Kompas.com - 07/02/2022, 13:00 WIB

KOMPAS.com - Pankreatitis akut merupakan peradangan pankreas yang terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan rasa sakit.

Rasa sakit akan umumnya terasa di area perut bagian atas, bahkan menjalar ke punggung Anda.

Pankreatitis akut juga dapat melibatkan organ lainnya dan berkembang menjadi pankreatitis kronis.

Baca juga: Gejala Pankreatitis (Radang Pankreas) yang Perlu Diwaspadai

Penyebab

Berdasarkan Healthline, penyebab pankreatitis akut dapat disebabkan oleh berbagai faktor sebagai berikut:

Penyebab langsung

Memengaruhi pankreas itu sendiri mencakup jaringan atau salurannya.

  • Serangan sistem kekebalan mendadak pada pankreas atau pankreatitis autoimun
  • kerusakan pankreas atau kandung empedu akibat operasi atau cedera
  • Lemak berlebihan yang disebut trigliserida di dalam darah.

Penyebab tidak langsung

Diakibatkan oleh penyakit atau kondisi yang berasal dari area lain di tubuh Anda.

  • Penyalahgunaan alkohol
  • Cystic fibrosis yaitu suatu kondisi serius yang memengaruhi paru-paru, hati, dan pankreas
  • Penyakit Kawasaki
  • Infeksi virus seperti gondok
  • Infeksi bakteri seperti mikoplasma
  • Sindrom Reye atau komplikasi dari virus tertentu yang dapat memengaruhi hati
  • Penggunaan obat-obatan tertentu.

Faktor risiko

Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami pankreatitis akut, antara lain:

Baca juga: 12 Penyebab Pankreatitis (Radang Pankreas) yang Perlu Diwaspadai

  • Minum terlalu banyak alkohol
  • Merokok
  • Riwayat keluarga kanker, peradangan, atau kondisi pankreas lainnya.

Gejala

Melansir Medical News Today, gejala pankreatitis akut dapat meliputi:

  • Tiba-tiba merasakan sakit di tengah perut bagian atas, di bawah tulang dada, atau tulang dada
  • Rasa sakit yang dapat meningkat, menjadi parah, dan menyebar ke punggung
  • Muntah
  • Mual
  • Diare
  • Pembengkakan dan nyeri pada perut
  • Denyut nadi cepat
  • Demam.

Diagnosis

Berdasarkan Medical News Today, diagnosis pankreatitis akut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Diskusi mengenai gejala
  • Pemeriksaan perut untuk menilai tingkat sensitif terhadap sentuhan
  • Tes darah untuk menilai kadar amilase dan lipase darah
  • Tes pencitraan mencakup CT-scan, rontgen dada, atau ERCP Untuk menentukan penyebab dan risiko komplikasi.

Baca juga: Mengenali Pankreatitis Pada Anak-Anak

Perawatan

Pada dasarnya, perawatan untuk pankreatitis akut tergantung pada tingkat keparahannya.

Berdasarkan Medical News Today, pilihan perawatan pankreatitis akut meliputi:
Untuk orang dengan kasus ringan, risiko komplikasinya rendah, dan gejalanya dapat

Pankreatitis akut ringan

Tujuan perawatan untuk mempertahankan fungsi tubuh dan meringankan gejala.

  • Obat penghilang rasa sakit
  • Selang nasogastrik yang dapat menghilangkan kelebihan cairan dan udara untuk meredakan mual dan muntah
  • Istirahat usus atau tidak akan makan dan minum melalui mulut sampai kondisi membaik
  • Cairan melalui intravena selama 24-48 jam untuk mencegah dehidrasi.

Pankreatitis akut berat

  • Perawatan di unit perawatan intensif (ICU) untuk pemberian antibiotik melalui untuk mencegah perkembangan infeksi
  • Pemberian cairan intravena untuk menjaga hidrasi dan mencegah syok hipovolemik
  • Tabung makanan yang memberikan nutrisi
  • Pembedahan untuk pengangkatan jaringan mati.

Komplikasi

Pankreatitis akut yang tidak segera menerima perawatan dapat menyebabkan komplikasi yang berpotensi fatal, seperti:

Baca juga: Pankreatitis Kronis

  • Obstruksi saluran empedu atau pankreas
  • Kebocoran saluran pankreas
  • Pseudokista yang berisiko pecah, berdarah, atau infeksi
  • Kerusakan pankreas
  • Penumpukan cairan di sekitar paru-paru
  • Penyumbatan di pembuluh yang mengalirkan darah dari limpa
  • Sepsis
  • Syok hipovolemik
  • Gagal jantung, paru-paru, dan ginjal yang dapat menyebabkan kematian.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.