Kompas.com - 20/07/2020, 18:05 WIB
Ilustrasi sendawa shutterstockIlustrasi sendawa

KOMPAS.com – Sendawa adalah hal yang lumrah terjadi setelah seseorang menyantap makanan atau minuman.

Sendawa menjadi salah satu cara tubuh untuk mengeluarkan gas berlebih secara alami.

Meski kadang mengganggu kenyamanan dan memalukan, sendawa pada umumnya bukan menjadi tanda penyakit serius.

Baca juga: Sistem Pencernaan: Fungsi, Organ, dan Cara Menjaga Agar Tetap Sehat

Namun, hal itu bisa menjadi lain jika sendawa terjadi cukup sering.

Sejumlah penyakit atau kondisi medis tertentu tercatat memiliki gejala sering sendawa.

Berikut ini adalah beberapa penyebab sering sendawa yang perlu diketahui:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Aerophagia

Aerophagia adalah menelan udara berlebihan baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

Melansir Mayo Clinic, aerophagia salah satunya dapat terjadi ketika makan atau minum terlalu cepat.

Jadi, untuk mencegah sering sendawa, coba makan dan minumlah secara perlahan.

Selain makan terlalu cepat, menelan udara berlebih juga dapat terjadi terjadi ketika:

  • Makan sambil berbicara
  • Mengunyah permen karet
  • Mengisap permen
  • Minum melalui sedotan
  • Merokok
  • Memakai gigi palsu yang tidak pas
  • Mengalami serangan kecemasan
  • Hiperventilasi atau napas berlebihan
  • Termasuk bernapas melalui hidung seperti biasa

Baca juga: 9 Cara Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan Secara Alami

2. Konsumsi makanan tertentu

Beberapa makanan dan minuman juga dapat menyebabkan lebih sering bersendawa.

Makanan yang dapat menjadi penyebab sering sendawa, termasuk minuman berkarbonasi, alkohol, dan makanan tinggi pati, gula, atau serat yang menyebabkan gas.

Berikut beberapa makanan yang dapat memicu sering sendawa:

  • Kacang-kacangan
  • Brokoli
  • Kacang polong
  • Bawang
  • Kubis
  • Bunga kol
  • Pisang
  • Kismis
  • Roti gandum

Baca juga: 9 Buah yang Mengandung Serat Tinggi

3. Konsumsi obat-obatan tertentu

Sejumlah obat tertentu dapat menyebabkan sering sendawa atau gangguan yang menyebabkan sendawa.

Obat yang dapat memicu sering sendawa, di antaranya termasuk:

  • Obat diabetes tipe 2 yang disebut acarbose
  • Obat pencahar, seperti laktulosa dan sorbitol
  • Obat pereda nyeri, seperti naproxen, ibuprofen, dan aspirin

Kelebihan penggunaan obat penghilang rasa sakit dapat pula menyebabkan gastritis, suatu kondisi yang dapat menyebabkan bersendawa.

4. GERD

Melansir Health Line, beberapa penyakit atau kondisi medis tertentu dapat menjadi penyebab sering sendawa sebagai respons alami terhadap ketidaknyamanan di dalam perut.

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah salah satunya.

GERD merupakan gangguan yang menyebabkan asam dari lambung mengalir naik ke kerongkongan.

Baca juga: 3 Cara Mengatasi GERD dengan Perubahan Gaya Hidup, Obat, dan Operasi

5. Gastriparesis

Gastroparesis adalah gangguan di mana otot-otot di dinding perut melemah.

Selain sering sendawa, gastroparesis memiliki gejala lain, seperti sering mual, muntah, dan mudah merasa kenyang.

Penyebab gastroparesis belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga disebabkan oleh kerusakan saraf yang mengatur gerakan otot lambung.

Pemicu kerusakan saraf vagus ini bisa beragam, termasuk komplikasi diabetes atau operasi.

6. Gastritis

Gastritis adala gangguan yang menyebabkan peradangan pada lapisan lambung.

Gastritis bisa terjadi karena bererapa hal, seperti infeksi bakteri, pola makan kurang sehat, efek samping konsumsi obat, dan termasuk autoimun.

Selain sering sendawa, gejala gastriris dapat pula berupa perut mual, hilang nafsu makan, dan bisa juga muntah darah.

Baca juga: Cara Alami Mengatasi Sembelit dengan Pepaya

7. Tukak lambung

Luka di lambung dapat terbentuk ketika selaput yang melapisi organ vital ini terkikis.

Pengikisan tersebut dapat terjadi akibat infeksi bakteri dan efek samping dari konsumsi obat tertentu, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).

Sementara itu, kebiasaan seperti merokok, konsumsi makanan asam atau pedas, alkohol, dan stres berlebih dapat memperparag tukak lambung.

Selain sering bersendawa, tukak lambung dapat dikenali dengan munculnya sejumlah gejala lain, seperti mual dan muntah, perut kembung, sulitbernapas, hingga berat badan turun.

8. Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa adalah ketidakmampuan lambung mencerna laktosa dengan benar, bahan yang ditemukan dalam produk susu.

Intoleransi laktosa salah satunya dapat menyebabkan sering sendawa.

Baca juga: 5 Ciri-ciri Asam Urat yang Harus Diwaspadai

9. Malabsorpsi fruktosa atau sorbitol

Malabsorpsi fruktosa atau sorbitol adalah ketidakmampuan lambung untuk mencerna karbohidrat fruktosa dan sorbitol dengan baik.

