Kompas.com - 05/01/2021, 20:04 WIB
Ilustrasi vagina BarabasaIlustrasi vagina

KOMPAS.com - Kanker vagina adalah jenis kanker langka yang dimulai di vagina.

Kanker ini dilaporkan menyumbang sekitar 1 persen dari kanker genital wanita.

Melansir Health Line, terdapat beberapa jenis utama kanker vagina yang dapat terjadi.

Ini termasuk:

  • Sel skuamosa

Jenis kanker ini dimulai di lapisan vagina dan berkembang perlahan.

Baca juga: Kapan Harus ke Dokter Karena Keputihan?

Sel skuamosa dilaporkan menyumbang sekitar 75 persen dari kanker vagina.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Adenokarsinoma

Jenis kanker ini dimulai di sel kelenjar vagina.

Adenokarsinoma paling sering terjadi pada wanita di atas 50 tahun. Ini adalah jenis kanker vagina paling umum kedua.

  • Melanoma

Seperti jenis kanker kulit yang lebih umum dari melanoma, jenis kanker ini dimulai di sel-sel yang memberi warna kulit.

  • Sarkoma

Jenis kanker ini hanya menyumbang sekitar 4 persen dari kanker vagina. Itu dimulai di dinding vagina.

Pada tahap awal, pengobatan berbagai jenis kanker vagina ini memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi.

Maka penting untuk mengenal beragam gejala kanker vagina.

Baca juga: 7 Penyebab Keputihan pada Wanita yang Perlu Diketahui

Gejala kanker vagina

Melansir Mayo Clinic, kanker vagina dini mungkin tidak menimbulkan tanda dan gejala apa pun.

Seiring perkembangannya, kanker vagina dapat menyebabkan tanda dan gejala seperti:

  1. Perdarahan vagina yang tidak biasa, misalnya setelah berhubungan seksual atau setelah menopause
  2. Keputihan encer
  3. Benjolan atau massa di vagina
  4. Buang air kecil yang menyakitkan
  5. Sering buang air kecil
  6. Sembelit
  7. Nyeri panggul

Baca juga: 15 Penyebab Nyeri Panggul pada Wanita yang Perlu Diketahui

Lantas, kapan harus ke dokter?

Temui dokter jika Anda memiliki tanda dan gejala yang berhubungan dengan kanker vagina, seperti perdarahan vagina yang tidak normal.

Karena kanker vagina tidak selalu menyebabkan tanda dan gejala, ikuti rekomendasi dokter tentang kapan Anda harus menjalani pemeriksaan panggul rutin.

Diagnosis kanker vagina

Merangkum WebMD, jika pemeriksaan panggul atau Pap smear menunjukkan tanda-tanda masalah, dokter mungkin ingin memeriksanya lebih dekat dengan melakukan kolposkopi.

Dokter akan menggunakan alat pembesar berlampu yang disebut colposcope untuk memeriksa vagina dan leher rahim Anda dari sesuatu yang tidak biasa.

Dokter mungkin juga mengambil sedikit jaringan sehingga spesialis dapat melihatnya di bawah mikroskop.

Pemeriksaan ini disebut biopsi untuk melihat apakah sel tersebut bersifat kanker.

Jika selnya bersifat kanker, dokter kemungkinan besar akan melakukan MRI, CT-scan, atau Positron Emission Tomography (PET)-scan untuk melihat apakah kanker telah menyebar ke bagian lain dari tubuh.

Baca juga: 9 Penyebab Nyeri Panggul pada Pria dan Wanita yang Perlu Diwaspadai

Tahapan kanker vagina

Stadium kanker vagina memberi tahu Anda seberapa jauh kanker telah menyebar.

Berikut ini tahapannya:

  • Vaginal intraepithelial neoplasia (VAIN) adalah salah satu jenis prakanker. Ada sel abnormal di lapisan vagina, tetapi mereka belum tumbuh atau menyebar atau VAIN bukanlah kanker.
  • Stadium 1. Kanker hanya ada di dinding vagina.
  • Stadium 2. Kanker telah menyebar ke jaringan di sebelah vagina tetapi belum menyebar ke dinding panggul.
  • Stadium 3. Kanker telah menyebar lebih jauh ke panggul dan dinding panggul. Mungkin juga menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya.
  • Stadium 4. Tahap 4 kanker vagina dapat dibagi menjadi dua sub, yakni stadium 4A di mana kanker telah menyebar ke kandung kemih, rektum, atau keduanya, dan stadium 4B, di mana kanker telah menyebar lebih jauh ke seluruh tubuh ke organ, seperti paru-paru, hati, atau kelenjar getah bening yang lebih jauh.

Seperti pada jenis kanker lainnya, semakin tinggi stadium kanker vagina, maka kian sulit juga untuk ditangani.

Baca juga: 8 Gejala Usus Buntu dan Cara Membedakan dengan Penyakit Lain

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahaya Memakai Masker Kotor

Bahaya Memakai Masker Kotor

Health
Tendinitis

Tendinitis

Penyakit
7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

Health
5 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

5 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

Health
Bagaimana Alergi Bisa Menyebabkan Pilek atau Hidung Meler?

Bagaimana Alergi Bisa Menyebabkan Pilek atau Hidung Meler?

Health
Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

Health
Nyeri Payudara

Nyeri Payudara

Penyakit
6 Ciri ciri Haid Menjelang Menopause

6 Ciri ciri Haid Menjelang Menopause

Health
Insomnia

Insomnia

Penyakit
10 Cara Merawat Luka Sunat Biar Cepat Kering

10 Cara Merawat Luka Sunat Biar Cepat Kering

Health
Skizoafektif

Skizoafektif

Penyakit
7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

Health
Trakhoma

Trakhoma

Penyakit
6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Otak

Abses Otak

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.