Kompas.com - 26/11/2013, 12:14 WIB
Ilustrasi sel otak ShutterstockIlustrasi sel otak
EditorAsep Candra


KOMPAS.com — Setiap orangtua, termasuk Anda, tentu ingin sang buah hati tumbuh sehat dan cerdas, bukan? Nah, kecerdasan ternyata tidak terjadi dengan sendirinya melainkan terbentuk saat usia kanak-kanak.

"Sejak dalam rahim ibunya, kecerdasan janin sudah terbentuk," ungkap Guru Besar Gizi dari Departemen Ilmud an Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Made Astawan.

Ya, sekitar 80 persen otak terbentuk saat ibu mengandung calon jabang bayi. Proses pembentukan otak janin tentunya membutuhan asupan gizi yang baik.

"Gizi yang baik ketika hamil menentukan berat badan bayi yang cukup dan baik saat lahir. Sebaliknya, bila berat badan bayi kurang akan memengaruhi kekebalan tubuh, mudah sakit, dan berefek pada kecerdasannya. Riset membuktikan, anak yang kurang gizi saat bayi cenderung mudah mengalami penyakit degeneratif kelak saat dewasa seperti obesitas, sakit jantung, dan stroke,” papar Astawan.   

Kecerdasan, lanjut Astawan, ditentukan oleh beberapa faktor. Di antaranya faktor genetik dari kedua orangtua, faktor epigenetik berupa pengaruh lingkungan dan stimulasi dari orangtua serta orang di sekitarnya, dan faktor asupan gizi yang baik. Dengan asupan gizi yang baik, kata Astawan, akan terbentuk 100 miliar sel neuron pada otak anak.

Gizi sewaktu hamil sangat menentukan berat badan lahir. Hindari jangan sampai mengalami bayi berat lahir rendah karena mengandung banyak risiko, misalnya mengganggu pertumbuhan dan daya tahan tubuh. Karena itulah, pengetahuan pola makan yang sehat penting bagi ibu sehingga tak mengalami masalah gizi. Dengan makanan yang bergizi, salah satu masalah lain yang bisa dihindari ibu hamil adalah anemia.

"Ibu hamil yang kurang gizi dan menderita anemia kronis akan sulit melahirkan. Kondisi ini sekaligus menurunkan poin kecerdasan antara antara 5-10 poin," ungkap Astawan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya, setelah lahir, masa emas perkembangan anak terhitung sejak lahir hingga usia 2 tahun. Para ahli lain bahkan mengatakan, kualitas anak ditentukan sejak terjadinya konsepsi hingga masa balita. Karena itulah pentingnya diperhatikan kecukupan gizi ibu selama hamil hingga anak berusia 5 tahun disertai pola pengasuhan yang tepat.

Berikut beberapa hal yang penting diperhatikan, yaitu:

- Kebiasaan makan

Kebiasaan makan yang baik dan sehat harus dibentuk sedini mungkin. Pasalnya, kebiasan makan anak hinga dewasa akan menentukan kondisi kesehatannya kelak. Setelah mendapatkan ASI eksklusif dari usia 0-6 bulan, perkenalkan dengan makanan pendamping ASI. Di masa ini secara bertahap sesuai usia perkenalkan beragam jenis makanan. Dengan demikian, lidah memiliki banyak referensi rasa sehingga tak hanya menyukai satu rasa.

- Biasakan makanan agar bervariasi

Terkadang saat mengenalkan suatu makanan, anak kelihatan tak suka. Bila hal ini terjadi, jangan menyerah dan menghilangkan dari daftar menu makanan. Justru tetap dicoba diberikan agar anak terbiasa. Perlu dimaklumi karena lidah belum terbiasa. Trik yang bisa dilakukan, berikan makan baru itu selama dua atau tiga hari berturut sehingga lidah terbiasa. Upaya ini dilakukan agar anak tak menjadi pemilih makanan. Kemudian, tetap perkenalkan beragam makanan sehingga kebutuhan gizinya selalu terpenuhi dan tumbuh kembangnya jadi optimal.

- Buat jadwal makan

Selain memerhatikan menu makan yang bergizi, perhatikan pula jadwal makannya. Dengan begitu, anak lebih teratur serta membentuk kebiasaan makan yang baik. Buatlah jadwal mulai dari waktu sarapan, makan siang dan makan malam. Begitu juga jadwal makan camilan. Sebaiklah pilih camilan yang sehat. Berikan penjelasan tentang jadwal makan ini sesuai bahasa yang dipahami anak. Misalnya, pulang sekolah jadwalnya makan siang. Bila anak sudah lebih besar, buat papan jadwal bergambar kartun favoritnya. Dengan melibatkan anak saat menyusun jadwal harian, ia merasa dihargai sekaligus bertangung jawab akan pelaksanaan jadwal harian tersebut.

Nah, untuk menciptakan sumber daya berkualitas diperlukan status gizi yang baik.  sementara, untuk mendapatkan status gizi keluarga yang baik diperlukan pengetahuan, kemampuan dan perilaku gizi yang baik. dalam hal ini, perilaku gizi yang baik dan benar adalah perilaku untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup sesuai kebutuhan, baik ragam maupun kualitasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

Health
Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

Health
Penyakit Retina

Penyakit Retina

Penyakit
6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

Health
Bronkopneumonia

Bronkopneumonia

Penyakit
3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

Health
Ruam Popok

Ruam Popok

Penyakit
8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

Health
Gagal Ginjal Akut

Gagal Ginjal Akut

Penyakit
Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Health
Orthorexia

Orthorexia

Penyakit
4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

Health
IUGR

IUGR

Penyakit
Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.