Kompas.com - 04/10/2020, 18:02 WIB
Ilustrasi anak memiliki ponsel sendiri SHUTTERSTOCKIlustrasi anak memiliki ponsel sendiri

KOMPAS.com – Kondisi speech delay atau terlambat bicara pada anak kerap dikhawatirkan oleh para orangtua.

Hal itu memang lumrah karena terlambat bicara bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan pada anak.

Namun, keburu panik tidak dianjurkan untuk para orangtua ketika mencurigai sang buah hati mengalami speech delay.

Baca juga: Untuk Ibu Hamil, Waspadai Penyakit Hirschsprung pada Bayi Baru Lahir

Pasalnya, perkembangan bicara tiap anak dapat berbeda-beda.

Melansir WebMD, anak-anak setidaknya dapat diberi label mengalami speech delay jika mereka berbicara kurang dari 10 kata pada usia 18 sampai 20 bulan, atau kurang dari 50 kata pada usia 21 sampai Usia 30 bulan.

Kebanyakan ahli mengatakan bahwa pada usia 12 bulan, anak-anak harus mengucapkan kata-kata tunggal, seperti “ibu” atau “ayah”.

Mereka juga harus bisa memahami dan memenuhi permintaan sederhana, misalnya ketika dicoba untuk memberikan mainan yang dipegang.

American Academy of Pediatrics sendiri membuat patokan dasar yang bisa digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan bicara anak sesuai usianya (5 tahun pertama).

Daftar ini bisa diterapkan untuk mendeteksi apakah anak mengalami keterlambatan bicara atau tidak.

Berikut patokan kemampuan berbicara anak sesuai usianya:

  • Pada akhir tahun kedua

Balita Anda seharusnya sudah bisa berbicara dalam kalimat 2 hingga 3 kata.

Dia harus bisa mengikuti instruksi sederhana dan mengulangi kata-kata yang terdengar dalam percakapan.

Baca juga: Penyebab Diare pada Anak dan Cara Mengatasinya

  • Pada akhir tahun ketiga

Anak Anda harus dapat mengikuti instruksi dengan dua atau tiga langkah, mengenali dan mengidentifikasi secara praktis semua objek dan gambar yang umum, dan memahami sebagian besar dari apa yang dikatakan kepadanya.

Dia harus berbicara dengan cukup baik agar dapat dipahami oleh orang-orang di luar keluarga.

  • Pada akhir tahun keempat

Anak Anda harus sudah bisa mengajukan pertanyaan abstrak (mengapa?) dan memahami konsep yang sama vs berbeda.

Dia seharusnya menguasai aturan dasar tata bahasa saat dia mendengarnya.

Meskipun anak Anda harus berbicara dengan jelas pada usia 4 tahun, dia mungkin bisa salah mengucapkan hingga setengah dari suara dasarnya.

Kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan.

Baca juga: Kenali 9 Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir

  • Pada usia 5 tahun

Anak Anda harus dapat menceritakan kembali sebuah cerita dengan kata-katanya sendiri dan menggunakan lebih dari lima kata dalam satu kalimat.

Lalu, apa yang bisa menjadi penyebab anak terlambat bicara?

Persoalan terlambat bicara pada anak mungkin hanya berarti jadwal mereka sedikit berbeda dan akan segera menyusul yang lain.

Tetapi memang,  keterlambatan bicara atau bahasa pada anak bisa juga memberi tahu sesuatu tentang perkembangan fisik dan intelektual secara keseluruhan.

Merangkum Health Line, berikut ini beberapa contohnya:

1. Ada masalah dengan mulut

Penundaan bicara dapat mengindikasikan masalah pada mulut, lidah, atau langit-langit.

Dalam kondisi yang disebut ankyloglossia (pengikat lidah) ini, lidah anak terhubung ke dasar mulut.

Baca juga: Apakah Mimisan pada Anak Berbahaya?

Kondisi ini dapat mempersulit pembuatan suara tertentu, terutama:

  • D
  • L
  • R
  • S
  • T
  • Z
  • th

Ankyloglossia juga bisa membuat bayi sulit menyusu.

2. Gangguan bicara dan bahasa

Anak berusia 3 tahun yang dapat memahami dan berkomunikasi secara non-verbal tetapi tidak dapat mengucapkan banyak kata mungkin mengalami speech delay.

Sedangkan, anak yang dapat mengucapkan beberapa kata tetapi tidak dapat memasukkannya ke dalam frasa yang dapat dimengerti mungkin mengalami speech language.

Baca juga: 8 Penyebab Katarak pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Beberapa gangguan bicara dan bahasa melibatkan fungsi otak dan mungkin merupakan indikasi ketidakmampuan belajar.

Salah satu penyebab keterlambatan bicara, bahasa, dan perkembangan lainnya adalah kelahiran prematur.

