Kompas.com - 24/05/2022, 06:01 WIB
  • Meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah

Wanita yang punya riwayat preeklamsia dan hipertensi dalam kehamilan lebih berisiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah di kemudian hari.

Risiko ini berisiko lebih tinggi apabila ibu hamil mengalami preeklamsia lebih dari sekali atau pernah melahirkan bayi prematur karena tekanan darah tinggi.

Baca juga: 12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Tekanan darah hipertensi dalam kehamilan

Setiap ibu hamil perlu memeriksa tekanan darah secara berkala. Dengan begitu, ketika ada hipertensi dalam kehamilan, masalah kesehatan ini bisa ditangani sebelum membahayakan keselamatan ibu dan calon bayi.

Tekanan darah hipertensi dalam kehamilan yakni:

  • Hipertensi stadium 1: Tekanan darah sistolik antara 130—139 mmHg atau tekanan darah diastolik antara 80—89 mmHg
  • Hipertensi stadium 2: Tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg, atau tekanan darah diastolik di atas 90 mmHg
  • Hipertensi gestasional: Tekanan darah di atas 140/90 mmHg ketika diukur lebih dari dua kali di waktu berlainan

Apabila ibu hamil mendapati hasil pengukuran tekanan darahnya mengarah pada hipertensi dalam kehamilan, pastikan untuk berkonsultasi intens dengan dokter kandungan yang menangani.

Baca juga: 5 Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi pada Ibu Hamil

Siapa yang rentan terkena hipertensi dalam kehamilan?

Dilansir dari Cleveland Clinic, ibu hamil berisiko mengalami hipertensi dalam kehamilan apabila:

  • Hasil di bawah usia 20 tahun atau di atas usia 40 tahun
  • Pernah mengalami hipertensi sebelum hamil
  • Punya riwayat hipetensi gestasional atau preeklamsia di kehamilan sebelumnya
  • Berasal dari keluarga pengidap hipertensi gestasional
  • Memiliki riwayat diabetes atau diabetes gestasional
  • Berat badan berlebihan di atas normal
  • Punya riwayat penyakit autoimun seperti lupus
  • Mengidap penyakit ginjal
  • Hamil bayi kembar
  • Pernah melakukan program kehamilan dengan fertilisasi in vitro

Jika ibu hamil termasuk kelompok berisiko terkena hipertensi dalam kehamilan, pastikan untuk rutin memantau kondisi kesehatannya ke dokter atau bidan yang menangani.

Baca juga: 10 Gejala Preeklamsia, Ibu Hamil Perlu Waspada

Cara menurunkan hipertensi dalam kehamilan

Meskipun ada beberapa bahaya hipertensi dalam kehamilan, para ibu hamil sebaiknya tidak panik berlebihan ketika mendapati masalah kesehatan ini.

Ada beberapa cara menurunkan hipertensi dalam kehamilan sekaligus mengurangi risiko komplikasinya, antara lain:

  • Pastikan ibu hamil tidak melewatkan jadwal kontrol kandungan rutin ke dokter
  • Minum obat hipertensi sesuai jenis dan dosis yang diresepkan dokter, hindari sembarangan minum obat tanpa petunjuk dari dokter
  • Upayakan untuk tetap aktif bergerak sesuai yang dianjurkan bidan atau dokter yang menangani
  • Konsultasikan dengan ahli gizi terkait diet hipertensi yang paling pas sesuai kondisi tubuh
  • Pantau tekanan darah secara berkala

Bagi ibu hamil dengan tekanan darah tinggi, jalankan beberapa cara di atas. Dengan begitu, bahaya hipertensi dalam kehamilan bisa dicegah.

Baca juga: 6 Ciri-ciri Kaki Bengkak saat Hamil Gejala Preeklamsia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.