Kompas.com - 15/07/2021, 12:13 WIB

KOMPAS.com – Penyebab nyeri payudara kiri penting dicari tahu secara pasti karena bisa mejadi tanda adanya kondisi medis yang sedang dialami wanita.

Sama seperti kebanyakan keluhan lainnya, payudara kiri sakit memiliki banyak kemungkinan penyebab.

Penyebab nyeri payudara sebelah kiri bisa berasal dari adanya masalah pada payudara itu sendiri atau dari bagian atau organ tubuh lainnya.

Baca juga: Tumor Payudara Jinak: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Seperti diketahui, bagian kiri tubuh di dekat payudara menjadi “rumah” dari banyaknya organ vital, termasuk jantung, paru-paru, ginjal, usus besar, dan pankreas.

Berikut ini adalah berbagai kemungkinan penyebab nyeri padayudara kiri yang bisa terjadi:

1. Serangan jantung

Dilansir dari Very Well Health, meski kemungkinan besar nyeri payudara kiri tidak disebabkan oleh serangan jantung, para wanita tetap harus mengutamakan pemeriksaan pada kondisi jantung.

Tanyakan pada diri Anda sendiri apakah Anda mungkin mengalami gejala serangan jantung atau tidak.

Perlu diingat bahwa gejala penyakit jantung pada wanita sering kali sangat berbeda dengan pada pria. Nyeri mungkin ringan, terasa seperti nyeri terbakar, atau mungkin hanya terasa seperti nyeri payudara.

Karena gejala yang sering samar dan tidak kentara, wanita lebih cenderung mengabaikan tanda-tandanya, dan akibatnya meninggal karena serangan jantung.

Baca juga: 7 Gejala Serangan Jantung pada Wanita yang Perlu Diwaspadai

Setiap orang harus akrab dengan gejala serangan jantung, yang mungkin termasuk:

  • Nyeri atau rasa tertekan di dada (namun, seperempat hingga sepertiga orang yang mengalami serangan jantung tidak mengalami nyeri atau tekanan dada apa pun)
  • Nyeri di leher, rahang, atau lengan kiri
  • Sesak napas (terutama umum pada wanita yang mengalami serangan jantung)
  • Berkeringat
  • Mual
  • Pusing atau pingsan
  • Perasaan bahwa ada sesuatu yang tidak benar atau perasaan malapetaka yang akan datang

Jika Anda tidak yakin tentang asal mula rasa sakit Anda dan memiliki faktor risiko penyakit jantung, lebih baik berhati-hati dan cari bantuan medis segera.

2. Cedera pada payudara

Payudara Anda ditutupi dengan kulit sensitif dan elastis yang melindungi saraf, pembuluh darah, dan jaringan ikat serta saluran dan lobus untuk memproduksi ASI.

Baca juga: 8 Jenis Tanaman untuk Pelancar ASI yang Mudah Ditemui

Jika Anda pernah mengalami cedera payudara, Anda mungkin akan mengalami memar dan nyeri yang akan menetap sampai kulit dan jaringan di bawahnya sembuh

Terkadang luka pada payudara sembuh dengan jaringan parut, dan jaringan parut ini dapat menyebabkan rasa sakit (nekrosis lemak).

Nekrosis lemak juga dapat muncul sebagai benjolan yang keras, sehingga sulit dibedakan dengan kanker payudara, bahkan pada tes pencitraan seperti sebuah mammogram.

3. Operasi payudara

Setelah semua jenis operasi payudara, apakah itu pembesaran, pengurangan, atau rekonstruksi, payudara Anda mungkin akan terasa sakit saat luka sayatan mulai sembuh dan jaringan parut berkembang.

Seperti halnya jaringan parut yang terkait dengan cedera, rasa sakit pascaoperasi payudara bisa datang dan pergi bahkan lama setelah tindakan.

Tergantung pada jenis operasi, Anda mungkin mengalami:

  • Rasa sakit terbakar di puting
  • Rasa sakit yang tajam dan menusuk di payudara
  • Sensasi sesak atau kram di payudara, bahu, leher, dan punggung
  • Nyeri saraf (rasa terbakar, tertusuk, atau seperti tersengat) di payudara, dada, lengan, atau ketiak

Baca juga: Jangan Keliru, Ini Beda Tumor Payudara Jinak dan Kanker Payudara

4. Kondisi tertentu dan infeksi pada saluran ASI

Beberapa kondisi jinak tapi menyakitkan dapat berkembang di dalam saluran ASI Anda.

  • Abses dapat terjadi di bawah puting atau areola Anda, menyebabkan rasa sakit, kemerahan, dan rasa panas
  • Saluran ASI bisa tersumbat, menyebabkan benjolan keras dan lunak
  • Jika saluran tersumbat menjadi terinfeksi, dapat menyebabkan mastitis (radang payudara) yang membuat payudara bengkak, lembut, hangat, dan merah, atau ektasia duktus yang dapat menyebabkan nyeri tekan, iritasi, kemerahan, dan mungkin cairan kental dan lengket dari putingnya.
  • Kista payudara dan fibroadenoma dapat tumbuh dan memadati sistem ASI atau jaringan ikat Anda, menyebabkan rasa sakit dan nyeri

Jika Anda mencurigai adanya infeksi atau peradangan payudara, penting untuk mengunjungi dokter. Anda mungkin perlu minum antibiotik atau obat resep lain untuk mengatasi masalah tersebut.

Baca juga: 10 Cara Mencegah Kanker Payudara yang Baik Dilakukan

5. Perubahan hormonal

Merangkum Medical News Today, perubahan hormon juga dapat menyebabkan nyeri payudara baik sisi kanan maupun sisi kiri, terutama ketika kadarnya berubah secara signifikan selama siklus menstruasi.

Kondisi ini juga bisa terjadi saat Anda mengonsumsi pil kontrasepsi oral, menjalani perawatan infertilitas, atau terapi penggantian hormon.

Rasa sakit akibat perubahan hormon ini bisa menyebar ke ketiak.

Hipotiroidisme (kadar hormon tiroid dalam tubuh rendah) mungkin juga terkait dengan fluktuasi hormon dan kelainan payudara jinak yang menyebabkan nyeri payudara.

Penyakit Graves yang merupakan gangguan autoimun yang melibatkan kelebihan hormon tiroid juga telah dikaitkan dengan perubahan kondisi payudara yang dapat menyebabkan nyeri.

Sifat nyeri akibat perubahan hormon akan tergantung pada perubahan spesifik pada payudara yang terjadi.

6. Benjolan

Ketika Anda menemukan benjolan di payudara baik itu terkait dengan siklus menstruasi atau tidak, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sesegera mungkin untuk mendapatkan diagnosis yang jelas dan perawatan yang tepat.

Baca juga: Cara Mendeteksi Kanker Payudara dengan SADARI

Dokter terkadang dapat menentukan benjolan tersebut jinak atau ganas hanya dengan melakukan konsultasi dan pemeriksaan fisik pada pasien.

Tapi, tes pencitraan biasanya diperlukan untuk memastikan penyebab dan kondisi benjolan.

7. Kanker payudara sisi kiri

Kanker payudara tahap awal dilaporkan sering kali tidak menimbulkan rasa sakit pada panderitanya.

Tapi ada pengecualian untuk jenis kanker payudara tertentu, seperti kanker payudara inflamasi.

Dilansir dari WebMD, kanker payudara inflamasi adalah bentuk agresif dari kanker payudara yang biasanya dimulai dengan rasa sakit, kemerahan, dan pembengkakan pada payudara.

Kebanyakan orang tidak dapat merasakan benjolan yang tersembunyi, dan kanker sering kali menyerupai infeksi.

Baca juga: 10 Faktor Risiko Kanker Payudara pada Pria

Awalnya, satu-satunya gejala mungkin adalah rasa sakit di satu payudara atau yang lain.

Untuk diketahui, kanker payudara pada wanita dilaporkan terjadi sedikit lebih sering di sisi kiri daripada sisi kanan. Pada pria, peluangnya cenderung sama.

Sementara nyeri payudara lebih mungkin disebabkan oleh sesuatu selain kanker payudara, kira-kira satu dari enam wanita dengan kanker payudara mengalami nyeri payudara selama periode 90 hari sebelum diagnosis.

8. Nyeri dinding dada

Terkadang ketika rasa sakit di area payudara terjadi, sulit untuk mengatakan dengan tepat apa yang sakit dan di mana rasa sakit itu berpusat.

Ketika rasa sakit menyerang Anda di sisi kiri dada Anda, Anda mungkin mengira itu adalah nyeri payudara kiri. Tetapi rasa sakit itu bisa saja sebenarnya berada di bawah payudara kiri Anda.

Salah satu penyebab nyeri non-payudara yang terasa seperti di payudara Anda adalah nyeri dinding dada. 

Di bawah payudara Anda terdapat otot-otot dinding dada yang mungkin kejang selama masa kecemasan dan stres, kemudian menyebabkan rasa sakit yang mungkin berlangsung hanya beberapa detik atau beberapa hari.

Baca juga: 4 Penyebab Nyeri Dada Selain Penyakit Jantung

Nyeri dinding dada juga bisa terjadi akibat peradangan tulang rawan antara tulang dada dan tulang rusuk yang disebut costochondritis.

Nyeri dinding dada dapat menyebabkan nyeri yang tajam dan menusuk. Nyeri ini lebih umum terjadi di sisi kiri tetapi bisa di kedua sisi atau lebih jarang hanya di kanan.

Nyeri yang terjadi berkisar dari ringan hingga parah dan biasanya menyakitkan saat disentuh.

Rasa sakit bisa menjalar ke punggung atau perut dan bertambah parah saat Anda menarik napas dalam-dalam. Rasa sakit juga bisa menjalar ke lengan.

Jika Anda menarik otot dada atau mengalami cedera di sisi kiri dada, rasa sakit dan nyeri dapat terjadi.

9. Refluks asam lambung atau GERD

Karena kerongkongan Anda membujur di bawah payudara kiri Anda, gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung kronis ini kadang-kadang dapat terasa seperti nyeri payudara kiri.

Baca juga: Beda Refluks Asam Lambung, Heartburn, dan GERD

Kondisi lain seperti hernia hiatus juga dapat menyebabkan gejala serupa.

Nyeri yang berhubungan dengan kerongkongan mungkin terasa lebih seperti nyeri terbakar. Gejala tersebut biasanya dibarengi dengan gejala khas lainnya seperti rasa asam di mulut Anda.

Kondisi sistem pencernaan lainnya seperti penyakit hati juga terkadang dapat menyebabkan rasa sakit yang terasa seperti berasal dari payudara Anda.

10. Fibromyalgia

Fibromyalgia dapat menyebabkan nyeri di mana saja di tubuh Anda, termasuk area dada.

Nyeri fibromyalgia berasal dari sistem saraf yang tidak teratur dan dapat memengaruhi tidak hanya saraf, tetapi juga otot, sendi, dan jaringan ikat.

Sifat nyerinya bisa tumpul, tajam, menusuk, membakar, atau kesemutan.

Nyeri fibromyalgia terutama tidak terkait dengan peradangan, kemerahan, atau kehangatan.

Sangat sering nyeri fibromyalgia dapat diperburuk dengan memberi tekanan pada area tersebut, gejala yang disebut alodinia taktil.

Baca juga: 21 Penyebab Dada Sesak, Bukan Hanya Gejala Covid-19

10. Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi yang menyebabkan peradangan pada kantung udara di paru-paru Anda.

Karena paru-paru Anda berada di dada dan di belakang payudara Anda, pneumonia dapat menyebabkan nyeri sisi kiri yang mungkin disalahartikan sebagai nyeri payudara.

11. Emboli paru

Emboli paru adalah penyumbatan pada pembuluh darah di paru-paru.

Penyumbatan biasanya disebabkan oleh gumpalan darah yang awalnya terbentuk di bagian tubuh lain, terutama lengan dan kaki.

Emboli paru juga dapat menyebabkan rasa sakit yang terasa seperti berasal dari payudara Anda.

Baca juga: 11 Gejala Emboli Paru yang Perlu Diwaspadai

Gejala emboli paru lainnya termasuk sesak napas tiba-tiba dan batuk.

Emboli paru adalah keadaan darurat medis yang memerlukan perawatan segera.

12. Penyebab terkait kulit

Terkadang wanita mengalami rasa sakit yang terasa seperti di kulit atau di permukaan luar payudara. Ini bisa jadi herpes zoster, suatu kondisi yang disebabkan oleh reaktivasi virus yang menyebabkan cacar air (virus varicella-zoster).

Herpes zoster sering kali mudah dikenali yakni ditandai dengan timbulnya bintil kulit berisi air pada tubuh yang terkena.

Meski tidak berbahaya, herpes zoster dapat menimbulkan keluhan nyeri.

Obat antivirus bisa digunakan untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi risiko terjadinya komplikasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.