Kompas.com - 23/03/2021, 12:07 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Gaya hidup yang tidak banyak bergerak adalah salah satu faktor risiko utama penyakit jantung.

Menurut World Heart Federation, kurang olahraga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 50 persen.

Faktor risiko penyakit jantung lainnya termasuk:

Baca juga: Apakah Bisa Kolesterol Tinggi Karena Keturunan?

Mengurangi faktor-faktor risiko ini berarti dapat menurunkan kemungkinan Anda terkena serangan jantung atau stroke.

Tetap aktif secara fisik adalah cara yang bagus untuk mengurangi risiko penyakit jantung.

Olahraga aerobik yang teratur seperti jalan kaki terbukti dapat meningkatkan kesehatan jantung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Olahraga aerobic bahkan dapat membalikkan beberapa faktor risiko penyakit kardiovaskular dengan membantu menurunkan berat badan dan menurunkan tekanan darah.

Namun, olahraga juga terkadang dapat meningkatkan risiko serangan jantung, terutama pada orang-orang yang memiliki penyakit jantung dan tidak memantau aktivitasnya dengan benar.

Mengapa harus berhati-hati?

Merangkum Medical News Today, berolahraga sangat penting dalam membantu mencegah penyakit jantung.

Melakukan olahraga pada umumnya aman bagi kebanyakan orang.

Baca juga: Bagaimana Olahraga yang Tepat untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh?

Tetapi, Anda kiranya harus berhati-hati dalam berolahraga, terutama jika:

Dokter telah memberi tahu bahwa Anda memiliki satu atau lebih faktor risiko penyakit jantung
Anda baru saja mengalami serangan jantung atau masalah jantung lainnya
Anda pernah tidak aktif sebelumnya

Orang dengan penyakit jantung hampir selalu dapat berolahraga dengan aman jika dievaluasi sebelumnya.

Namun, olahraga tidaklah sesuai atau bisa dilakukan untuk semua penderita penyakit jantung.

Jika Anda baru dalam olahraga, kuncinya adalah memulai dengan perlahan untuk mencegah efek samping.

Bicaralah dengan dokter sebelum memulai program olahraga baru.

Anda juga mungkin perlu memulai olahraga atau latihan fisik Anda di bawah pengawasan medis.

Baca juga: Apa Itu Lemak Trans dan Kenapa Sering Dianggap Berbahaya?

Terlepas dari tindakan pencegahan ini, mungkin sulit bagi dokter Anda untuk memprediksi masalah kesehatan yang mungkin Anda alami saat berolahraga.

Untuk amannya, biasakan diri Anda dengan gejala yang mungkin menunjukkan komplikasi berbahaya.

Menyadari beberapa tanda peringatan khas dari masalah yang berhubungan dengan jantung bisa menyelamatkan nyawa Anda.

Tanda adanya masalah jantung saat berolahraga

Merangkum Health Line, meskipun Anda pernah mengalami serangan jantung, serangan jantung lainnya mungkin memiliki gejala yang sama sekali berbeda satu sama lain.

Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami salah satu dari gejala berikut ini saat olahraga:

1. Ketidaknyamanan di dada

Banyak orang mengasosiasikan nyeri dada yang tiba-tiba dan intens dengan serangan jantung.

Beberapa serangan jantung mungkin dimulai dengan cara ini.

Baca juga: 4 Penyebab Nyeri Dada Selain Penyakit Jantung

Tetapi faktanya, banyak serangan jantung yang mulai dengan perasaan tidak nyaman ringan, tekanan tidak nyaman, tindihan, atau rasa penuh sesak di bagian tengah dada.

Rasa sakitnya bisa halus dan mungkin datang dan pergi, jadi sulit untuk mengatakan apa yang salah.

Langkah terbaiknya adalah, hentikan olahraga dan cari pertolongan medis jika Anda mengalami gejala ini lebih dari beberapa menit.

2. Sesak napas

Perasaan sesak napas yang tidak biasa dengan rasa tidak nyaman di dada selama aktivitas sering kali merupakan cikal bakal serangan jantung.

Gejala ini dapat terjadi sebelum rasa tidak nyaman di dada atau bahkan mungkin terjadi tanpa rasa tidak nyaman di dada.

Baca juga: 8 Cara Mengatasi Sesak Napas Secara Alami

3. Sakit kepala atau pusing seperti akan pingsan

Meskipun aktivitas fisik dapat membuat Anda merasa lelah, terutama jika tidak terbiasa, Anda seharusnya tidak merasakan sakit kepala atau pusing saat berolahraga.

Jika mengalaminya, Anda sebaiknya menanggapi tanda peringatan ini dengan serius dan segera hentikan olahraga.

4. Kelainan irama jantung

Sensasi detak jantung Anda yang berdegub kencang atau berdebar-debar dapat mengindikasikan masalah yang berhubungan dengan jantung.
Cari pertolongan medis jika Anda mengamati ritme jantung yang tidak biasa selama olahraga.

5. Ketidaknyamanan di area lain di tubuh

Masalah jantung dapat menyebabkan sensasi di area lain di tubuh selain dada Anda.

Gejala dapat berupa ketidaknyamanan, nyeri, atau tekanan di lengan, punggung, leher, rahang, atau perut.

Anda mungkin juga mengalami ketidaknyamanan yang menyebar dari satu bagian tubuh Anda ke bagian lain, seperti dari dada, rahang, atau leher ke bahu, lengan, atau punggung Anda.

Baca juga: 9 Tanda Penyakit Jantung Selain Nyeri Dada Sebelah Kiri

6. Berkeringat tidak biasa

Meskipun berkeringat saat berolahraga adalah hal yang normal, mual dan keringat dingin adalah tanda peringatan adanya masalah.

Beberapa orang yang pernah mengalami serangan jantung telah melaporkan berkeringat tidak biasa merupakan firasat atau tanda serangan jantung akan datang.

Cari pertolongan darutat

Melansir WebMD, dalam menangani kemungkinan masalah jantung, pengaturan waktu sangat penting. Di mana, setiap detik berharga!

Jangan mengambil pendekatan menunggu dan melihat atau malah mencoba memaksakan olahraga Anda.

Cari bantuan medis jika Anda merasa mengalami salah satu dari tanda-tanda peringatan adanya masalah jantung di atas.

The American Heart Association menyarankan untuk menunggu tidak lebih dari beberapa menit (paling lama lima menit) untuk menelepon nomor darurat medis terdekat.

Baca juga: 4 Gejala Penyakit Jantung Koroner yang Perlu Diwaspadai

Jantung Anda mungkin saja berhenti berdetak selama serangan jantung.

Tenaga medis darurat pada umumnya memiliki pengetahuan dan peralatan yang dibutuhkan untuk membuatnya kembali berdetak.

Minta orang lain mengantar Anda ke rumah sakit segera jika Anda mengalami gejala serangan jantung dan tidak dapat menghubungi nomor darurat medis sendiri.

Inggatlah, hindari mengemudi kendaraan sendiri jika mengalami gejala serangan jantung kecuali tidak ada pilihan lain.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

Health
Seasonal Affective Disorder (SAD)

Seasonal Affective Disorder (SAD)

Penyakit
7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Batu Ginjal

Batu Ginjal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.