Childhood apraxia of speech (CAS) adalah kelainan fisik yang dapat membuat anak sulit membentuk suara dalam urutan yang benar untuk membentuk kata.

Itu tidak mempengaruhi komunikasi non-verbal atau pemahaman bahasa.

3. Kehilangan pendengaran

Balita yang tidak dapat mendengar dengan baik, atau mendengar ucapan yang terdistorsi, kemungkinan besar akan kesulitan membentuk kata-kata.

Salah satu tanda gangguan pendengaran adalah anak tidak mengenali seseorang atau objek saat Anda menamainya, tetapi melakukannya jika Anda menggunakan isyarat.

Namun, tanda-tanda gangguan pendengaran mungkin sangat tidak kentara.

Terkadang keterlambatan bicara atau bahasa mungkin satu-satunya tanda yang terlihat.

Baca juga: 6 Penyebab Penyakit Jantung pada Anak Muda

4. Kurangnya stimulasi

Lingkungan memainkan peran penting dalam perkembangan bicara dan bahasa.

Pelecehan, pengabaian, atau kurangnya stimulasi verbal dapat menghalangi anak mencapai tonggak perkembangan.

5. Gangguan spektrum autisme

Masalah bicara dan bahasa sangat sering terlihat dengan gangguan spektrum autisme.

Tanda-tanda lain autisme mungkin termasuk:

  • Mengulang frasa (echolalia) daripada membuat frasa
  • Perilaku berulang
  • Gangguan komunikasi verbal dan nonverbal
  • Gangguan interaksi sosial
  • Regresi bicara dan bahasa

Baca juga: 4 Gejala Tumor Otak pada Anak yang Perlu Diwaspadai

6. Masalah neurologis

Gangguan neurologis tertentu dapat memengaruhi otot yang diperlukan untuk berbicara.

Ini termasuk:

  • Cerebral palsy
  • Distrofi otot
  • Cedera otak traumatis

Dalam kasus cerebral palsy, gangguan pendengaran atau gangguan perkembangan lainnya juga dapat memengaruhi kemampuan bicara.

7. Disabilitas intelektual

Jika anak Anda tidak sanggup berbicara dengan jelas, kondisi itu mungkin juga terkait dengan masalah kognitif daripada ketidakmampuan untuk membentuk kata-kata.

Cara mengatasi terlambat bicara pada anak

Cara mengatasi terlambat bicara pada anak dapat berbeda pada masing-masing individu karena perlu mengacu pada faktor penyebabnya.

Untuk mendiagnosis penyebab terlambat bicara ini, dokter anak pada mulanya mungkin akan menanyakan pertanyaan tentang kemampuan berbicara dan bahasa anak serta tonggak perkembangan dan perilaku lainnya.

Baca juga: 9 Macam Gangguan Pencernaan dan Cara Mengobatinya

Dokter juga akan memeriksa mulut, langit-langit, dan lidah anak.

Selain itu, dokter mungkin akan memeriksa pula pendengaran sang buah hati.

Meskipun anak Anda tampak responsif terhadap suara, mungkin ada gangguan pendengaran yang membuat kata-kata terdengar kacau.

Bergantung pada temuan awal, dokter anak bisa juga merujuk Anda ke spesialis lain untuk evaluasi yang lebih menyeluruh.

Ini mungkin termasuk:

  • Audiolog
  • Ahli patologi wicara-bahasa
  • Ahli saraf
  • Layanan intervensi dini

Baca juga: 3 Gejala Saraf Kejepit yang Perlu Diwaspadai

Pada dasarnya, masalah anak yang terlambat bicara bukanlah sebuah kondisi yang tidak dapat diatasi atau disembuhkan.

Ada beberapa jenis terapi yang mungkin akan dianjurkan oleh ahli.

Bukan hanya menggunakan bantuan dokter, terapis, psikiater, maupun psikolog, peran orangtua juga diperlukan dalam mengatasi masalah anak terlambat bicara.

Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi terlambat bicara pada anak yang bisa dilakukan:

1. Terapi wicara-bahasa

Pengobatan lini pertama adalah terapi wicara-bahasa.

Jika bicara adalah satu-satunya keterlambatan perkembangan, ini mungkin satu-satunya pengobatan yang diperlukan.

Terapi ini menawarkan pandangan yang sangat baik.

Dengan intervensi dini, anak Anda mungkin memiliki kemampuan bicara yang normal pada saat mereka masuk sekolah.

Terapi wicara-bahasa juga bisa efektif sebagai bagian dari keseluruhan rencana perawatan jika ada diagnosis lain.

Terapis wicara-bahasa akan bekerja secara langsung dengan anak Anda, serta menginstruksikan Anda tentang cara membantunya.

Baca juga: 14 Makanan yang Mengandung Vitamin C Tinggi

2. Layanan intervensi dini

Penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan bicara dan bahasa pada usia 2,5 sampai 5 tahun dapat menyebabkan kesulitan membaca di sekolah dasar.

