Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/03/2021, 18:08 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

9. Diabetes

Diabetes secara serius dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit kardiovaskular.

Bahkan ketika kadar glukosa terkendali, diabetes tetap saja dapat meningkatkan risiko penderita terkena penyakit jantung dan stroke.

Risikonya semakin besar jika gula darah tidak terkontrol dengan baik.

Setidaknya 68 persen penderita diabetes berusia di atas 65 tahun meninggal karena beberapa bentuk penyakit jantung. Di antara kelompok yang sama, 16 persen meninggal karena stroke.

Baca juga: Berapa Kadar Gula Darah Normal dalam Tubuh?

Jika Anda menderita diabetes, pastikan untuk dapat bekerja sama dengan dokter dalam upaya mengelola penyakit dan mengendalikan faktor risiko lain yang Anda bisa.

Untuk membantu mengelola gula darah, penderita diabetes yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan sebaiknya melakukan perubahan gaya hidup, seperti makan lebih baik atau melakukan aktivitas fisik secara teratur.

10. Stres

Respon individu terhadap stres dapat menjadi faktor penyebab serangan jantung.

Beberapa ahli telah mencatat hubungan antara risiko penyakit jantung koroner dan stres dalam kehidupan seseorang, bersama dengan perilaku kesehatan dan status sosial ekonomi mereka.

Faktor-faktor ini dapat memengaruhi faktor risiko yang telah ditetapkan.

Misalnya, orang yang sedang stres mungkin makan berlebihan, mulai merokok atau merokok lebih banyak daripada yang seharusnya.

Baca juga: Ciri Nyeri Dada yang Mengarah pada Gejala Penyakit Jantung Koroner

11. Konsumsi alkohol

Minum terlalu banyak alkohol dapat meningkatkan tekanan darah, meningkatkan risiko kardiomiopati, stroke, kanker, dan penyakit lainnya.

Konsumsi alkohol berlebih juga dapat berkontribusi pada trigliserida tinggi dan menghasilkan detak jantung tidak teratur.

Selain itu, konsumsi alkohol yang berlebihan berkontribusi pada obesitas, alkoholisme, dan kejadian kecelakaan.

Untuk itu, bagi siapa saja, lebih baik menghindari atau membatasi konsumsi alkohol. 

12. Pola makan buruk 

Pola makan yang sehat adalah salah satu senjata terbaik yang Anda miliki untuk melawan penyakit kardiovaskular.

Apa yang Anda makan dan seberapa banyak Anda makan dapat memengaruhi faktor risiko penyakit jantung lain yang dapat dikontrol, seperti kolesterol, tekanan darah, diabetes, dan kelebihan berat badan.

Baca juga: Apa Itu Lemak Trans dan Kenapa Sering Dianggap Berbahaya?

Pilihlah makanan kaya nutrisi, yang memiliki vitamin, mineral, serat, dan nutrisi lain, tetapi lebih rendah kalori daripada makanan miskin nutrisi.

Pilih diet yang mengutamakan sayuran, buah-buahan dan biji-bijian.

Pola makan yang menyehatkan jantung juga mencakup produk susu rendah lemak, daging unggas, ikan, polong-polongan, kacang-kacangan, dan minyak nabati nontropis.

Di sisi lain, pastikan untuk membatasi asupan makanan manis, minuman manis, dan daging merah.

Untuk menjaga berat badan yang sehat, koordinasikan diet Anda dengan tingkat aktivitas fisik Anda sehingga Anda menggunakan kalori sebanyak yang Anda konsumsi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com