Kompas.com - 16/08/2020, 10:35 WIB
Cara duduk dan berdiri yang salah dapat menyebabkan skoliosis, lordosis, dan kifosis. Cara duduk dan berdiri yang salah dapat menyebabkan skoliosis, lordosis, dan kifosis.

Namun, ada juga penderita yang baru mengalami skoliosis setelah beranjak dewasa.

Berikut cara mengenali ciri ciri skoliosis pada anak-anak dan orang dewasa. Jika Anda merasa memilikinya, segera konsultasikan ke dokter.

Baca juga: 11 Fungsi Otot pada Manusia

Ciri-ciri skoliosis pada anak-anak

Melansir WebMD, gejala skoliosis pada anak bisa muncul saat penderita berusia antara delapan sampai sepuluh tahun.

Gejala skoliosis tersebut bisa bertambah parah saat si kecil tumbuh besar.

Ciri-ciri skoliosis pada anak bisa berbeda-beda. Ada yang tidak merasakan gejala kelainan tulang belakang. Namun, ada juga yang mengalami gejala penyakit ini.

Beberapa ciri-ciri skoliosis pada anak yang umum di antaranya:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Bahu kanan dan kiri memiliki ketinggian yang berbeda-beda
  • Kepala tidak segaris atau simetris dengan seluruh tubuh
  • Pinggul kanan dan kiri berbeda, pinggul yang satu lebih tinggi atau menonjol dari yang lain
  • Tulang rusuk ada yang terdorong keluar
  • Saat anak berdiri tegak, lengannya tidak menggantung langsung di samping tubuhnya
  • Saat anak membungkuk ke depan, sisi punggung kanan dan kiri tingginya berbeda

Karena kondisi fisiknya berbeda dengan sebayanya, anak-anak penderita skoliosis umumnya juga punya masalah kepercayaan diri.

Baca juga: Mengenal Macam-macam Sendi, Fungsi, dan Contohnya

Ciri-ciri skoliosis pada orang dewasa

Beberapa penderita skoliosis dewasa jamak memiliki masalah kelainan tulang belakang ini sejak remaja.

Seiring berjalannya waktu, lekukan di tulang belakang penderita bisa semakin melengkung.

Kondisi tersebut membuat ciri ciri skoliosis pada orang dewasa bisa berbeda dari anak-anak.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Health
Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Health
Fisura Ani

Fisura Ani

Penyakit
Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Health
Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

Health
Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme

Penyakit
5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

Health
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Penyakit
3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

Health
Sakit Lutut

Sakit Lutut

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.