Kompas.com - 03/12/2020, 15:03 WIB
Ilustrasi tes swab Covid-19 untuk mendeteksi infeksi virus corona untuk hentikan pandemi Covid-19. ShutterstockIlustrasi tes swab Covid-19 untuk mendeteksi infeksi virus corona untuk hentikan pandemi Covid-19.

KOMPAS.com - Metode paling akurat untuk mendeteksi virus corona biang Covid-19 adalah lewat tes swab (usap) polymerase chain reaction (PCR).

Namun, hasil pemeriksaan tes kerap membuat gamang dan mengundang tanya, kenapa hasil tes swab PCR dalam waktu yang berdekatan bisa berbeda-beda?

Seperti yang dialami Iska, 31. Belum lama ini, begitu pulang dari tempat kerjanya, ia merasakan suhu tubuhnya berangsur-angsur naik.

Tak lama berselang, ia mulai tidak bisa mencium bau dan rasa (anosmia). Belum hilang gejala tak enak badan, gantian ia mulai terserang batuk parah dan sesak napas.

Baca juga: Anosmia Tak Hanya Gejala Covid-19, Kenali Penyebab Lainnya

Tanpa membuang banyak waktu, Iska segera dibawa berobat ke puskesmas oleh istrinya.

"Sampai di puskesmas langsung dicek saturasi oksigen tinggal 75 persen (saturasi oksigen normal 95-100 persen). Dokter puskesmas memutuskan ada dugaan Covid-19 dan dirujuk ke rumah sakit," jelas dia ketika berbincang dengan Kompas.com, Kamis (3/12/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setibanya di rumah sakit, Iska langsung dianjurkan menjalani tes swab, rontgen paru-paru, dipasangi infus, dan diberi alat bantu pernapasan untuk meringankan gejala sesak napas.

"Hasil swab tes pertama itu masih negatif," kata dia.

Namun, karena kondisi tubuhnya belum membaik, ia masih dirawat di ruang isolasi rumah sakit.

Selang beberapa hari dari tes swab PCR pertama, Iska menjalani tes swab PCR ulang. Hasilnya, ia dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

Health
Pubertas Dini

Pubertas Dini

Penyakit
12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

Health
8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

Health
Mastiitis

Mastiitis

Penyakit
3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

Health
Penyakit WIlson

Penyakit WIlson

Penyakit
10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

Health
Giardiasis

Giardiasis

Penyakit
Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Health
Baby Bottle Tooth Decay

Baby Bottle Tooth Decay

Penyakit
7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Health
Aerophobia

Aerophobia

Penyakit
5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

Health
Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.