Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Gejala Disleksia berdasarkan Rentang Usia

Kompas.com - 10/06/2021, 09:00 WIB
Galih Pangestu Jati

Penulis

Tanda-tanda peringatan disleksia lain yang muncul sebelum usia 5 tahun meliputi:

  • mengalami masalah belajar dan mengingat nama-nama huruf dalam alfabet
  • mengalami kesulitan mempelajari kata-kata
  • tidak dapat mengenali huruf-huruf dari nama mereka sendiri
  • salah mengucapkan kata-kata yang familiar atau menggunakan baby talk
  • tidak dapat mengenali pola berima

2. TK dan kelas satu

Sekitar usia 5 atau 6 tahun, ketika anak mulai belajar membaca, gejala disleksia menjadi lebih jelas.

Anak yang berisiko mengalami gangguan membaca dapat diidentifikasi di taman kanak-kanak.

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Tidak ada tes standar untuk disleksia, jadi dokter anak akan mengevaluasi gejalanya.

Tanda-tanda bahwa anak TK atau siswa kelas satu adalah sebagai berikut.

  • tidak mengerti bahwa kata-kata pecah menjadi suara
  • membuat kesalahan membaca yang tidak terhubung dengan suara huruf di halaman
  • memiliki riwayat orang tua atau saudara kandung dengan masalah membaca
  • mengeluh tentang betapa sulitnya membaca
  • tidak ingin pergi ke sekolah
  • menunjukkan masalah dengan berbicara dan pengucapan
  • mengalami kesulitan mengucapkan kata-kata dasar seperti "kucing" atau "peta"
  • tidak mengasosiasikan huruf dengan suara (misalnya, "p" terdengar seperti "paa")

3. Kelas dua sampai kelas delapan

Banyak guru tidak terlatih untuk mengenali disleksia.

Anak-anak yang cerdas dan berpartisipasi penuh di kelas sering kali lolos karena mereka pandai menyembunyikan kesulitan membaca mereka.

Baca juga: Awas, Dehidrasi Bisa Sebabkan Gangguan Kecemasan

Pada saat anak mencapai sekolah menengah, mereka mungkin tertinggal dalam membaca, menulis, dan mengeja.

Tanda-tanda disleksia di sekolah dasar dan sekolah menengah meliputi:

  • menjadi sangat lambat dalam belajar membaca
  • membaca perlahan dan canggung
  • mengalami kesulitan dengan kata-kata baru dan membunyikannya
  • tidak suka atau menghindari membaca dengan keras
  • menggunakan kosakata yang tidak jelas dan tidak tepat
  • ragu-ragu saat menemukan kata-kata dan menjawab pertanyaan
  • menggunakan banyak "umm" dalam percakapan
  • salah mengucapkan kata-kata yang panjang, tidak diketahui, atau rumit
  • kata-kata membingungkan yang terdengar sama
  • mengalami kesulitan mengingat detail, seperti nama dan tanggal
  • memiliki tulisan tangan yang berantakan

4. Masa SMA dan kuliah

Sekolah menengah dan perguruan tinggi melibatkan serangkaian tantangan baru bagi siswa dengan disleksia.

Baca juga: Klasemen Grup C Piala Asia U17 2025 Usai Skor Indonesia Vs Korsel

Mereka menghadapi tantangan akademis yang jauh lebih berat ketika pemahaman membaca cepat sangat penting.

Siswa sekolah menengah dan perguruan tinggi diberi lebih banyak bahan bacaan.

Mereka juga harus belajar bekerja dengan beberapa guru yang berbeda, semua dengan harapan yang berbeda.

Baca juga: Profil Surya Sahetapy, Putra Ray Sahetapy yang Berprofesi Dosen di Amerika

Tanpa pengobatan, disleksia masa kanak-kanak beberapa orang berlanjut hingga dewasa muda.

Orang lain akan meningkat secara alami seiring berkembangnya fungsi belajar mereka yang lebih tinggi.

Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Negosiasi Tarif Trum 32 Persen, Indonesia Kirim Tim Lobi Tingkat Tinggi ke AS
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau