Kompas.com - 29/03/2022, 07:00 WIB

KOMPAS.com - Parasit dapat masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan penyakit.

Salah satu infeksi parasit yang ditularkan melalui gigitan serangga adalah penyakit Chagas.

Penyakit Chagas merupakan infeksi yang disebabkan oleh parasit Trypanosoma cruzi.

Baca juga: 5 Cara Mudah Menghilangkan Kutu Rambut

Parasit ini menular melalui gigitan serangga pengisap darah yang disebut kissing bug (Triatomine).

Penyakit ini dapat menyebabkan pembengkakan pada area yang digigit serangga hingga menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Selain melalui gigitan serangga, penyakit Chagas juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi, transfusi darah yang terinfeksi, atau donor organ.

Penyakit ini juga dapat diturunkan dari ibu kepada bayinya selama kehamilan maupun saat proses persalinan.

Penyakit Chagas disebut juga American trypanosomiasis sebab penyakit ini lebih umum ditemukan di negara Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Meskipun penyakit Chagas masih belum ditemukan di Indonesia, tetapi seseorang yang mengunjungi wilayah endemik penyakit ini berisiko mengalaminya.

Penyakit Chagas dinamakan seperti nama penemunya, yakni dr. Carlos Chagas yang berasal dari Brasil.

Jika tidak segera ditangani, penyakit Chagas dapat menyebabkan gangguan serius pada jantung dan sistem pencernaan.

Gejala

Mengutip Mayo Clinic, penyakit Chagas dapat terjadi secara mendadak dan singkat (akut) atau berlangsung dalam waktu yang lama (kronis).

Baca juga: Cara Mengeluarkan Serangga dari Telinga

Fase akut

Fase akut penyakit Chagas berlangsung selama beberapa minggu atau bulan dan sering kali tidak menimbulkan gejala.

Namun, terdapat beberapa gejala yang bisa saja muncul, seperti:

  1. Pembengkakan di bagian yang terinfeksi atau digigit serangga
  2. Demam
  3. Kelelahan
  4. Ruam kulit
  5. Badan terasa pegal
  6. Kelopak mata bengkak
  7. Sakit kepala
  8. Tidak nafsu makan
  9. Mual, muntah, dan diare
  10. Pembengkakan pada kelenjar
  11. Pembesaran hati atau limpa.

Gejala penyakit Chagas pada fase akut biasanya hilang dengan sendirinya. Namun pada beberapa kasus, infeksi yang tidak ditangani akan berkembang ke fase kronis.

Fase kronis

Gejala penyakit Chagas pada fase kronis dapat muncul 10 hingga 20 tahun setelah terinfeksi penyakit ini.

Berikut beberapa gejala penyakit Chagas yang terjadi pada fase kronis:

  1. Gangguan irama jantung
  2. Gagal jantung
  3. Serangan jantung mendadak
  4. Sulit menelan
  5. Sakit perut atau sembelit (konstipasi) akibat pembesaran usus besar.

Baca juga: Kenali Bahaya dan Gejala Infeksi Gigitan Kutu Kucing pada Manusia

Penyebab

Dilansir dari situs WebMD, penyakit Chagas disebabkan oleh infeksi parasit Trypanosoma cruzi (T. cruzi).

Parasit ini menular melalui gigitan serangga kissing bug (Triatomine) yang masuk melalui mata, mulut, atau luka gigitan itu sendiri.

Serangga ini sering kali menggigit saat manusia sedang tidur dan bagian tubuh yang terkena adalah area dengan kulit yang tipis, seperti mata atau mulut.

Selain itu, parasit ini juga dapat menular melalui beberapa cara berikut:

  • Transfusi darah atau transplantasi organ dari seseorang yang menderita penyakit Chagas
  • Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi parasit
  • Ditularkan dari ibu hamil yang terinfeksi penyakit Chagas kepada janin dalam kandungan.

Faktor risiko

Merangkum Mayo Clinic dan Cleveland Clinic, beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Chagas:

  1. Tinggal atau mengunjungi wilayah endemik penyakit ini, seperti Amerika Tengah, Meksiko, dan Amerika Selatan
  2. Tinggal di rumah dengan dinding batu bata atau atap jerami
  3. Menerima transfusi darah atau donor organ dari orang yang terinfeksi parasit
  4. Lahir dari ibu yang terinfeksi penyakit Chagas selama kehamilan atau proses persalinan.

Baca juga: Kutu Kemaluan

Diagnosis

Dilansir dari Mayo Clinic, diagnosis penyakit Chagas diawali dengan tanya jawab mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan.

Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik.

Apabila pasien dicurigai terkena penyakit Chagas maka dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan tes darah.

Tes darah bertujuan untuk mendeteksi keberadaan parasit T. cruzi dan melihat adanya respons tubuh terhadap infeksi.

Selain itu, dokter mungkin memerlukan beberapa pemeriksaan penunjang berikut:

  • Elektrokardiografi (EKG)
    Tes yang dilakukan untuk memeriksa aktivitas listrik jantung
  • Rontgen dada
    Merupakan tes pencitraan yang membantu dokter mendeteksi adanya pembesaran pada jantung
  • Ekokardiografi (USG jantung)
    Menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk merekam kontraksi otot jantung dan mendeteksi perubahan pada fungsi jantung
  • Rontgen perut
    Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengevaluasi struktur lambung, usus halus, dan usus besar
  • Endoskopi saluran cerna atas
    Pada pemeriksaan ini, dokter akan memasukkan alat khusus yang disebut endoskop, untuk melihat kondisi kerongkongan (esofagus).

Baca juga: Tips ala Rumahan untuk Hilangkan Kutu Rambut

Perawatan

Merangkum World Health Organization dan Very Well Health, penanganan penyakit Chagas bertujuan untuk membunuh parasit dan meredakan gejala infeksi.

Dokter akan meresepkan obat antiparasit, seperti benznidazole atau nifurtimox kepada pasien untuk dikonsumsi selama dua bulan.

Kedua obat tersebut efektif untuk mengatasi penyakit Chagas pada fase akut, tetapi tidak dapat menyembuhkan penyakit Chagas pada fase kronis.

Meskipun demikian, obat-obatan tersebut dapat memperlambat perkembangan penyakit dan mencegah timbulnya komplikasi.

Komplikasi

Menurut Mayo Clinic, penyakit Chagas yang berkembang menjadi kronis dapat menimbulkan sejumlah komplikasi serius, seperti:

  • Gagal jantung
  • Megaesofagus, yaitu pelebaran kerongkongan atau esofagus
  • Megakolon, yaitu pelebaran atau pembesaran pada usus besar (kolon).

Pencegahan

Dirangkum dari Mayo Clinic dan World Health Organization, hingga kini masih belum tersedia vaksin khusus yang dapat mencegah penyakit Chagas.

Meskipun demikian, beberapa tindakan berikut dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena penyakit Chagas:

Baca juga: 3 Cara Menghilangkan Kutu Rambut Secara Alami dan dengan bantuan Obat

  • Menggunakan insektisida untuk membasmi serangga di rumah
  • Menutup lubang di rumah yang dapat menjadi tempat masuknya serangga
  • Memasang kelambu antiserangga di tempat tidur
  • Menjaga kebersihan makanan, mulai dari pengolahan hingga penyimpanannya
  • Melakukan pemeriksaan secara rutin pada masa kehamilan
  • Menggunakan losion antinyamuk ke area kulit yang tidak tertutup pakaian
  • Hindari tidur di tempat yang berlumpur atau di atas jerami.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.