Kompas.com - 01/05/2021, 10:01 WIB
Ilustrasi telur ceplok atau telur mata sapi di wajan teflon. SHUTTESTOCK/ANETTAIlustrasi telur ceplok atau telur mata sapi di wajan teflon.

Jadi, sangat menguntungkan bukan mengonsumsi telur?

Jenis telur yang diperkaya omega-3 dan atau digembalakan bahkan bisa lebih sehat lagi untuk dikonsumsi.

2. Tinggi kolesterol, tapi tidak memengaruhi kolesterol darah

Memang benar bahwa telur mengandung kolesterol tinggi.

Faktanya, satu telur bisa mengandung 212 mg kolesterol atau lebih dari setengah dari kebutuhan kolesterol harian yang direkomendasikan, yaitu 300 mg.

Namun, penting untuk diingat bahwa kolesterol dalam makanan tidak selalu meningkatkan kolesterol dalam darah.

Organ hati sebenarnya menghasilkan kolesterol dalam jumlah besar setiap hari. Ketika Anda meningkatkan asupan kolesterol makanan, organ hati akan menghasilkan lebih sedikit kolesterol untuk meratakannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 8 Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Tak Disadari

Dalam hal ini, respons makan telur bisa bervariasi antarindividu.

Tapi setelah diuji, konsumsi telur tidak meningkatkan kolesterol sama sekali pada 70 persen orang.

Sementara pada 30 persen orang lainnya, telur dapat sedikit meningkatkan kolesterol total dan LDL.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X