Operasi Vagina Tak Mengubah Sikap Suami

Kompas.com - 29/04/2010, 12:12 WIB
Editoracandra

Bayangkan saja, andaikata suami sebenarnya mengalami hambatan dorongan seksual karena hormon testosteronnya menurun, tentu saja dia enggan atau tidak ingin melakukan hubungan seksual. Dalam keadaan begini, pasti vaginoplasty bukan jalan keluar. Contoh lain, andaikata suami mengalami kejenuhan terhadap Anda, tentu vaginoplasty juga bukan jalan keluar mengatasi masalah Anda.    

Saya yakin tidak ada yang salah dengan teknik operasi vaginoplasty, apalagi dilakukan oleh tenaga yang memang ahli. Kesalahan terletak pada keputusan Anda memilih dan meminta vaginoplasty.

Bukan solusi
Mungkin Anda kurang mendapat informasi mengenai masalah seksual berkaitan dengan apa yang dialami suami. Mungkin juga Anda kurang informasi mengenai manfaat vaginoplasty sehingga mendapat kesan seakan-akan vaginoplasty dapat mengatasi semua masalah seksual.

Keputusan vaginoplasty akhirnya terjadi karena Anda meminta, sementara dokter di Singapura hanya memenuhi permintaan tanpa memberikan informasi dan konseling yang cukup.  

Jadi saya boleh simpulkan, vaginoplasty yang Anda lakukan bukanlah jalan keluar yang benar untuk mengatasi masalah Anda. Oleh karena itu, suami tetap saja enggan atau tidak ingin melakukan hubungan seksual. Dengan kata lain, itu bukan upaya terakhir yang telah Anda lakukan. Boleh jadi Anda dan suami belum berupaya dengan benar.

Saran saya sebagai berikut. Pertama, harus ada kemauan baik dengan suami untuk mengatasi masalah ini. Kedua, harus tahu masalah apa yang sebenarya dialami suami, dengan berkonsultasi lebih jauh dan mendapat pemeriksaan. Ketiga, penanganan harus sesuai dengan gangguan yang terjadi dan penyebabnya. Yang pasti, vaginoplasty bukan jalan keluar yang benar. @

Konsultasi dijawab Prof DR dr Wimpie Pangkahila Sp And

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.