Kompas.com - 02/04/2021, 20:02 WIB

KOMPAS.com - Ketika sudah didiagnosis dokter dengan hipertensi, banyak penderita gamang, apakah darah tingginya bisa sembuh.

Kekhawatiran tersebut agaknya tidak berlebihan. tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah penyakit yang dikenal sebagai “silent killer”.

Penyakit ini bisa datang tanpa gejala, lantas diam-diam merusak pembuluh darah dan menyebabkan masalah kesehatan serius.

Kenali lebih dekat penyakit darah tinggi lewat ulasan berikut.

Baca juga: Darah Tinggi Sebabkan Sakit Kepala Hebat, Waspadai Krisis Hipertensi

Apakah darah tinggi bisa sembuh?

Hipertensi atau darah tinggi adalah kondisi saat tekanan darah berada di atas kisaran normal 130/80 mmHg.

Seseorang dikatakan memiliki penyakit darah tinggi apabila hasil cek tensinya tiga kali berturut di atas ambang batas normal dalam rentang waktu tiga bulan.

Melansir Emedicine Health, penyakit darah tinggi tidak bisa sembuh, tapi perlu dikendalikan seumur hidup.

Dengan tekanan darah yang lebih terkontrol, risiko seseorang terkena serangan jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, dan penyakit lainnya juga bisa ditekan.

Baca juga: 6 Penyebab Darah Tinggi yang Bisa Dikendalikan

Tidak seperti penyakit lain yang bisa sembuh dengan minum obat dalam waktu satu tempo, obat darah tinggi perlu diminum seumur hidup.

Selain minum obat darah tinggi, hipertensi bisa dikendalikan dengan perubahan gaya hidup sehat.

Menurut American Heart Association, mengelola tekanan darah tinggi membutuhkan komitmen seumur hidup agar hipertensi terkontrol.

Setiap penderita darah tinggi perlu menjalankan saran dokter dan mengikuti rekomendasinya.

Baca juga: 9 Makanan yang Perlu Dihindari Penderita Darah Tinggi

Modifikasi gaya hidup untuk menurunkan darah tinggi

Ilustrasi obesitas yang memengaruhi tekanan darah tinggi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi obesitas yang memengaruhi tekanan darah tinggi.
Ada beberapa modifikasi gaya hidup untuk membantu menurunkan darah tinggi, di antaranya:

  • Rutin makan makanan bergizi lengkap dan seimbang. Minimalkan asupan yang mengandung lemak trans dan lemak jahat (LDL) seperti gorengan, jerohan, daging merah, mentega, makanan olahan, dll.
  • Olahraga secara teratur dan aktif bergerak. Lakukan olahraga ringan setidaknya 30 menit setiap hari, dan upayakan beranjak dari tempat duduk atau rebahan per 30 menit sekali kecuali saat istirahat malam
  • Kurangi asupan garam, natrium, dan sodium. Selain itu, minimalkan asupan tinggi garam seperti makanan berpengawet, makanan ringan, dan makanan cepat saji
  • Jaga berat badan dan lingkar pinggang tetap ideal
  • Berhenti merokok
  • Batasi konsumsi alkohol
  • Minum obat darah tinggi sesuai petunjuk dokter
  • Kurangi stres dengan berlatih teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, tai chi, dll.

Baca juga: 7 Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Tanpa Obat

Dengan konsisten menjalankan gaya hidup untuk menurunkan darah tinggi, beragam komplikasi penyakit ini bisa dicegah.

Tak hanya itu, penderita juga bisa memetik bonus kualitas hidupnya jadi lebih meningkat dan badan jadi terasa lebih sehat.

Baca juga: 2 Posisi Tidur saat Darah Tinggi Kambuh

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.