9 Penyebab Gondok yang Perlu Diwaspadai

Kompas.com - 27/10/2020, 15:01 WIB
Ilustrasi Penyakit Gondok/Kelenjar Tiroid Membesar Kompas.comIlustrasi Penyakit Gondok/Kelenjar Tiroid Membesar

KOMPAS.com – Goiter atau gondok adalah kondisi di mana kelenjar tiroid membesar.

Kelenjar tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di leher, di bawah jakun.

Di dalam tubuh, kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang juga disebut T4 dan triiodothyronine yang juga disebut T3.

Baca juga: 10 Penyebab Leher Sakit dan Cara Mengatasinya

Sebagian besar T4 akan diubah menjadi T3 di luar tiroid.

Di dalam tubuh, hormon-hormon ini berperan dalam fungsi tubuh tertentu, seperti pengaturan suhu tubuh, mood, rangsangan, denyut nadi, termasuk pencernaan.

Penyebab gondok

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan kelenjar tiroid membesar.

Beberapa yang paling umum, yakni:

1. Kekurangan yodium

Melansir Mayo Clinic, yodium sangat penting untuk produksi hormon tiroid.

Di negara berkembang, orang yang tinggal di pedalaman atau di dataran tinggi seringkali kekurangan yodium dan dapat mengembangkan penyakit gondok ketika tiroid membesar dalam upaya untuk mendapatkan lebih banyak yodium.

Kekurangan yodium dapat diperburuk dengan diet tinggi makanan penghambat hormon, seperti kubis, brokoli, dan kembang kol.

Sementara, di negara-negara di mana yodium secara rutin ditambahkan ke garam meja atau makanan lain, kekurangan yodium biasanya bukan menjadi penyebab gondok.

Baca juga: 14 Makanan yang Mengandung Natrium Tinggi

2. Penyakit graves

Gondok terkadang dapat terjadi ketika kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid (hipertiroidisme).

Pada seseorang yang mengidap penyakit Graves, antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan secara keliru menyerang kelenjar tiroid, menyebabkannya memproduksi tiroksin berlebih.

Stimulasi berlebihan ini menyebabkan tiroid membengkak.

3. Penyakit Hashimoto

Gondok juga bisa disebabkan oleh tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme).

Seperti penyakit Graves, penyakit Hashimoto adalah kelainan autoimun.

Baca juga: Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita, Kok Bisa?

Tetapi alih-alih menyebabkan tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon, penyakit Hashimoto merusak tiroid, sehingga menghasilkan terlalu sedikit hormon.

Merasakan tingkat hormon yang rendah, kelenjar pituitari menghasilkan lebih banyak thyroid-stimulating hormone (TSH) untuk merangsang tiroid, yang kemudian menyebabkan kelenjar membesar.

4. Kondisi gondok multinodular

Dalam kondisi ini, beberapa benjolan padat atau berisi cairan yang disebut nodul berkembang di kedua sisi tiroid penderita, mengakibatkan pembesaran kelenjar secara keseluruhan.

5. Kondisi nodul tiroid soliter

Dalam kasus ini, satu nodul berkembang di salah satu bagian kelenjar tiroid penderita.

Kebanyakan nodul tidak bersifat kanker (jinak) dan tidak menyebabkan kanker.

6. Kanker tiroid

Kanker tiroid jauh lebih jarang daripada nodul tiroid jinak.

Biopsi nodul tiroid sangat akurat untuk menentukan apakah itu kanker atau bukan.

7. Kehamilan

Hormon yang diproduksi selama kehamilan, human chorionic gonadotropin (HCG), dapat menyebabkan kelenjar tiroid wanita sedikit membesar.

Baca juga: 11 Tanda Awal Kehamilan yang Sering Tak Disadari, Termasuk Jerawat?

8. Peradangan

Tiroiditis adalah kondisi peradangan yang dapat menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada tiroid.

Ini juga dapat menyebabkan tubuh memproduksi terlalu banyak atau terlalu sedikit tiroksin.

Tiroiditus bisa terjadi setelah orang tersebut menderita penyakit yang disebabkan oleh virus atau setelah seorang wanita melahirkan.

9. Paparan radiasi

Melansir Cleveland Clinic, seseorang yang pernah menjalani perawatan radiasi medis pada kepala dan leher (tetapi bukan prosedur diagnostik, seperti CT scan) memiliki risiko lebih besar terkena gondok.

Baca juga: 9 Penyebab Telapak Tangan Gatal dan Cara Mengatasinya

Gondok kecil yang tidak menyebabkan masalah fisik atau penampilan, pengobatan biasanya tidak diperlukan.

Tapi, gondok yang besar bisa membuat penderitanya sulit bernapas atau menelan dan dapat menyebabkan batuk maupun suara serak.

Sementara, gondok yang disebabkan oleh kondisi lain, seperti hipotiroidisme atau hipertiroidisme, biasanya dikaitkan dengan sejumlah gejala lain, mulai dari kelelahan, kenaikan berat badan maupun penurunan berat badan yang tidak disengaja, mudah tersinggung, dan sulit tidur.

Jika Anda merasakan keluhan yang menyangkut dengan penyakit gondok tersebut, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter guna menemukan penanganan atau pengobatan terbaik.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X