Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/12/2022, 09:16 WIB


KOMPAS.com - Organisasi kesehatan dunia menyebut, tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular yang paling mematikan di dunia karena merenggut lebih dari 1,5 juta jiwa setiap tahun.

Saat ini Indonesia berada di peringkat kedua sebagai negara dengan jumlah kasus tuberkulosis (TB) terbanyak di dunia, yaitu 969.000 kasus.

Meski tersedia obat-obatan untuk menyembuhkan TB, tetapi sekitar 1,8 persen pasien mengalami tuberkulosis resisten obat (TB-RO).

Seseorang dapat mengidap TB-RO karena tertular dari pengidap lainnya atau kegagalan pengobatan TB sensitif obat sebelumnya. Akibatnya, pasien TB-RO harus meminum obat yang lebih kuat dari sebelumnya yang menyebabkan sejumlah efek samping.

Inovasi teknologi genome sequencing (pengurutan genome) memungkinkan penyakit TB resisten obat dapat dideteksi secara cepat dan ekstensif, sehingga dokter dapat segera menentukan keputusan pengobatan yang sesuai.

Baca juga: Tuberkulosis Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia, Menkes Jabarkan Upaya Penanganannya

Tes generasi terbaru

CEO Chief Medical Officer Illumina, Phil Febbo mengatakan, pandemi Covid-19 membawa dampak pada peningkatan kapasitas generasi terbaru genome sequencing, terutama di laboratorium Illumina yang menjadi pemimpin dalam teknologi sequencing DNA dan berbasis array.

"Illumina saat ini memiliki platform yang diperlukan untuk mendukung pengujian resistensi obat TB dan meningkatkan kelangsungan hidup pasien dengan tuberkulosis, penyakit menular yang paling mematikan sebelum Covid," kata Febbo melalui keterangan pers.

Metode pengujian TB standar saat ini berbasis kultur yang memerlukan waktu penyelesaian hingga dua bulan, dan pengujian molekuler konvensional punya keterbatasan dalam mengidentifikasi resistensi obat.

Baca juga: Bagaimana Penanganan dan Pencegahan Penyakit Tuberkulosis?

Menurut Febbo, penggunaan gabungan uji GenoScreen Deeplex Myc-TB dan platform Illumina NGS memungkinkan penentuan profil resistensi obat dan jenis strain TB dengan lebih cepat.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+