Kompas.com - 24/07/2022, 14:00 WIB

KOMPAS.com - Ginjal merupakan organ penting manusia. Beberapa fungsi ginjal yaitu menghasilkan sel darah merah, menyaring limbah dan kelebihan cairan, hingga mengatur tekanan darah.

Tak selamanya sehat, ginjal dapat terkena penyakit karena pola hidup yang diterapkan beberapa orang, seperti: konsumsi makanan atau minuman tinggi natrium (garam), kalium, gula, serta alkohol.

Pola hidup di atas mengakibatkan satu atau kedua ginjal mengalami kerusakan. Ginjal yang rusak menyebabkan penumpukan cairan, elektrolit, dan limbah di dalam tubuh.

Baca juga: 6 Tanda Anda Memiliki Batu Ginjal, Termasuk Sakit Punggung

Sakit ginjal dibagi menjadi lima tahap, tergantung pada tingkat keparahannya. Penyakit ginjal yang paling parah adalah stadium lima atau merupakan tahapan akhir dari kondisi kerusakan renal. Hal ini disebut juga dengan gagal ginjal.

Kondisi ini terjadi karena ginjal sudah mengalami kerusakan parah. Pada stadium akhir, ginjal memiliki nilai laju filtrasi glomerulus (LFG) di bawah 15 persen. Itu menunjukkan bahwa ginjal sudah hampir tidak dapat berfungsi.

Gejala penyakit ginjal stadium akhir

Sakit ginjal sebenarnya tidak menunjukkan gejala signifikan. Namun, ketika penyakit ginjal berada di stadium akhir ada beberapa gejala yang terlihat yaitu:

  1. mual disertai muntah
  2. kehilangan selera makan
  3. lelah dan lemas
  4. sering kencing
  5. nyeri dada, jika cairan menumpuk di sekitar lapisan jantung
  6. sesak napas, jika cairan menumpuk di paru-paru
  7. pembengkakan kaki
  8. tekanan darah tinggi (hipertensi) yang sulit dikendalikan
  9. sakit kepala
  10. sulit tidur
  11. gatal terus menerus
  12. otot berkedut dan kram

Komplikasi

Ketika mengalami kerusakan, ginjal tidak dapat dipulihkan seperti sedia kala. Jika sakit ginjal berada pada tahap akhir atau stadium lima, ada beberapa komplikasi yang bisa mengancam Anda.

1. Retensi cairan

Retensi cairan adalah kondisi ketika tubuh mengalami kelebihan cairan. Kondisi ini terjadi karena hilangnya laju filtrasi glomerolus yang menyebabkan retensi natrium dan cairan.

Dilansir dari Mayo Clinic, retensi cairan dapat menyebabkan pembengkakan di lengan dan kaki. Apabila dibiarkan, retensi cairan juga menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi) atau cairan di paru-paru (edema paru).

Baca juga: Stadium dan Pengobatan Gagal Ginjal

2. Hiperkalemia

Hiperkalemia merupakan kenaikan atau lonjakan tiba-tiba kadar kalium dalam darah Anda. Kondisi ini mengganggu fungsi jantung dan kemungkinan dapat mengancam jiwa.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.