Kompas.com - 09/01/2021, 08:08 WIB
Ilustrasi anemia SHUTTERSTOCKIlustrasi anemia

Selain masalah gangguan sistem daya tahan tubuh, faktor lain yang dapat merusak sistem produksi sel darah di sumsum tulang antara lain:

  • Efek samping radiasi dan kemoterapi
  • Paparan bahan kimia beracun seperti pestisida, insektisida, sampai benzena
  • Efek samping beberapa obat tertentu
  • Penyakit autoimun
  • Infeksi virus seperti hepatitis, epstein-barr, cytomegalovirus, parvovirus B19, dan HIV
  • Efek samping kehamilan
  • Kelainan bawaan hemoglobinuria nokturnal paroksismal
  • Penyakit turunan anemia fanconi

Selain beberapa penyebab di atas, anemia aplastik juga dapat disebabkan beberapa faktor risiko yang belum diketahui. Beberapa orang terkena anemia aplastik tanpa sebab jelas.

Baca juga: Cara Membuat Jus Buah Bit untuk Atasi Anemia

Cara mengatasi anemia aplastik

Melansir WebMD, cara mengatasi anemia aplastik perlu disesuaikan dengan penyebab pastinya.

Setelah dokter berhasil mengidentifikasi penyebab pastinya, gejala anemia aplastik bisa dikontrol.

Apabila kasus tidak parah, penderita tidak memerlukan perawatan medis khusus, kecuali jika jumlah darah turun di bawah tingkat tertentu.

Dokter umumnya baru akan meresepkan terapi hormon atau obat tertentu untuk merangsang sumsum tulang agar memproduksi lebih banyak sel darah merah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Anemia pada Ibu Hamil: Penyebab, Ciri-ciri, Cara Mengatasi

Jika muncul gejala infeksi, dokter umumnya juga akan merekomendasikan obat antibiotik atau obat antijamur.

Selain itu, kebanyakan penderita anemia aplastik membutuhkan transfusi darah.

Apabila jumlah darah sangat rendah, dokter akan menyarankan transplantasi sumsum tulang atau sel induk.

Prosedur ini dapat menyembuhkan anemia aplastik tapi membutuhkan donor yang tepat dan biaya yang tidak sedikit.

Tak hanya perawatan di atas, penderita anemia aplastik perlu memodifikasi gaya hidup total dengan menghindari cedera dan pendarahan, sering cuci tangan, sampai rutin vaksinasi flu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kurap

Kurap

Penyakit
7 Penyebab Air Liur Terasa Pahit dan Cara Mengatasinya

7 Penyebab Air Liur Terasa Pahit dan Cara Mengatasinya

Health
Takikardia

Takikardia

Penyakit
6 Gejala Pengentalan Darah sesuai Lokasinya

6 Gejala Pengentalan Darah sesuai Lokasinya

Health
Halusinasi

Halusinasi

Penyakit
6 Makanan Penyebab Kanker Payudara yang Sebaiknya Dihindari

6 Makanan Penyebab Kanker Payudara yang Sebaiknya Dihindari

Health
Parkinsonisme

Parkinsonisme

Penyakit
6 Ciri-ciri Benjolan Kanker Payudara

6 Ciri-ciri Benjolan Kanker Payudara

Health
Lipoma

Lipoma

Penyakit
Cedera Kepala, Kapan Perlu Waspada?

Cedera Kepala, Kapan Perlu Waspada?

Health
Gigi Kecil (Microdontia)

Gigi Kecil (Microdontia)

Penyakit
Hari Cuci Tangan Sedunia, Ingat 6 Cara Cuci Tangan yang Benar

Hari Cuci Tangan Sedunia, Ingat 6 Cara Cuci Tangan yang Benar

Health
Katarak

Katarak

Penyakit
6 Cara Sehat Gunakan Gadget

6 Cara Sehat Gunakan Gadget

Health
7 Cara Jaga Kesehatan Mental Anak di Masa Pandemi

7 Cara Jaga Kesehatan Mental Anak di Masa Pandemi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.