Kompas.com - 02/04/2020, 18:00 WIB
Petugas memeriksa suhu tubuh calon penumpang LRT (Light Rail Transit) di Stasiun LRT Velodrome, Jakarta, Selasa (3/3/2020). Pemeriksaan suhu tubuh penumpang tersebut merupakan upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAPetugas memeriksa suhu tubuh calon penumpang LRT (Light Rail Transit) di Stasiun LRT Velodrome, Jakarta, Selasa (3/3/2020). Pemeriksaan suhu tubuh penumpang tersebut merupakan upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.

KOMPAS.com - Tubuh manusia bagai sebuah tungku yang mengeluarkan panas sepanjang waktu.

Hal itu bertujuan untuk menjaga fungsi organ-organ di dalam tubuh agar tetap bekerja optimal.

Namun, jika panas yang dikeluarkan oleh tubuh terlalu banyak atau terlalu sedikit, hal itu bisa menandakan adanya masalah kesehatan.

Baca juga: Ibuprofen dan Parasetamol, Mana yang Efektif untuk Pasien Covid-19?

Suhu tubuh normal manusia

Melansir laman Web MD, pakar kesehatan dari Jerman pada abad ke 19 telah menetapkan standar suhu tubuh normal adalah 37 derajat celcius.

Namun, riset terbaru menetapkan suhu tubuh normal manusia adalah 36 derajat celcius.

Ahli kedokteran keluarga Donald Ford mengatakan, setiap manusia memiliki suhu tubuh normal yang berbeda-beda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setiap orang memiliki suhu tubuh yang berbeda-beda. Namun, suhu tubuh yang berada dalam kisaran 36 hingga 37 derajat celcius dinggap normal," tambah Ford, dilansir dari Cleveland.

Tapi, orang yang memiliki kondisi kesehatan yang baik bisa saja memiliki suhu tubuh yang sedikit lebih tinggi atau rendah dari kisaran angka tersebut.

"Jika kita dalam kondisi sehat, suhu tubuh tetap berada dalam kisaran normal meski suhu di lingkungan sekitar kita sedang dingin," ucap Ford.

Bagian otak yang disebut hipotalamus bertanggung jawab menjaga suhu tubuh. Ketika suhu sekitar kita terlalu rendah, tubuh akan mempertahankan panas dengan mengecilkan pembuluh darah.

Baca juga: Bagaiaman Tidur yang Bisa Meningkatkan Daya Tahan Tubuh?

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Iskemia
Iskemia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aneurisma Aorta

Aneurisma Aorta

Penyakit
Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Health
Bisinosis

Bisinosis

Penyakit
Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Health
Penis Patah

Penis Patah

Penyakit
8 Cara Mengatasi Susah Kentut dengan Obat dan secara Alami

8 Cara Mengatasi Susah Kentut dengan Obat dan secara Alami

Health
Emfisema

Emfisema

Penyakit
3 Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Jangan Keliru Membedakannya

3 Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Jangan Keliru Membedakannya

Health
OCD

OCD

Penyakit
Mengenal Cardiac Angiosarcoma, Kanker Langka yang Menyerang Jantung

Mengenal Cardiac Angiosarcoma, Kanker Langka yang Menyerang Jantung

Health
Barotrauma Telinga

Barotrauma Telinga

Penyakit
Bisakah Kehamilan Terjadi Tanpa Penetrasi?

Bisakah Kehamilan Terjadi Tanpa Penetrasi?

Health
Flu Babi

Flu Babi

Penyakit
Gangguan Kepribadian Ganda (DID)

Gangguan Kepribadian Ganda (DID)

Penyakit
5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.