Kompas.com - 09/04/2020, 19:05 WIB
Ilustrasi vaksin shutterstockIlustrasi vaksin

KOMPAS.com - Vaksinasi merupakan salah satu cara mencegah terjangkit penyakit meningitis.

Meningitis adalah peradangan pada lapisan pelindung otak dan saraf tulang belakang.

Penyebab meningitis bisa berasal dari infeksi bakteri Neisseria meningitides (Nm), virus, dan jamur.

Baca juga: Meningitis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Melansir Media Sharing Terkini Penyakit Infeksi Emerging oleh Kemenkes, meningitis dapat menular antarorang melalui percikan cairan dari saluran pernapasan seperti batuk dan bersin (droplet) penderita.

Penularan meningitis bisa terjadi berinteraksi dari jarak dekat dengan penderita yang tidak menggunakan masker.

Cara mencegah meningitis bisa dilakukan dengan meminimalkan kontak dengan penderita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sayangnya, penyakit ini kerap sulit dikenali karena tanda-tandanya karena gejala meningitis mirip dengan penyakit lainnya.

Untuk memaksimalkan pencegahan dan pengendalian meningitis, para ahli menyarankan orang yang berisiko terkena meningitis untuk melakukan vaksinasi.

Siapa saja yang perlu vaksin meningitis?

Penyakit meningitis endemik (paling banyak menjangkiti) wilayah Afrika. Namun, meningitis kini menyebar ke seluruh dunia.

Ada beberapa orang yang perlu mendapatkan vaksinasi untuk mencegah meningitis, yakni:

  • Orang yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri terutama wilayah endemik meningitis, umrah, dan ibadah haji perlu melakukan vaksinasi meningitis
  • Orang yang akan menghadiri kegiatan bertaraf internasional dalam rentang waktu lama seperti olimpiade, festival, jambore, dan sebagainya juga perlu diberi vaksin meningitis
  • Orang yang tinggal satu atap dengan penderita meningitis juga perlu diberi vaksinasi meningitis
  • Kelompok lain yang perlu diberi vaksinasi adalah anak-anak, pekerja medis, penderita gangguan kekebalan tubuh, orang yang mengalami kerusakan limpa

Baca juga: Pentingnya Vaksin Meningitis Bagi Calon Jemaah Umrah dan Haji

Jenis vaksin meningitis

Ada beberapa jenis vaksinasi untuk mencegah meningitis. Antara lain:

  • Polysaccharide vaccines: vaksin ini diberikan bagi orang berusia di atas dua tahun. Vaksin ini dapat memberikan kekebalan selama tiga tahun setelah vaksinasi, tapi tidak dapat menginisiasi seumur hidup.
  • Polysaccharide-protein conjugate vaccines: vaksin ini diberikan bagi orang berusia di atas satu tahun. Vaksin ini dapat memberikan kekebalan lebih dari lima tahun setelah vaksinasi, dan dapat menginisiasi imunitas seumur hidup.
  • Vaksin kombinasi (HibMenC): vaksin ini diberikan untuk memberikan kekebalan pada meningitis yang disebabkan Haemophilus influenzae tipe b sekaligus bakteri Neisseria meningitidis serogrup C.
  • Meningococcal conjugate vaccine (MCV4) dan Meningococcal polysaccharide vaccine (MPSV4): dosis pertama vaksin MCV4 diberikan saat anak berumur 11-12 tahun. Dosis lanjutan (booster) diberikan selang lima tahun.
  • Vaksin pneumokokus: vaksin ini dapat mencegah penyakit penyakit radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), sekaligus infeksi darah (bakteremia). Vaksin diberikan dalam 3 kali dosis dasar dan sekali booster.

Baca juga: Belum Ada Vaksin Corona, Traveling ke Luar Negeri Bagaimana Baiknya?

Pemberian vaksin dan efek samping

Jadwal pemberian vaksin untuk mencegah meningitis berbeda-beda, tergantung jenis vaksin. 

Di luar vaksinasi terjadwal, Anda perlu merencanakan vaksinasi agar pencegahan meningitis lebih efektif.

Jadwalkan vaksinasi setidaknya dilakukan 10 hari sebelum berpergian ke tempat berisiko terjadinya penularan penyakit.

"Pemberian vaksin meningitis disarankan dua sampai tiga minggu atau tak kurang dari 10 hari sebelum keberangkatan," jelas dr. Engga Demartha dari RS Awal Bros Pekanbaru, melansir laman resmi RS setempat.

Baca juga: Gejala Awal Meningitis dan Flu Mirip, Ini Bedanya

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), vaksinasi meningitis umumnya tidak menimbulkan efek samping serius.

Setelah disuntik vaksin meningitis, umumnya bagian tubuh yang disuntik mengalami kemerahan, bengkak, dan nyeri.

Reaksi tersebut muncul pada hari pertama sampai hari ketiga setelah imunisasi.

Pada anak-anak, efek samping vaksinasi meningitis biasanya hanya demam dan sedikit mudah marah selama satu sampai tiga hari setelah disuntik vaksin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Sumber WHO,,
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Pubertas Dini
Pubertas Dini
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Health
Katatonia

Katatonia

Penyakit
Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Health
Aneurisma Aorta Abdominalis

Aneurisma Aorta Abdominalis

Penyakit
Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Health
Pleuritis

Pleuritis

Penyakit
Deodoran Bisa Memicu Kanker Payudara, Begini Alasannya

Deodoran Bisa Memicu Kanker Payudara, Begini Alasannya

Health
7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

Health
Pubertas Dini

Pubertas Dini

Penyakit
12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

Health
8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

Health
Mastiitis

Mastiitis

Penyakit
3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

Health
Penyakit WIlson

Penyakit WIlson

Penyakit
10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.