Kompas.com - 13/11/2020, 17:05 WIB

KOMPAS.com - Banyak wanita merasakan pusing saat menstruasi.

Rasa pusing tersebut kian kentara saat wanita beranjak dari duduk atau berbaring.

Tak hanya pusing, ketidaknyamanan yang dirasakan wanita saat haid yang umum yakni sakit perut dan kelelahan.

Baca juga: Apakah Saat Haid Tidak Boleh Keramas?

Kepala pusing saat menstruasi bisa disebabkan beberapa hal. Berikut beberapa di antaranya:

1. Kehilangan darah

Melansir Verywell Health, penyebab kepala pusing saat menstruasi paling umum karena wanita darahnya berkurang.

Rata-rata, wanita mengeluarkan 30 mililiter atau dua sendok makan darah setiap bulan.

Kehilangan darah haid ini umumnya tidak menimbulkan gejala tertentu.

Namun, wanita yang sebelumnya sudah memiliki kondisi anemia atau kekurangan zat besi bisa mengalami pusing saat menstruasi.

Selain itu, wanita yang sebelumnya tidak memiliki riwayat anemia tapi haidnya sangat banyak, juga bisa mengalami pusing saat menstruasi.

Keluarnya darah dari tubuh dapat menyebabkan sel-sel darah merang berkurang. Sel darah merah ini adalah pembawa oksigen ke tubuh.

Otak manusia dirancang sangat sensitif terhadap perubahan konsentrasi oksigen.

Saat kadar oksigen dalam tubuh berkurang, otak akan memberikan alarm ke tubuh lewat pusing.

Baca juga: Kenapa Payudara Terasa Sakit dari Masa Subur sampai Menjelang Haid?

2. Pengaruh hormon prostaglandin dan estrogen

Ilustrasi migrainSHUTTERSTOCK Ilustrasi migrain
Melansir Healthline, hormon prostaglandin dan estrogen selama menstruasi mengalami perubahan.

Prostaglandin adalah hormon yang mengatur siklus tubuh, termasuk menstruasi.

Kelebihan hormon prostaglandin dapat menyebabkan wanita merasakan kram atau sakit perut lebih parah ketimbang haid biasanya.

Efek prostaglandin lainnya yakni penyempitan pembuluh darah di tubuh. Dampaknya, wanita bisa merasakan sakit kepala dan pusing.

Selain itu, perubahan hormon estrogen selama menstruasi juga bisa menyebabkan wanita mengalami kepala pusing saat menstruasi.

Perubahan hormon estrogen selama menstruasi bisa memicu hipoglikemia atau turunnya kadar gula darah.

Tak hanya itu, hormon juga bisa memengaruhi tingkah hidrasi tubuh, sehingga tak jarang menyebabkan dehidrasi.

Baca juga: Cara Melancarkan Haid yang Terlambat

3. Kram

Ilustrasi haid, menstruasiShutterstock Ilustrasi haid, menstruasi
Kram atau sakit perut bisa muncul saat rahim wanita berkontraksi ketika menstruasi.

Proses alami ini membantu melepaskan lapisan rahim selama haid.

Kram atau sakit perut saat haid umumnya normal. Tapi, sakit perut hebat saat haid bisa jadi gejala endometriosis.

Nyeri atau kram perut yang parah dapat menyebabkan kepala pusing saat menstruasi.

Kepala pusing saat menstruasi umumnya normal dan bisa sembuh dengan sendirinya tanpa bantuan obat tertentu.

Namun, wanita perlu berkonsultasi ke dokter apabila rasa tidak nyaman ini terasa parah dan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.