Kompas.com - 19/05/2020, 10:00 WIB

KOMPAS.com – Ikan telah dikenal sebagai salah satu sumber protein yang baik bagi kesehatan tubuh.

Oleh sebab itu, produk pangan hewani ini sangat dianjurkan dikonsumsi oleh masyarakat, khususnya anak-anak.

Selain protein yang tinggi, ikan diketahui mengandung juga asam lemak omega 3 yang bermanfaat untuk pertumbuhan otak, serta kalsium, vitamin D, dan fosfor yang baik untuk tulang.

Baca juga: Makan Cabai Pakai Tangkai atau Tanpa Tangkai, Mana yang Lebih Baik?

Namun, kandungan nutrisi yang terdapat di ikan tersebut bisa jadi tidak optimal lagi apabila disantap dalam kondisinya tidak segar.

Tak hanya itu, konsumsi ikan tidak segar yang mengarah pada kondisi busuk bisa saja membuat seseorang keracunan makanan.

Pasalnya, meski sudah dimasak dalam suhu tinggi, ikan mungkin saja sudah mengandung racun yang ditinggalkan bakteri.

Racun yang tersisa itulah yang kemudian menyebabkan keracunan makanan. 

Oleh sebab itu, penting kiranya bagi siapa saja untuk mengetaui ciri-ciri ikan segar dan layak konsumsi saat ingin membelinya di pasar tradisional maupun supermarket.

Ciri-ciri ikan segar dan layak dikonsumsi

Melansir Buku Aneka Kudapan Berbahan Ikan (2008) oleh Ida Purnomowati dkk., kesegaran daging ikan memiliki peranan yang sangat penting dalam pembuatan kudapan dari bahan ikan.

Daging ikan yang digunakan bisa berupa lumatan daging ikan segar maupun surimi.

Surimi adalah olahan dari cincangan daging ikan yang telah mengalami penghilangan tulang dan sebagian kadar air.

Berikut ini perbedaan ciri-ciri antara ikan segar dengan ikan tidak segar:

1. Kenampakan

Ikan segar:

  • Cerah
  • Terang
  • Tidak berlendir
  • Mengkilat

Ikan tidak segar:

  • Tampak kusam
  • Suram
  • Berlendir jika diraba

Baca juga: Nasi, Ketupat, atau Lontong, Mana yang Lebih Sehat?

2. Bau

Ilustrasi ikan segar dan bahan untuk memasaknya. SHUTTERSTOCK/NADIANB Ilustrasi ikan segar dan bahan untuk memasaknya.

Ikan segar:

  • Segar dan normal seperti keadaan daerah asalnya

Ikan tidak segar:

  • Busuk
  • Menyengat
  • Asam

3. Mata

Ikan segar:

  • Tidak berlendir
  • Cerah dengan kondisi masih menonjol keluar

Ikan tidak segar:

  • Cekung dan terlihat masuk ke dalam rongga mata

4. Sisik

Ikan segar

  • Tampak cerah
  • Melekat kuat jika dipegang

Ikan tidak segar:

  • Tampak kusam
  • Mudah rontok jika dipegang

Baca juga: Buka Puasa dengan Air Dingin atau Air Hangat, Mana yang Lebih Baik?

5. Mulut

Ikan segar:

  • Terkatup

Ikan tidak segar:

  • Terbuka

6. Insang

Ikan segar:

  • Berwarna merah cerah

Ikan tidak segar:

  • Berwarna merah gelap dan kecokelatan

7. Dubur

Ikan segar:

  • Berwarna merah jambu
  • Pucat

Ikan tidak segar:

  • Menonjol keluar dan berwarna

Baca juga: 6 Pilihan Makanan Rendah Kolesterol untuk Sehatkan Jantung

8. Daging

Ikan segar:

  • Kenyal
  • Masih dalam kondisi lentur

Ikan tidak segar:

  • Lunak atau tidak kenyal

9. Tubuh

Ikan segar:

  • Apabila dimasukkan ke dalam air, tenggelam

Ikan tidak segar:

  • Terapung di permukaan air

Sementara itu, untuk hasil perikanan lain, seperti udang, kepiting dan rajunan, ciri-ciri kesegarannya tidak jauh berbeda dengan ikan.

Tapi, udang, kepiting dan rajngan memiliki ciri khusus.

Maka, selain tanda-tanda seperti pada ikan, penilaian segar atau tidak segar pada kepiting, rajungan dan udang harus juga mempertimbangan tanda-tanda lain sebagai ciri khasnya.

Baca juga: Telur Ayam, Telur Bebek, atau Telur Puyuh, Mana yang Lebih Sehat?

Sebagai contoh, pada kenampakan. Kepiting, rajungan dan udang yang segar akan tampak cerah dan cemerlang. Warnanya juga belum berubah sesuai aslinya.

Sementara, kepiting, rajungan dan udang yang tidak segar memiliki ciri-citi kenampakan, yakni terdapat banyak warna merah jambu (oranye) terutama pada sekitar kepala dan kaki.

Selain itu, ditemukan juga banyak bintik-bintik hitam di kakinya, khususnya pada udang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.