Kompas.com - 09/12/2021, 06:00 WIB

Mereka yang memiliki stres yang dilaporkan sendiri lebih tinggi cenderung memiliki menstruasi yang lebih lama dan lebih berat.

Saat seseorang stres, tubuh melepaskan hormon stres, seperti adrenalin dan kortisol.

Hormon ini dapat berinteraksi dengan hormon seks yang mengatur menstruasi.

Baca juga: 3 Cara Atasi Masalah Pencernaan Saat Menstruasi

6. Sindrom ovarium polikistik

Menstruasi yang tidak teratur paling umum ditandai dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS), yang terjadi ketika kista tumbuh di ovarium.

Orang dengan kondisi ini sering kali memiliki kadar androgen yang tinggi, yaitu hormon seks pria.

Hal ini dapat menghentikan ovulasi, menghasilkan menstruasi yang tidak teratur.

Orang dengan PCOS mungkin melewatkan menstruasi dan mengalami pendarahan hebat saat menstruasi tiba. Gejala lain termasuk:

  • kelebihan rambut wajah atau tubuh
  • kulit berjerawat dan berminyak
  • penambahan berat badan
  • rambut rontok
  • sulit hamil
  • resistensi insulin

7. Kondisi tiroid

Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu di leher yang menghasilkan hormon tiroid.

Ini memiliki pengaruh pada siklus menstruasi.

Memiliki tiroid yang kurang aktif – suatu kondisi yang disebut hipotiroidisme – berarti kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.