Fruktosa adalah jenis karbohidrat sederhana yang terdapat di dalam gula.

Selain dalam gula, fruktosa juga terkandung di dalam buah-buahan.

Sedangkan, sorbitol adalah sejenis gula alkohol yang biasa digunakan sebagai pemanis pengganti gula biasa.

Gula alkohol sebenarnya bukanlah gula dan bukan juga alkohol.

Gula alkohol adalah karbohidrat yang struktur kimianya menyerupai molekul gula dan molekul alkohol.

Sorbitol biasanya dapat ditemui pada makanan dan minuman dengan label sugar free.

Baca juga: Jangan Sampai Telat, Kenali 7 Ciri DBD pada Anak Harus Dirawat di RS

10. Infeksi Helicobacter pylori 

Helicobacter pylori adalah bakteri yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi lambung, yang dapat meningkatkan bersendawa.

Penyebaran bakteri H. Pylori dari orang ke orang diduga kuat melalui kontak mulut atau ludah. Selain itu, bakteri ini juga diduga dapat menular lewat perantara kotoran penderita.

Selain sering bersendawa, infeksi Helicobacter pylori juga dapat menimbulkan sejumlah gejala lain, seperti mual, demam, perut kembung, sakit mag, hingga penurunan nafsu makan dan berat badan.

11. Penyakit celiac

Penyakit celiac adalah penyakit yang terjadi akibat adanya intoleransi terhadap gluten, bahan yang ditemukan dalam banyak makanan kaya tepung seperti roti dan kerupuk.

Meski kurang umum, penyakit celiac pada kenyatannya dapat menjadi penyebab sering sendawa.

12. Dumping syndrome

Baca juga: Usus Buntu: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Cara Mencegah

Dumping syndrome juga bisa menjadi penyebab sering sendawa, meski angka kejadiannya minim.

Dumping syndrome adalah kondisi ketika makanan bergerak terlalu cepat dari lambung ke usus (duodenum) setelah proses makan.

Kondisi ini juga dapat dipahami sebagai gangguan yang menyebabkan perut kosong sebelum isinya dicerna dengan benar.

Melansir National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, gejala yang dapat ditimbulkan dari kondiri dumping syndrome, antara lain yakni:

  • Mual
  • untah
  • Rasa tidak nyaman pada perut, perut kembung
  • Diare
  • Badan berkeringat
  • Lemas
  • Pusing
  • Dada berdebar

13. Insufisiensi pankreas

Insufisiensi pankreas adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pankreas tidak mampu melepaskan enzim yang dibutuhkan untuk pencernaan.

Baca juga: Kenali Ciri Mual yang Bisa Jadi Gejala Usus Buntu

Meski kurang umum, insufisiensi pankreas pada kenyatannya dapat menjadi penyebab sering sendawa.

Jika sering sendawa terus terjadi, penting bagi Anda untuk berbicara dengan dokter.

Dokter akan mengumpulkan informasi dengan mengajukan beberapa pertanyaan, seperti  kapan sendawa dimulai.

Dokter juga mungkin akan bertanya tentang pola sendawa yang dialami, misalnya apakah sendawa terjadi karena gugup atau setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.

Mereka mungkin juga akan meminta Anda untuk menyimpan buku harian makanan selama beberapa hari.

Ketika bertemu dokter, pastikan Anda dapat menyebutkan gejala selain sering sendawa yang Anda miliki.

Hal ini penting untuk membantu dokter membangun gambaran lengkap mengenai masalah kesehatan yang terjadi dan membantu mereka menemukan solusi yang paling baik.

Agar lebih akurat, dokter tidak menutup kemungkinan dapat pula merekomendasikan pemeriksaan lanjutan, seperti rontgen perut.

Baca juga: 10 Makanan yang Bisa Memberi Kenyang Lebih Lama

Tes lain yang bisa dilakukan, termasuk:

  • Scan MRI
  • CT scan
  • Pemindaian ultrasound
  • Tes pencernaan
  • Tes hidrogen dan metana

Tes ini akan memberi dokter pandangan yang jelas tentang sistem pencernaan, yang akan membantu mereka membuat diagnosis mengenai penyebab sering sendawa.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Penyebab Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

Health
Alergi Telur

Alergi Telur

Penyakit
9 Gejala Darah Rendah pada Ibu Hamil yang Perlu Dikenali

9 Gejala Darah Rendah pada Ibu Hamil yang Perlu Dikenali

Health
Glaukoma

Glaukoma

Penyakit
Apakah Minum Kopi Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Apakah Minum Kopi Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Health
Kurap

Kurap

Penyakit
7 Penyebab Air Liur Terasa Pahit dan Cara Mengatasinya

7 Penyebab Air Liur Terasa Pahit dan Cara Mengatasinya

Health
Takikardia

Takikardia

Penyakit
6 Gejala Pengentalan Darah sesuai Lokasinya

6 Gejala Pengentalan Darah sesuai Lokasinya

Health
Halusinasi

Halusinasi

Penyakit
6 Makanan Penyebab Kanker Payudara yang Sebaiknya Dihindari

6 Makanan Penyebab Kanker Payudara yang Sebaiknya Dihindari

Health
Parkinsonisme

Parkinsonisme

Penyakit
6 Ciri-ciri Benjolan Kanker Payudara

6 Ciri-ciri Benjolan Kanker Payudara

Health
Lipoma

Lipoma

Penyakit
Cedera Kepala, Kapan Perlu Waspada?

Cedera Kepala, Kapan Perlu Waspada?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.