Kompas.com - 09/01/2020, 16:00 WIB

Studi lain menyebut, hiperhidorsis juga dipengaruhi faktor genetis atau keturunan.

2. Keringat berlebih sekunder (generalized hyperhidrosis)

Keringat berlebih di sebagian besar atau seluruh tubuh saat gerah bisa jadi indikasi kondisi kesehatan tertentu.

Beberapa penyakit yang terkait dengan keringat berlebih antara lain:

  • Cedera saraf tulang belakang
  • Kegelisahan
  • Diabetes
  • Encok
  • Penyakit jantung
  • Hipertiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif)
  • Gula darah rendah (hipoglikemia)

Selain itu, keringat berlebih juga bisa menjadi indikasi penyakit:

  • Kegemukan
  • Penyakit parkinson
  • Kehamilan
  • Beberapa jenis kanker seperti penyakit hodgkin
  • Infeksi seperi HIV, malaria, TB (TBC)
  • Efek pengobatan antidepresan, alzheimer, glaukoma, dan tekanan darah tinggi

Diagnosis

Untuk memastikan keringat berlebih dalam kondisi normal atau tidak, dokter akan merekomedasikan tes darah dan urin.

Selain itu, ada juga tes keringat termoregulasi untuk menakar tingkat keparahan hiperhidrosis.

Tes ini dilakukan dengan membubuhkan bubuk yang sensitif pada kelembaban suhu kamar di kulit pasien.

Ketika ada keringat berlebih pada suhu kamar, bedak tersebut berubah warna.

Baca juga: Kenapa Kita Tidak Bisa Mencium Bau Badan Sendiri?

Cara mengatasi

Keringat berlebih bisa diatasi lewat berbagai cara, baik medis maupun nonmedis.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.