Kompas.com - 15/07/2020, 07:17 WIB

Sementara itu, Ketua RW 006 Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Mohammad Irsam, 52, bersyukur hampir semua warganya kini sudah terdaftar dalam program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan.

"Setelah kami beri pemahaman, akhirnya warga yang mulanya belum punya kartu BPJS Kesehatan mulai cari-cari. Ada yang mengajukan diri lewat Pemkot, ada juga yang mendaftar sebagai peserta mandiri. Sementara, untuk bayi yang baru lahir, kini harus langsung terdaftar BPJS. Jadi hampir seluruh warga sudah terkaver," ujar dia.

Baca juga: Rincian Iuran BPJS Kesehatan Terbaru Per 1 Juli 2020

Pemkot akan terus tambah peserta JKN-KIS PBI APBD

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, dr. Siti Wahyuningsih, menuturkan penambahan peserta JKN-KIS segmen PBI APBD Solo akan terus diupayakan Pemkot. Penambahan peserta JKN-KIS PBI APDB antara lain dapat dilakukan lewat mekanisme pengajuan peserta baru, pengalihan dari peserta JKN-KIS mandiri, atau pengalihan dari peserta JKN-KIS Pekerja Penerima Upah (PPU). 

"Memang PAD kami tidak terlalu tinggi, tapi ini target Pemkot untuk dapat menyejahterakan warga. Untuk sejahtera, warga harus sehat dan produktif. Jadi, warga yang belum punya kartu BPJS Kesehatan, akan kami kejar terus supaya bisa segera punya jaminan kesehatan," kata Ning.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Ruyatmo, menegaskan pembagian kartu JKN-KIS PBI APBD Solo menjadi wujud nyata negara hadir melindungi warganya. Rudy telah meminta kepada para camat dan lurah untuk mendata warga yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Bagi warga yang kurang mampu akan didaftarkan Pemkot menjadi peserta JKN-KIS PBI APBD Solo.

 

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Solo, Rahmad Asri Ritonga, menilai kesadaran warga Solo memang luar biasa dalam mendukung program JKN-KIS. Hampir seluruh warga kini telah mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Selain itu, banyak pula pengusaha di Solo yang telah patuh dalam memberikan hak jaminan kesehatan kepada para pekerjaanya. Dia berharap inisiatif warga dan kepatuhan pengusaha di Kota Bengawan dapat dicontoh daerah lain.

BPJS Kesehatan Cabang Solo mencatat, hingga 1 Juli 2020, sudah ada 94,032 persen atau 540.899 warga Solo yang terdaftar program JKN-KIS. Capaian tersebut memperpanjang rekor Solo yang tak pernah memiliki persentase kepersertaan BPJS Kesehatan kurang dari 90 persen sejak 2017. Pada 2018, Solo bahkan pernah mendapat penghargaan UHC dari BPJS Kesehatan karena persentase kepesertaan JKN-KIS mencapai 95,54 persen

Atas hasil ini, Rahmad juga mengapresiasi sikap Pemkot. Pemkot terlihat begitu serius dalam mendukung program JKN KIS, salah satunya dengan mendaftarkan banyak warganya menjadi peserta JKN-KIS PBI APBD Solo. Terhitung hingga 1 Juli 2020, sudah ada 137.526 warga yang terdaftar menjadi peserta JKN-KIS PBI APBD Solo.

"Ini artinya pemerintah daerah benar-benar fokus terhadap masyarakatnnya dalam hal jaminan kesehatan. Jadi, Solo ini sangat bermakna untuk JKN," tutur Rahmad.

Baca juga: Pemerintah Pusat Akan Tanggung Iuran PBI BPJS Kesehatan Tahun Ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.