Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wanita Penerima Transplantasi Ginjal Babi Meninggal Dunia

Kompas.com - 11/07/2024, 14:00 WIB
Shintaloka Pradita Sicca

Penulis

KOMPAS.com - Lisa Pisano, seorang wanita yang menerima transplantasi ginjal babi meninggal pada Minggu (7/7/2024).

Melansir The Associated Press pada Selasa (9/7/2024), ahli bedah transplantasi NYU Langone, Dr. Robert Montgomery yang menangani Pisano mengumumkan kabar ini pada Selasa (9/7/2024).

Montgomery memuji keberanian Pisano (54) dalam mencoba eksperimen terbaru untuk transplantasi organ babi ke manusia, yang disebut xenotransplantasi.

Baca juga: Kenapa Penderita Penyakit Ginjal Harus Membatasi Minum Air?

Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan organ yang dapat ditransplantasikan kepada manusia.

“Lisa membantu kami untuk lebih dekat mewujudkan masa depan di mana seseorang tidak perlu mati agar orang lain bisa hidup,” kata Montgomery.

“Ia akan selalu dikenang atas keberanian dan sifat baiknya,” imbuhnya.

Pisano hampir meninggal karena gagal ginjal dan jantung ketika dokter bedah di NYU Langone Health melakukan dua operasi dramatis pada April.

Sehingga, wanita New Jersey itu mengambil pilihan untuk pengobatan eksperimental dengan transplantasi ginjal babi.

Baca juga: Apa Penderita Penyakit Ginjal Tidak Boleh Banyak Minum? Ini Ulasannya...

Awalnya, ia tampak pulih dengan baik, tetapi sekitar 47 hari kemudian, dokter harus mengangkat ginjal babi.

Dokter mengembalikan Pisano pada pengobatan dialisis setelah organ tersebut rusak oleh obat-obatan jantungnya.

Montgomery mengungkapkan, meski menjalani dialisis dan memasang pompa jantung, Pisano tetap harus dirawat di rumah sakit dan meninggal dunia pada Minggu.

Pada April lalu, Pisano mengatakan kepada The Associated Press bahwa ia tahu ginjal babi mungkin tidak akan berhasil, tetapi tetap ingin mencobanya.

"Saya hanya mengambil kesempatan. Dan Anda tahu, skenario terburuknya, jika itu tidak berhasil untuk saya, mungkin akan berhasil untuk orang lain," ujarnya semasa hidup.

Baca juga: Apa Sering Menahan Kencing Berakibat Penyakit Ginjal? Ini Ulasannya...

Melansir CNN pada Selasa (9/7/2024), dokter di Amerika Serikat (AS) melakukan xenotransplantasi dalam kasus yang jarang terjadi, dengan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

Sebelum menjalani xenotransplantasi, Pisano mengatakan, dia telah mencoba segala cara untuk mengobati penyakit gagal jantung dan penyakit ginjal stadium akhir yang diidapnya. Namun, tidak bisa membuat ia lebih sehat.

Dengan operasi xenotransplantasi, dia berharap dapat menghabiskan waktu bersama cucu-cucunya dan bermain dengan mereka.

Ginjal babi yang diterima Pisano telah dimodifikasi secara genetik untuk menghindari antibodi manusia, yang biasanya mendeteksi dan menyerang organ asing.

Kelenjar timus babi, yang berperan dalam kekebalan tubuh, ditempatkan di bawah penutup ginjal babi untuk lebih membantu tubuh Pisano menerima organ tersebut.

Namun, ginjal babi diangkat pada Mei setelah dipastikan bahwa ginjal tersebut "tidak lagi memberikan kontribusi yang cukup untuk membenarkan kelanjutan pengobatan imunosupresi," kata Montgomery.

Baca juga: Apa Makanan Terburuk bagi Penderita Penyakit Ginjal? Ini Daftarnya...

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Selamat, Kamu Pembaca Terpilih!
Nikmati gratis akses Kompas.com+ selama 3 hari.

Mengapa bergabung dengan membership Kompas.com+?

  • Baca semua berita tanpa iklan
  • Baca artikel tanpa pindah halaman
  • Akses lebih cepat
  • Akses membership dari berbagai platform
Pilihan Tepat!
Kami siap antarkan berita premium, teraktual tanpa iklan.
Masuk untuk aktivasi
atau
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau