mengalami gejala lain yang biasanya menyertai refluks asam lambung pada gastroesophageal reflux disease (GERD), seperti heartburn dan gangguan pencernaan.

Perawatan untuk LPR mungkin termasuk pengobatan dan pembedahan dalam beberapa kasus yang parah.

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan mungkin efektif dalam banyak kasus juga.

Berikut beberapa cara mengatasi LPR yang bisa dicoba di rumah:

  • Tinggikan kepala tempat tidur 30 derajat atau lebih
  • Hindari makan atau minum dalam waktu tiga jam setelah berbaring
  • Hindari asupan kafein dan alkohol
  • Hindari makanan pedas, berlemak, dan asam
  • Ikuti diet Mediterania, yang mungkin sama efektifnya dengan obat untuk mengatasi gejala LPR
  • Menurunkan berat badan
  • Mengurangi stres

Baca juga: 9 Penyebab Heartburn di Malam Hari yang Perlu Diwaspadai

2. Drainase postnasal

Penyebab umum lain dari berdaham kronis adalah postnasal drip.

Postnasal drip terjadi ketika tubuh mulai memproduksi lendir ekstra.

Penderita mungkin akan merasakan adanya lendir menetes ke tenggorokan dari bagian belakang hidung.

Gejala postnasal drip lain mungkin termasuk:

  • Batuk yang lebih buruk di malam hari
  • Mual yang dapat disebabkan oleh kelebihan lendir yang masuk ke perut
  • Tenggorokan yang sakit dan gatal
  • Bau mulut

Alergi adalah penyebab postnasal drip yang umum terjadi.

Baca juga: 4 Penyebab Hidung Meler Setelah Makan, Tak Hanya Makanan Pedas

Penyebab lainnya termasuk:

  • Septum yang menyimpang
  • Suhu dingin
  • Infeksi virus yang dapat menyebabkan pilek atau flu
  • Infeksi sinus
  • Kehamilan
  • Perubahan cuaca
  • Udara kering
  • Makan makanan pedas
  • Efek samping obat-obatan tertentu

Perawatan untuk postnasal drip bervariasi tergantung pada penyebabnya.

Misalnya, jika kondisi ini terkait dengan alergi, menghindari alergen atau minum obat dapat menghentikan tetesan lendir.

Perawatan lain untuk postnasal drip mungkin termasuk:

  • Dekongestan yang dijual bebas, seperti pseudoefedrin 
  • Antihistamin, seperti loratadine 
  • Semprotan hidung saline
  • Tidur dengan kepala ditinggikan
  • Tetap terhidrasi
  • Minum cairan hangat

Baca juga: 5 Penyebab Heartburn dan Mual Sering Terjadi yang Perlu Diwaspadai

3. Zenker’s diverticulum

Meski jarang, terkadang kerongkongan memiliki kantong abnormal yang mencegah makanan masuk ke lambung. Kondisi ini dikenal sebagai Zenker’s diverticulum.

Zenker’s diverticulum terkadang menyebabkan isi kantong dan lendir tersangkut di tenggorokan. Alhasil, kondisi ini bisa saja menjadi penyebab sering berdeham pada penderitanya.

Perawatan untuk Zenker’s diverticulum biasanya melibatkan pembedahan.

4. Gangguan tic kronis

Gangguan tic adalah kondisi yang ditandai dengan adanya gerakan atau vokalisasi yang mendadak, cepat, berulang, dan nonritmis.

Melansir Medical News Today, ada beberapa bentuk tic yang umum ditemukan pada penderita gangguan ini.

Bentuk tic motorik yang sering ditemukan, yakni:

  • Menggerak-gerakkan kepala
  • Mengedipkan mata
  • Memutar mata
  • Menyeringai
  • Kedutan pada bahu
  • Kedutan pada badan dan pelvis
  • Menggerakan kaki dan tangan

Baca juga: 14 Penyebab Tremor dan Cara Mengatasinya

Sedangkan bentuk tic vokalis yang paling sering ditemukan adalah:

  • Batuk
  • Berdeham
  • Suara hidung mencium bau
  • Bersiul
  • Dengkuran
  • Menirukan suara binatang
  • Mengucapkan suku kata atau kata-kata tertentu
  • Berteriak

Perawatan gangguan tic pada masing-masing penderita dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan gejala.

Tetapi, secara umum perawatan gangguan tic ini kemungkinan akan melibatkan terapi perilaku dan obat-obatan.

5. Sindrom Tourette

Sindrom Tourette adalah gangguan neurologis yang menyebabkan tic motorik dan tic vokalis. 

Gejala sindrom Tourette mungkin termasuk:

  • Mengedipkan mata
  • Menganggukkan atau menggelengkan kepala
  • Mengangkat bahu
  • Menggerak-gerakkan mulut
  • Menyentuh atau mencium suatu benda
  • Meniru gerakan suatu objek
  • Menekuk atau memutar badan
  • Melangkah dalam pola tertentu
  • Melompat
  • Batuk
  • Berdeham
  • Bersuara menyerupai binatang, seperti menggonggong
  • Mengulang perkataan sendiri (palilalia)
  • Mengulang perkataan orang lain (echophenomena)
  • Mengucapkan kata-kata kasar dan vulgar (koprolalia)

Baca juga: Berbagai Penyebab Tremor dan Cara Mengatasinya

Sebelum gejala tic motorik atau tic vokalis muncul, penderita mungkin akan mengalami sensasi tertentu di tubuh, seperti:

  • Gatal di kulit
  • Kesemutan
  • Ketegangan

Sensasi tersebut akan hilang setelah tic muncul.

Perawatan untuk sindrom Tourette sendiri mungkin termasuk perawatan neurologis, obat-obatan, dan terapi.

6. Gangguan neuropsikiatri autoimun pediatrik dengan streptokokus 

Gangguan pediatric autoimmune neuropsychiatric disorder with streptococcus (PANDAS) biasanya muncul secara tiba-tiba setelah radang tenggorokan atau demam scarlet pada anak-anak.

Baca juga: 21 Jenis Penyakit Autoimun yang Lebih Sering Dialami Wanita daripada Pria

Selain sering berdeham dan bentuk tic vokalis lainnya, gejala PANDAS mungkin termasuk:

  • Tic motorik
  • Obsesi dan kompulsi
  • Kemurungan atau lekas marah
  • Serangan panik

Perawatan untuk PANDAS mungkin termasuk terapi, konseling, dan penggunaan obat-obatan.

7. Alergi makanan

Dalam beberapa kasus, alergi atau sensitivitas makanan dapat menyebabkan rasa geli di tenggorokan yang membuat seserang sering berdeham. 

Produk susu sering menjadi penyebab kondisi ini.

Tetapi, makanan seperti telur, ikan, dan kedelai mungkin juga dapat menyebabkan sensasi tersebut.

Perawatan dalam kasus alergi atau sensitvitas makanan tidak lain adalah menghindari makanan yang menyebabkan gejala.

Baca juga: Alergi: Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, dan Cara Mengobati

8. Efek samping obat

Beberapa obat tekanan darah dapat menyebabkan sensasi gatal di tenggorokan yang berkontribusi pada berdeham kronis.

Jika mengeluh sering berdeham setelah minum obat tekanan darah, seseorang bisa berkonsultasi dengan dokter terkait kemungkinan penggantian obat.

9. Sebuah kebiasaan

Dalam beberapa kasus, bisa saja tidak ada kondisi mendasar yang menjadi penyebab berdaham kronis pada seseorang.

Sebaliknya, kondisi itu mungkin adalah sebuah kebiasaan atau sesuatu yang dilakukan secara tidak sadar saat seseorang cemas atau stres.

Teknik-teknik berikut mungkin dapat membantu menghentikan kebiasaan itu:

  • Minum lebih banyak air
  • Pantau berdeham yang dilakukan atau minta orang lain untuk memantaunya guna mencegah berdeham berlanjut
  • Temukan aktivitas alternatif, seperti menelan atau mengetuk jari 

Baca juga: 5 Cara Menurunkan Demam Secara Alami dan dengan Bantuan Obat

Jika berdeham terjadi terus-menerus atau memiliki efek negatif pada hidup, siapa saja disarankan untuk mencari pengobatan.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan dan mungkin merekomendasikan endoskopi untuk melihat lebih baik apa yang terjadi di tenggorokan pasien. Tes alergi mungkin direkomendasikan juga.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com