Kompas.com - 20/12/2020, 01:00 WIB

Pengurus bank sampah juga harus mengenakan masker dan face shield ketika sedang melayani warga.

“Bulan Mei itu warga sudah teriak-teriak terus, ‘ayo dong buka lagi bank sampahnya dengan protokol kesehatan’. Pengurus lalu rapat dan secara cepat membuat SOP baru,” tutur Denok Marty Astuti, Penggerak Pengelolaan Sampah Mandiri Kampung Kitiran saat diwawancara Kompas.com, Jumat (18/12/2020).

Dia sangat bersyukur komitmen warga Kampung Kitiran untuk berubah tentang bagaimana mengelola sampah yang selalu menjadi masalah besar di lingkungan perkotaan tersebut masih terjaga hingga sekarang.

Denok melihat, semangat warga itu muncul juga tidak terlepas dari adanya insentif yang bisa didapat ketika bank sampah mulai dioperasikan lagi.

Pasalnya, dari sampah yang disetorkan di bank sampah, setiap warga bisa menabung Rp600.000 hingga Rp1,5 juta setiap enam bulannya.

Terlebih lagi, di masa pandemi, pengurus bank sampah Kampung Kitiran juga menyediakan kupon sembako yang bisa ditukarkan dengan sampah.

Kupon ini bisa dimanfaatkan warga yang mungkin mengalami kesulitan ekonomi akibat wabah.

“Kupon sembako bisa ditukarkan ke warung yang sudah ditunjuk. Jadi akhirnya perputaran uang ada di kampung ini saja,” jelas dia.

Denok mencatat, sedikitnya kini sudah ada 60 kepala keluarga (KK) yang aktif terdaftar sebagai nasabah bank sampah di Kampung Kitiran.

Jumlah itu lebih banyak 20 KK dibanding saat bank sampah baru dibentuk pada 17 Agustus 2017 lalu.

Halaman Selanjutnya

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.