Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/12/2021, 22:01 WIB

KOMPAS.com - Infeksi HPV (human papiloma virus) adalah penyakit infeksi virus yang menyebabkan tumbuhnya kutil sampai kanker.

Ada lebih dari 100 jenis HPV. Kebanyakan infeksi HPV tidak memicu kanker. Tapi, ada beberapa infeksi HPV yang bisa memicu kanker.

Antara lain penyakit kanker anus, penis, vagina, vulva, leher rahim, atau rahim.

Infeksi HPV mudah menular lewat hubungan seks atau bersentuhan dengan bagian kulit penderita yang terinfeksi penyakit ini. Kenali berbagai gejalanya.

Baca juga: 8 Penyebab Kanker Serviks, dari Infeksi HPV sampai Hamil Terlalu Dini

Gejala infeksi HPV

Umumnya, tanda atau gejala infeksi HPV tergantung jenis virus yang menyerang. Berikut beberapa di antaranya:

  • Kutil biasa

Melansir Mayo Clinic, kutil biasanya ditandai dengan benjolan kasar, kecil-kecil, dan menonjol yang muncul di tangan dan sela-sela jari. Tak hanya mengganggu penampilan, kutil biasanya juga terasa sakit dan rawan pendarahan.

  • Kutil kelamin

Kutil kelamin dapat muncul di dekat anus, leher rahim, vagina, penis, atau skrotum. Kutil kelamin biasanya tidak terasa sakit, tapi rasanya gatal.

  • Kutil plantar

Kutil plantar biasanya muncul di tumit dan mata kaki. Kutil plantar dapat menggaggu aktivitas sehari-hari, seperti saat jalan atau berlari.

  • Kanker serviks

Kanker serviks bisa terjadi selang 20 tahun wanita terinfeksi HPV. Pada tahap awal, penyakit ini tidak menyebabkan gejala. Untuk itu, wanita perlu melakukan pap smear secara berkala untuk mendeteksi ada tidaknya benih kanker serviks.

Baca juga: 4 Cara Mencegah Kanker Serviks, Tak Hanya Suntik Vaksin HPV

  • Kanker penis

Melansir Planned Parenthood, gejala kanker penis biasanya berupa penis berubah warna, kulit penis menebal, atau muncul luka yang tak kunjung sembuh pada penis.

  • Kanker dubur

Penyakit ini dapat menyebabkan gejala pendarahan dubur, dubur gatal, nyeri, keluar cairan yang tidak biasanya, atau sering diare dan sembelit.

  • Kanker vulva

Gejala kanker vulva di antaranya vulva berubah warna, kulit vulva menebal, vulva gatal, nyeri, ada ditumbuhi benjolan.

Jika Anda merasakan beberapa gejala infeksi HPV sesuai penyakit di atas ada baiknya segera berkonsultasi ke dokter.

Baca juga: Cara Menyembuhkan Kutil Kelamin

Penyebab infeksi HPV

Infeksi HPV terjadi ketika virus biang penyakit ini memasuki tubuh. Setelah terinfeksi, penderita biasanya merasakan luka, lecet, atau muncul robekan kecil di kulit.

HPV menular lewat kontak dengan kulit penderita atau lewat hubungan seks, termasuk seks anal dan oral.

Selain itu, ibu hamil yang terinfeksi HPV dapat menularkan penyakit pada bayinya ketika persalinan lewat vagina.

Baca juga: 9 Gejala Kanker Serviks, Wanita Perlu Tahu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+