Keterlambatan bicara juga dapat menyebabkan masalah dengan perilaku dan sosialisasi.

Dengan diagnosis dokter, anak Anda yang berusia 3 tahun mungkin memenuhi syarat untuk layanan intervensi dini sebelum mereka mulai sekolah.

3. Mengobati kondisi yang mendasarinya

Saat keterlambatan bicara terkait dengan kondisi yang mendasari, atau terjadi dengan gangguan yang hidup berdampingan, penting juga untuk mengatasi masalah tersebut.

Baca juga: 10 Makanan yang Mengandung Vitamin D Tinggi

Ini mungkin termasuk:

  • Bantuan untuk masalah pendengaran
  • Mengoreksi masalah fisik dengan mulut atau lidah
  • Okupasi terapi
  • Terapi fisik
  • Terapi analisis perilaku terapan (ABA)
  • Manajemen gangguan neurologis

Sementara itu, berikut ini beberapa cara untuk mendorong kemampuan bicara balita yang dapat dilakukan oleh para orangtua:

  • Sering bercerita kepada anak, meskipun hanya untuk menceritakan apa yang Anda lakukan
  • Gunakan gerakan dan arahkan ke objek saat Anda mengucapkan kata yang sesuai. Anda bisa melakukan ini dengan bagian tubuh, orang, mainan, warna, atau benda yang Anda lihat saat berjalan-jalan di sekitar rumah
  • Bacakan cerita untuk andak
  • Nyanyikan lagu sederhana yang mudah diulang
  • Berikan perhatian penuh Anda saat berbicara dengan mereka
  • Bersabarlah saat anak mencoba berbicara dengan Anda
  • Ketika seseorang bertanya kepada anak, jangan menjawabnya atau biarkan mereka menjelaskan
  • Meskipun Anda dapat mengantisipasi setiap kebutuhan anak, akan lebih baik jika beri mereka kesempatan untuk mengatakannya sendiri
  • Ulangi kata-kata dengan benar daripada langsung mengkritik kesalahan
  • Biarkan anak Anda berinteraksi dengan anak yang memiliki kemampuan bahasa yang baik
  • Ajukan pertanyaan dan berikan banyak waktu untuk menanggapi

Jika Anda memang mencurigai keterlambatan bicara pada anak menandakan masalah lain, seperti gangguan pendengaran atau keterlambatan perkembangan lainnya, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Sementara itu, Anda teruslah mengajak bicara, membaca, dan bernyanyi untuk mendorong kemampuan bicara anak.

Baca juga: 12 Obat Batuk Herbal dari Bahan Makanan Rumahan


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Tanda Penyakit Jantung Aritmia yang Perlu Diwaspadai

7 Tanda Penyakit Jantung Aritmia yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengenal Gejala Inkonsistensia Urine pada Pasien Parkinson

Mengenal Gejala Inkonsistensia Urine pada Pasien Parkinson

Health
Tips Menjalani Ibadah Ramadhan di Tengah Pandemi

Tips Menjalani Ibadah Ramadhan di Tengah Pandemi

Health
Bahaya Tidur Setelah Sahur

Bahaya Tidur Setelah Sahur

Health
Amankah Vaksin Covid-19 untuk Ibu Hamil?

Amankah Vaksin Covid-19 untuk Ibu Hamil?

Health
Ciri-Ciri Tahi Lalat yang Memicu Kanker

Ciri-Ciri Tahi Lalat yang Memicu Kanker

Health
Efek Buruk Minum Kopi saat Buka Puasa

Efek Buruk Minum Kopi saat Buka Puasa

Health
Bayi Jatuh dari Tempat Tidur, Kapan Perlu Waspada?

Bayi Jatuh dari Tempat Tidur, Kapan Perlu Waspada?

Health
Mengenal gejala Parkinson dan Cara Mengelolanya

Mengenal gejala Parkinson dan Cara Mengelolanya

Health
Siapa Saja Ibu Hamil yang Berisiko Tinggi Terkena Preeklamsia?

Siapa Saja Ibu Hamil yang Berisiko Tinggi Terkena Preeklamsia?

Health
4 Penyakit Akibat Darah Tinggi yang Bisa Mengancam Jiwa

4 Penyakit Akibat Darah Tinggi yang Bisa Mengancam Jiwa

Health
Memahami Hubungan Salesma dan Diare

Memahami Hubungan Salesma dan Diare

Health
10 Ciri-ciri Preeklamsia pada Ibu Hamil

10 Ciri-ciri Preeklamsia pada Ibu Hamil

Health
5 Cara Cepat Mengatasi Diare

5 Cara Cepat Mengatasi Diare

Health
7 Makanan Penyebab Jerawat yang Perlu Diwaspadai

7 Makanan Penyebab Jerawat yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X