Pasalnya, beberapa anak cenderung makan berlebihan atau mencari pelarian lewat makanan ketika stres atau hidup di lingkungan yang banyak tekanan.
Baca juga: Awas, Anak Doyan Begadang Rentan Obesitas
Beberapa obat terkadang dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak. Obat tersebut di antaranya prednison, lithium, amitriptyline, paroxetine (Paxil), gabapentin, dan propranolol.
Gangguan kesehatan terkait sindrom prader-willi dan masalah hormonal seperti hipotiroidisme bisa membuat anak rawan terkena obesitas.
Dilansir dari BetterHealth, di luar faktor anak dan keluarga, lingkungan sekitar tempat tumbuhnya anak juga bisa berkontribusi pada obesitas.
Misalkan kebiasaan jajan di luar atau tren makanan dan minuman tinggi kalori di masyarakat, masifnya iklan asupan tidak sehat, penggunaan kendaraan dan minimnya tradisi jalan kaki, sedikitnya jadwal olahraga di sekolah.
Baca juga: Doyan Jajan Minuman dan Makanan Kekinian, Diabetes Kemudian...
Ada beberapa gejala obesitas pada anak yang perlu diwaspadai, antara lain:
Jika muncul ciri-ciri obesitas pada anak di atas, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
Terutama jika anak punya atau mengalami beberapa penyebab obesitas pada anak di atas.
Dampak obesitas yang tidak segera dikendalikan bisa meningkatkan risiko penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, penyakit jantung, dan gangguan tidur apnea di kemudian hari.
Baca juga: 6 Alasan Mengapa Obesitas Dapat Menyebabkan Penyakit Jantung
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.