Kompas.com - 08/03/2021, 14:09 WIB
Ilustrasi obesitas dan diabetes. Obesitas bisa memicu penyakit diabetes. SHUTTERSTOCK/JPC-PRODIlustrasi obesitas dan diabetes. Obesitas bisa memicu penyakit diabetes.

KOMPAS.com – Mungkin terdengar memaksa, tapi menurunkan berat hingga 10 pon atau 4,5 kg dalam seminggu bisa saja terjadi.

Tapi memang, diet ini tidak disarankan untuk dilakukan sembarang orang.

Rencana makan jangka pendek dan intens ini dianggap sebagai diet ketat. Artinya, berat badan Anda kemungkinan besar akan naik kembali setelah menyelesaikan program.

Baca juga: Bagaimana Serat Bisa Bantu Turunkan Berat Badan?

Selain itu, karena sifatnya yang membatasi, diet ini tidak sesuai jika Anda memiliki riwayat gangguan makan.

Jadi, diet ketat ini bukanlah solusi yang sehat, berkelanjutan, atau jangka panjang.

Dengan penurunan berat badan yang cepat, sebagian besar berat yang Anda turunkan adalah berat air, bukan lemak tubuh.

Itu karena Anda tidak dapat membakar lemak tubuh dengan aman hingga 4,5 kg hanya dalam sepekan.

Sebaliknya, penurunan berat badan yang cepat dapat menurunkan kadar insulin dan membuang simpanan glukosa (glikogen).

Seperti diketahui, untuk menyimpan setiap garam glikogen, tubuh memerlukan tiga gram air.

Kadar insulin yang berkurang juga bisa membuat ginjal melepaskan natrium berlebih, yang menyebabkan penurunan retensi air.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X