Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

23 Penyebab Hoarding Disorder, Termasuk Kesepian

Kompas.com - 08/10/2023, 10:00 WIB
Ria Apriani Kusumastuti

Penulis

KOMPAS.com - Hoarding disorder adalah gangguan kesehatan mental yang membuat penderitanya menumpuk barang tidak berguna secara berlebihan sehingga mengganggu kesehatan.

Penyebab gangguan kesehatan mental ini tidak diketahui secara pasti. Namun, masalah kesehatan mental lainnya, seperti depresi, dan sikap mengabaikan diri sendiri bisa memicu kondisi ini.

Untuk lebih jelasnya, ketahui penyebab hoarding disorder dan kapan perlu ke dokter berikut ini.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Hoarding Disorder, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Penyebab hoarding disorder

Dilansir dari Cleveland Clinic, penyebab hoarding disorder tidak diketahui secara pasti, namun banyak ahli berpendapat bahwa kondisi ini disebabkan oleh ketidakmampuan otak untuk melakukan beberapa hal, seperti:

  • Kemampuan melakukan perencanaan
  • Kemampuan memecahkan masalah
  • Kemampuan belajar visuospasial dan mengingat
  • Perhatian yang terus-menerus
  • Working memory atau memori kerja otak
  • Kemampuan untuk menyusun atau mengatur sesuatu

Namun selain itu, beberapa masalah kesehatan mental juga kerap dikaitkan dengan gangguan kesehatan mental lainnya, seperti:

  • Gangguan kepribadian obsesif kompulsif atau obsessive-compulsive personality disorder (OCPD)
  • Gangguan obsesif kompulsif atau obsessive-compulsive disorder (OCD)
  • Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas atau attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD)
  • Depresi
  • Demensia
  • Skizofrenia
  • Kecemasan

Meskipun penyebab hoarding disorder tidak diketahui secara pasti, beberapa faktor risiko bisa memicu terjadinya gangguan kesehatan mental ini.

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Disarikan dari Cleveland Clinic dan Healthline, ada beberapa faktor risiko penyebab hoarding disorder, seperti:

  • Memiliki kerabat yang mengidap hoarding disorder
  • Mengalami cedera otak
  • Mengalami peristiwa traumatis
  • Memiliki kebiasaan untuk berbelanja secara impulsif
  • Tidak dapat menolak barang-barang gratis, seperti kupon dan selebaran
  • Memiliki kebiasaan menggunakan obat-obatan terlarang atau minum-minuman beralkohol secara berlebihan
  • Mengidap sindrom Prader-Willi yang merupakan kelainan genetik serta berdampak pada kondisi fisik, mental, dan perilaku penderita
  • Tinggal sendirian
  • Tumbuh di rumah atau lingkungan yang berantakan
  • Mengalami masa kecil yang sulit

Meskipun begitu, hoarding disorder dapat dialami oleh siapa saja, termasuk pada anak-anak serta remaja di usia kurang dari 20 tahun.

Kondisi ini dapat mengganggu kegiatan sehari-hari, namun umumnya bertambah serius ketika penderita memasuki usia lebih dari 30 tahun.

Baca juga: 7 Gejala Hoarding Disorder, Tak Hanya Menimbun Barang

Kapan perlu ke dokter?

Penderita hoarding disorder kerap tidak menyadari bahwa dirinya memiliki gangguan kesehatan mental ini.

Bahkan, penderita menganggap bahwa kebiasaan yang dimilikinya tersebut merupakan hal yang wajar untuk dilakukan.

Kondisi ini umumnya hanya disadari oleh orang-orang terdekat atau anggota keluarga lainnya sehingga penderita sering tidak mencari bantuan medis yang diperlukan.

Baca juga: Pemutihan Pajak Kendaraan di Jabar, Dedi Mulyadi: Ada yang Nunggak 18 Tahun, Mau Kapan Bayarnya?

Anda atau orang terdekat yang menunjukkan gejala hoarding disorder perlu segera mencari bantuan medis.

Beberapa gejala hoarding disorder yang perlu diwaspadai, seperti:

  • Mengalami kesulitan untuk membuang barang-barang pribadi
  • Mengalami stres ketika akan mencoba untuk membuang barang
  • Merasa khawatir jika memerlukan barang di masa depan
  • Tidak yakin di mana bisa menempatkan barang
  • Merasa khawatir jika orang lain menyentuh barang miliknya
  • Tinggal di area yang tidak layak karena penuh dengan barang yang ditimbun
  • Menarik diri dari kehidupan sosial, seperti dengan teman atau keluarga

Memahami penyebab hoarding disorder sangatlah penting sehingga Anda bisa segera mencari bantuan medis ketika diperlukan.

Sama seperti gangguan kesehatan mental lainnya, hoarding disorder tidak bisa disembuhkan secara total.

Namun, pengobatan dan perawatan secara medis dapat mengurangi gejala yang muncul sehingga penderita bisa memiliki kualitas kehidupan yang lebih baik.

Baca juga: Apakah Hoarding Disorder Bisa Sembuh? Berikut Penjelasannya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Momen Wapres Gibran Bagi-bagi Kado Lebaran, Ajak Anak Yatim Piatu Beli Baju Baru
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau