Kompas.com - 14/06/2021, 12:03 WIB

KOMPAS.com - Diabetes dapat berdampak negatif terhadap beberapa bagian tubuh lainnya, salah satunya adalah telinga.

Seseorang yang mengidap diabetes dapat mengalami gangguan pendengaran.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengungkapkan bahwa 90 hingga 95 persen penderita diabetes mengalami kondisi ini.

Sebuah studi berjudul “Hearing Loss Is Common in People with Diabetes” mengungkapkan bahwa kondisi ini memang umum terjadi dialami oleh para penderita diabetes.

Baca juga: Waspadai 5 Penyakit Mata yang Bisa Dialami Penderita Diabetes

Studi lain yang dipublikasikan tahun 2008 berjudul “Diabetes and Hearing Impairment in the United States: Audiometric Evidence from the National Health and Nutrition Examination Survey, 1999 to 2004” mengungkapkan bahwa diabetes dapat menyebabkan gangguan pendengaran dengan merusak saraf dan pembuluh darah.

Studi yang lebih baru berjudul “Diabetes and risk of hearing impairment in adults: a meta-analysis” pun mengungkapkan hal yang sama.

Studi yang dilakukan dari tahun 1974 hingga 2011 tersebut menyimpulkan bahwa orang dengan diabetes dua kali lebih mungkin mengalami gangguan pendengaran dibandingkan orang tanpa diabetes.

Penyebab gangguan

Penyebab gangguan pendengaran pada penderita diabetes masih belum jelas.

Meski demikian, diketahui bahwa gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk telinga.

Jika seseorang sudah menderita diabetes untuk waktu yang lama dan tidak terkontrol dengan baik, mungkin ada kerusakan pada jaringan besar pembuluh darah kecil di telinga.

Menurut penelitian American Diabetes Association, wanita dengan diabetes mungkin memiliki risiko gangguan pendengaran yang lebih besar daripada mereka yang tidak menderita diabetes.

Baca juga: Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Batu Ginjal?

Kondisi ini juga berlaku untuk wanita dengan diabetes yang terkontrol dengan baik.

Komplikasi lain dari diabetes adalah kerusakan saraf.

Ada kemungkinan bahwa kerusakan pada saraf pendengaran dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

Namun, penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk memahami sepenuhnya hubungan antara diabetes dan gangguan pendengaran.

Penanganan dan pencegahan

Alat bantu dengar adalah pilihan pengobatan yang paling umum untuk gangguan pendengaran.

Dalam memilih alat bantu dengar, biasanya dokter akan memberikan beberapa rekomendasi yang cocok.

Selain itu, ada beberapa penanganan lain untuk kondisi ini, yakni sebagai berikut.
obat-obatan, seperti antibiotik untuk infeksi akut

Baca juga: 10 Masalah Kulit yang Sering Dialami Penderita Diabetes

Membersihkan kotoran di telinga
implan koklea, tergantung pada status saraf di telinga

Di samping itu, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan.

Berikut ini beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan, seperti dilansir dari Healthline.

  • Periksakan kesehatan telinga secara berkala, setidaknya setahun sekali
  • Patuhi pengobatan diabetes yang dianjurkan dokter
  • Pantau selalu gula darah
  • Jaga tekanan darah tetap normal
  • Lakukan olahraga
  • Jaga berat badan ideal
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.