Kompas.com - 28/04/2021, 10:02 WIB
ilustrasi nyeri otot Shutterstockilustrasi nyeri otot

Penyebab Nyeri Otot yang Bisa Terjadi

KOMPAS.com – Nyeri otot bisa terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak.

Dalam banyak kasus, nyeri otot ini mungkin tidak perlu dikhawatirkan dan akan sembuh dengan sendirinya.

Tapi tetap saja, pada sebagian kasus, nyeri otot terkadang bisa menjadi gejala penyakit yang mendasari sehingga membutuhkan perawatan medis.

Baca juga: Gejala Kelelahan Kronis yang Perlu Diwaspadai

Penyebab nyeri otot

Nyeri otot yang juga dikenal sebagai mialgia, dapat dirasakan di setiap area tubuh yang memiliki otot.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bergantung pada penyebabnya, ketidaknyamanan yang terjadi bisa jadi ringan atau sangat parah.

Berikut ini adalah beberapa penyebab nyeri otot yang umum terjadi:

1. Stres

Melansir Medical News Today, stres bisa membuat tubuh lebih sulit melawan penyakit.

Pada orang yang tidak sehat dan stres, otot bisa terasa sakit saat tubuh berjuang melawan peradangan atau infeksi.

Beberapa gejala stres yang dapat dikenali meliputi:

  • Jantung berdebar-debar atau detak jantung meningkat
  • Tekanan darah tinggi
  • Sakit kepala
  • Gemetar
  • Nyeri dada
  • Merasa sesak napas atau hiperventilasi (napas berlebihan)

Baca juga: 10 Penyebab Sakit Perut dan Nyeri Dada yang Terjadi Bersamaan

Orang dapat mencoba memerangi stres dengan mempelajari teknik relaksasi dan melepaskan diri dari situasi stres jika memungkinkan.

2. Defisit nutrisi

Seseorang bisa saja mengalami nyeri atau sakit otot karena tidak mendapatkan nutrisi yang tepat dari makanannya.

Misalnya, vitamin D. Vitamin ini diketahui memainkan peran yang sangat penting dalam memastikan bahwa otot berfungsi dengan benar.

Vitamin D membantu penyerapan kalsium, dan kekurangan vitamin D dapat menyebabkan hipokalsemia.

Baca juga: 10 Makanan yang Mengandung Vitamin D Tinggi

Hipokalsemia adalah suatu kondisi di mana kadar kalsium dalam darah rendah, yang dapat memengaruhi tulang dan organ selain otot.

3. Dehidrasi

Seseorang yang mengalami dehidrasi mungkin mengalami nyeri otot.

Dehidrasi bisa menyebabkan berkurangnya sirkulasi darah sehingga otot menjadi terasa kaku dan berpotensi menyebabkan kram otot.

Kejadian dehidrasi memang bisa menyebabkan berbagai fungsi tubuh terganggu, termasuk sistem pernapasan dan pencernaan.

Oleh sebab itu, orang-orang harus sadar mengenai berapa banyak air yang mereka minum.

Jumlah yang disarankan untuk orang dewasa adalah minum air putih 6-8 gelas setiap hari.

Jika cuaca panas atau olahraga menyebabkan seseorang berkeringat lebih dari biasanya, mereka perlu minum lebih dari ini.

Baca juga: 4 Bahaya Dehidrasi yang Baik Diantisipasi

4. Sprain dan strain

Sprain adala cedera pada ligamen di mana ligamen teregang hingga dapat menimbulkan robekan pada ligamen.

Sedangkan strain adalah regangan atau robekan dari otot atau tendon.

Baik sprain, strain, maupun cedera lainnya dapat menyebabkan nyeri otot dan ketidaknyamanan.

Orang mungkin menemukan bahwa area tubuh tertentu menjadi kaku dan sakit jika terluka.

Tarikan otot juga bisa menyebabkan nyeri otot.

Beberapa sprain dan strain tidak memerlukan pengobatan.

Seseorang mungkin hanya perlu istirahat, minum obat pereda nyeri yang dijual bebas, atau menggunakan kompres panas untuk meredakan gejalanya.

Tapi, jika cedera tersebut menyebabkan rasa sakit yang parah, membatasi gerakan normal, atau tidak membaik seiring waktu, siapa saja disarankan untuk dapat membuat janji dengan dokter.

Baca juga: Bagaimana Olahraga yang Tepat untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh?

5. Kurang tidur

Kurang tidur bisa berdampak parah pada tubuh.

Tidur memungkinkan tubuh untuk beristirahat dan memulihkan diri, dan otot-otot seseorang bisa sakit jika tidak cukup tidur.

Kurangnya kualitas tidur juga bisa membuat orang merasa lesu dan lamban. Hal itu dapat memengaruhi kemampuan orang untuk berpikir jernih dan mempersulit mereka dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

Sebagai solusi, siapa saja sangat dianjurkan untuk dapat mencukupi kebutuhan tidurnya.

6. Terlalu banyak aktivitas fisik

Olahraga berlebihan dapat menyebabkan otot kaku dan nyeri.

Faktor-faktor berikut dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap nyeri otot saat berolahraga:

  • Tidak terbiasa berolahraga
  • Mencoba olahraga baru
  • Berolahraga lebih intens atau lebih lama dari biasanya
  • Tidak melakukan pemanasan atau peregangan dengan benar

Baca juga: 4 Bahaya Olahraga Berlebihan

7. Infeks dan penyakit

Banyak masalah medis yang berbeda dapat menyebabkan nyeri otot.

Melansir Mayo Clinic, berikut ini adalah beberapa kondisi medis yang paling sering memengaruhi otot:

  • Sindrom kompartemen aktivitas kronis
  • Sindrom kelelahan kronis
  • Klaudikasio
  • Penyakit covid-19
  • Dermatomiositis
  • Dystonia
  • Fibromyalgia
  • Hipotiroidisme (tiroid kurang aktif)
  • Influenza (flu) dan penyakit virus lainnya (penyakit mirip influenza)
  • Lupus
  • Penyakit Lyme
  • Pengobatan, terutama obat kolesterol yang dikenal dengan statin
  • Kram otot
  • Sindrom nyeri myofascial
  • Polymyalgia rheumatica
  • Polymyositis (penyakit inflamasi yang menyebabkan kelemahan otot)
  • Cedera regangan berulang
  • Rheumatoid artritis (penyakit radang sendi)

Baca juga: Jangan Keliru, Ini Beda Penyakit Rematik dan Asam Urat

Sebaiknya dapatkan perawatan medis segera jika Anda mengalami nyeri otot dengan berbagai kondisi berikut:

  • Kesulitan bernapas atau pusing
  • Kelemahan otot yang ekstrim
  • Demam tinggi dan leher kaku

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X