Jangan Anggap Sepele, Ini Efek Konsumsi Garam Berlebih Pada Tubuh

Kompas.com - 06/12/2020, 16:00 WIB
Ilustrasi konsumsi garam berlebih menyebabkan penyakit hipertensi. shutterstockIlustrasi konsumsi garam berlebih menyebabkan penyakit hipertensi.

KOMPAS.com - Mengonsumsi makanan dengan citarasa asin atau gurih memang nikmat dan seringkali membuat kita ketagihan.

Sayangnya, makanan dengan citarasa asin dan gurih seringkali mengandung garam berlebihan, yang berdampak pada kesehatan.

Mengonsumsi makanan tinggi garam bisa memengaruhi fungsi organ pada tubuh kita.

Baca juga: Meski Kaya Gizi, Mengapa Susu Sapi Tak Bisa Diberikan Pada Bayi?

Berikut organ tubuh yang bisa mengalami kerusakan akibat mengonsumsi makanan tinggi garam:

- Ginjal

Konsumsi garam berlebihan juga bisa berdampak negatif pada kondisi ginjal kita.

Padahal, gangguan pada organ ginjal juga bisa berdampak pada tekanan darah dan jantung.

Ginjal menyaring lebih dari 120 liter darah setiap hari. Organ ini juga menarik racun dan cairan yang tidak diinginkan dari sel-sel di seluruh tubuh, kemudian mengirimkannya ke kandung kemih.

Konsumsi garam terlalu banyak dapat mempersulit ginjal untuk mengeluarkan cairan.

Akibatnya, cairan tersebut akan menumpuk dan meningkatkan tekanan darah. Jika tidak diatasi, kondisi ini bisa memicu penyakit gagal ginjal.

Sayangnya, tanda penyakit ginjal seringkali tidak disadari. Hal ini juga membuat banyak orang mendapatkan penanganan yang terlambat.

Berikut berbagai gejala gagal ginjal yang sering tak disadari:

  • kelelahan ekstrim
  • gangguan tidur
  • kulit gatal
  • frekuensi buang air kecil berkurang
  • darah atau busa pada urin
  • kram otot
  • nafsu makan berkurang
  • mual dan muntah. 

- Jantung

Seiring waktu, asupan garam yang berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi), yang membuat pembuluh darah menjadi kaku dan sempit.

Aliran darah dan oksigen ke organ utama menurun. Akibatnya, jantung berusaha lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh, yang bisa memicu peningkatan tekanan darah.

“Tekanan darah yang meningkat, terutama dalam jangka waktu yang lama, memberikan tekanan yang luar biasa pada jantung,” kata ahli jantung Luke Laffin.

Baca juga: 8 Jenis Vitamin dan Mineral yang Bantu Perkuat Sistem imun

Konsumsi garam berlebihan juga dapat memperbesar ruang pompa kiri jantung dan melemahkan otot jantung, kondisi yang dikenal dengan istilah gagal jantung.

Hipertensi yang tidak terkendali juga dapat merusak dinding arteri. Kondisi ini bisa menyebabkan penumpukan lemak, yang berpotensi memicu serangan jantung atau stroke.

“Cara terbaik untuk mencegah serangan jantung adalah dengan menghentikan arteri agar tidak rusak,” kata Dr. Laffin.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X