Idolakan Remaja, Pilihan Fantasi Seks Orang Dewasa?

Kompas.com - 16/12/2013, 07:17 WIB
Penulis Wardah Fajri
|
EditorAsep Candra
KOMPAS.com - Kelompok idola remaja yang belakangan menjadi fenomena berhasil menggaet penggemar dari berbagai kalangan. Bukan hanya sesama remaja yang menyukainya, orang dewasa pun mengidolakan gadis belia yang kerap tampil seksi dengan rok mini saat menyanyi dan menari di atas panggung dengan keceriaan ala remaja.

Tak ada yang salah dengan pengidolaan orang dewasa kepada gadis belia. Asalkan, tak ada pihak yang dirugikan dari kegiatan pengidolaan ini. Kalau pun ada motivasi lain di balik kegemaran orang dewasa tersebut, menjadikan sang idola sebagai fantasi seksualnya misalnya, ini bisa dibilang sebagai kewajaran.

Dokter spesialis andrologi dari klinik Angsamerah, Heru Harsojo Oentoeng mengatakan, adalah pilihan pribadi bagi orang dewasa untuk menentukan seperti apa fantasi seksnya. Termasuk untuk mengekspresikan fantasi seks secara terbuka atau sembunyi-sembunyi.

Fantasi seksual merupakan hal wajar bagi orang dewasa, baik pria mau pun wanita. Bahkan, menurut Heru, fantasi seks diperlukan orang dewasa terutama mereka yang berusia di atas 40 lantaran hasrat dan gairah juga kemampuan seksualnya mulai menurun.

"Kalau suka menonton untuk membuat fantasi saja, mendapatkan sesuatu yang 'lucu' darinya, khalayan untuk mencoba membangkitkan sesuatu yang mulai padam, tidak sampai kepada tindakan pemaksaan, tidak melakukan hubungan seksual dengan idolanya, itu sah saja. Melihat sesuatu yang bagus itu hak setiap orang," ungkap Heru saat dihubungi Kompas Health, Minggu (15/12/2013).

Selama fantasi disimpan untuk diri sendiri, meski khalayan didapatkan dari menonton aksi idola di panggung misalnya, menurut Heru hal tersebut bukanlah penyimpangan atau kelainan seksual. Sebagian orang dewasa mungkin berani mengekspresikan kegiatan berfantasinya ini, namun ada juga yang sembunyi-sembunyi, misalnya menonton idolanya, sendiri di ruang pribadinya. Kembali lagi, menurut Heru, ini adalah pilihan setiap orang dewasa dalam berfantasi seks.

Baik di ruang publik maupun pribadi, apapun aktivitas yang dilakukan orang dewasa saat berfantasi adalah haknya. Termasuk kegiatan menonton aksi idola secara langsung di panggung. Selama tidak ada yang dirugikan, tidak terjadi pelecehan seksual, maka kegiatan seperti ini tidak bisa dikategorikan sebagai kelainan atau penyimpangan.

"Apa yang dibayangkan seseorang saat berfantasi, selama hanya untuk diri sendiri, sah saja. Jika terekspos, ia memperlakukan dirinya, namun apakah bisa dikatakan penyimpangan? Belum tentu," jelasnya.

Setiap orang dewasa punya pilihan untuk berfantasi. Sebagian suka berfantasi dengan orang lain yang berusia lebih muda, ada juga yang suka berfantasi dengan orang yang berusia matang atau lebih tua darinya. Ini kembali kepada pilihan pribadi.

Fantasi seksual dalam kegiatan pengidolaan, lanjut Heru, bisa dikatakan kelainan seksual jika ada tindakan atau aktivitas seksual di dalamnya. Namun selama aktivitas pengidolaan masih sebatas fantasi, wajar saja.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X