5 Penyebab Benjolan di Payudara, Tak Selalu Kanker Payudaya

Kompas.com - 27/08/2020, 19:31 WIB
Ilustrasi nyeri payudara. SHUTTERSTOCKIlustrasi nyeri payudara.

KOMPAS.com – Banyak wanita mungkin akan langsung panik ketika mendapati adanya benjolan di payudara.

Bagaimana tidak, benjolan di payudara bisa jadi gejala kanker payudara yang mengancam jiwa.

Kewaspadaan tersebut memang penting dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Tumor Payudara Jinak: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Namun sebenarnya, penyebab benjolan di payudara tak selalu karena penyakit kanker payudara.

Beberapa penyebabnya pun termasuk tidak berbahaya atau tidak berpotensi kanker.

Penyebab benjolan di payudara selain kanker payudara

Dokter Spesialis Bedah RS Brayat Minulya Surakarta, dr. Yudit Anastasia Sari, M. Biomed, SP.B, menyampaikan ada beragam penyebab benjolan muncul di payudara yang bisa dikenali.

Berikut beberapa penyebabnya:

1. Fibroadenoma

Fibroadenoma adalah jenis tumor payudara jinak yang paling sering menyerang wanita muda usia 15-35 tahun.

dr. Yudit menjelaskan, tumor payudara jinak ini terjadi ketika sel-sel kelenjar dan jaringan ikat di payudara tumbuh secara berlebihan.

Ciri-ciri benjolan pada fibroadenoma adalah bisa digerakkan atau berpindah-pindah tempat.

Jika ditekan, benjolan akan terasa padat, berbentuk bulat atau oval, dan kenyal. Benjolan juga tak akan terasa sakit jika ditekan.

Baca juga: 6 Gejala Kanker Payudara yang Paling Sering Terjadi

Penyebab fibroadenoma diduga adalah pengaruh hormon di dalam tubuh wanita.

"Fibroadenoma berpotensi tidak berkembang menjadi kanker," saat diwawancarai Kompas.com, Kamis (27/8/2020).

2. Fibrokistik

Fibrokistik adalah jenis tumor payudara jinak yang hilang-tumbul sesuai siklus haid.

Penyebab tumor payudara jinak ini adalah perubahan hormonal yang terjadi selama siklus menstruasi.

Ciri-ciri benjolan yang muncul akibat kelainan fibrokistik adalah teraba lebih dari satu bisa di salah satu payudara atau keduanya.

Timbulnya benjolan ini biasanya diikuti dengan kondisi kencang atau bengkak pada payudara.

Pada umumnya, fibrokistik dialami oleh wanita berusia 20-50 tahun.

Baca juga: Jangan Keliru, Ini Beda Tumor Payudara Jinak dan Kanker Payudara

3. Kista payudara

Kista payudara adalah benjolan berisi cairan yang dapat terbentuk pada salah satu atau kedua payudara.

“Kista payudara tidak bersifat kanker jadi tidak perlu terlalu dicemaskan ketika benjolan yang muncul dipayudara sudah dipastikan berisi cairan,” jelas dr. Yudit.

Menurut dia, penyebab kista payudara secara pasti belum dapat diketahui.

Tapi, munculnya kista payudara dapat berkaitan dengan adanya perubahan hormon pada wanita, terutama dalam siklus menstruasi tiap bulan.

4. Papilloma intraduktal

Papilloma intraduktal adalah tumor jinak yang juga tidak berpotensi kanker.

Keberadaan tumor jinak ini terbentuk pada kelenjar susu.

Pada umumnya, papilloma intraduktal bisa diraba berupa satu benjolan berukuran cukup besar yang muncul di dekat puting.

Jika itu terjadi, maka papilloma intraduktal bukan faktor risiko peningkatan kanker payudara.

Tapi, papilloma intraduktal bisa juga berupa beberapa benjolan kecil yang terletak jauh dari puting. Kondisi inilah yang perlu lebih diwaspadai karena berisiko berkembang menjadi kanker.

Baca juga: 10 Penyebab Kanker Serviks yang Harus Diwaspadai

Ukuran dari benjolan tumor jinak ini bisa mencapai sekitar 1-2 cm.

Papilloma intraduktal terbentuk dari kelenjar, sel fibrosis, dan pembuluh darah.

Papilloma intraduktal sering terjadi pada wanita usia 35-55 tahun.

5. Lipoma

Lipoma adalah benjolan lemak yang tumbuh secara perlahan di bawah kulit.

Benjolan ini pada dasarnya dapat muncul di berbagai bagian tubuh tidak hanya payudara, seperti leher, bahu, punggung, maupun perut.

Lipoma merupakan tumor jinak dan tidak berbahaya.

Tetapi benjolan lipoma bisanya perlu dibuang jika ukurannya cukup besar dan mengganggu.

Baca juga: 5 Gejala Awal Kanker Serviks Stadium Lanjut

Belum diketahui secara pasti penyebab lipoma. Tapi, kondisi ini lebih mungkin terjadi pada seseorang dari keluarga yang memiliki riwayat lipoma.

Meski dapat dialami oleh orang dari segala usia, lipoma lebih sering menimpa orang usia 40-60 tahun.

Kapan harus ke dokter?

Meski mencurigai hanya mengalami tumor payudara jinak, dr. Yudit menyarankan, bagi siapa saja yang mengalami gangguan kesehatan ini akan lebih baik jika tetap memeriksakan diri ke dokter.

Hal itu penting untuk memastikan kembali penyebab benjolan di payudara.
dr. Yudit mengungkapkan pada umumnya gejala tumor paudara jinak lebih ringan ketimbang kanker payudara.

Gejala tumor payudara jinak biasanya hanya ditandai dengan adanya benjolan pada payudara.

Pada beberapa kasus saja, tumor payudara jinak bisa menyebabkan rasa nyeri pada payudara karena tumbuh membesar.

Baca juga: Tumor Payudara Jinak: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Berikut ini adalah ragam kondisi yang sudah mengarah pada gejala kanker payudara untuk diwaspadai:

  • Benjolan di payudara cenderung tidak jelas, tidak bulat, dan tidak rata
  • Payudara cenderung asimetris dan ada perbedaan bentuk yang ekstrem
  • Puting jadi terbalik atau melesak ke dalam
  • Ada warna kemerahan atau pun rash di kulit payudata atau di sekitar puting
  • Kulit payudara seperti kulit jeruk atau cekung seperti lesung pipi Kulit payudara seperti tebal dan bersisik
  • Cairan bisa berupa darah atau cairan keruh

“Jika mendapati benjolan di payudara tidak bisa bergeser ketika ditekan atau digerakan, siapa saja sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter,” jelas dia.

Selain itu, apabila ditemukan benjolan atau penebalan di dekat payudara, misalnya di ketiak yang tetap terasa setelah masa haid, para wanita juga dianjurkan segera menemui dokter.

Baca juga: 12 Cara Mencegah Kanker Secara Alami

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X