Kompas.com - Diperbarui 04/04/2022, 13:29 WIB

KOMPAS.com - Kolesterol tinggi merupakan kondisi ketika kadar kolesterol dalam darah melebihi batas normal. Kabar buruknya, kondisi ini dapat menyebabkan akumulasi kolesterol yang bisa menyumpat pembuluh darah.

Tentunya kondisi ini tidak dapat dibiarkan begitu saja.

Penderita kolesterol tinggi disarankan untuk dapat memilah makanan dengan tepat demi kesehatan.

Seperti diketahui, kolesterol tinggi adalah kondisi yang bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan lanjutan jika tidak dikendalikan.

Zat kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk beragam keperluan, seperti membangun sel dan memproduksi hormon.

Baca juga: Berapa Kadar Kolesterol Normal dalam Darah?

Tapi memang, memiliki kadar kolesterol yang terlalu tinggi tetap saja tidak baik untuk kesehatan.

Merangkum Medical News Today, jika dibiarkan begitu saja, kadar kolesterol tinggi dalam darah bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami sejumlah masalah kesehatan, seperti:

  • Serangan jantung
  • Stroke
  • Penyakit arteri perifer
  • Batu empedu

Jadi sangat penting bagi penderita kolesterol tinggi untuk dapat menekan atau menurunan kadar kolesterol hingga mecapai ambang normal.

Salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan untuk mengontrol kadar kolesterol dalam darah adalah dengan memperbaiki pola makan.

Makanan yang perlu dihindari penderita kolesterol tinggi

Ingatlah bahwa tidak ada kata terlambat bagi penderita kolesterol tinggi untuk menerapkan kebiasaan makan yang lebih sehat.

Baca juga: 6 Penyebab Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai

Jika Anda telah diagnosis dengan kolesterol tinggi dan ingin melakukan pengaturan pola makan, langkah terbaiknya adalah selalu berkonsultasi dulu dengan dokter atau ahli gizi.

Namun, secara umum penderita kolesterol tinggi perlu membatasi atau menghindari asupan makanan sumber lemak jenuh dan koleserol.

Berikut ini adalah beragam makanan yang perlu dibatasi atau dihindari penderita kolesterol tinggi:

1. Telur

Merangkum Very Well Health, telur memang termasuk makanan yang mengandung kolesterol.

Tapi, penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang dapat makan satu atau dua telur per hari tanpa meningkatkan kadar kolesterol atau risiko kardiovaskular mereka.

Pengecualian untuk itu adalah jika Anda menderita diabetes, penyakit jantung, atau jika Anda berisiko tinggi terkena penyakit jantung.

Baca juga: 11 Kandungan Gizi dalam Telur Ayam dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Pada kondisi ini Anda harus membatasi telur dalam makanan tidak lebih dari dua hingga empat kuning telur per minggu.

Sebagai gambaran, dalam satu butir telur berukuran besar, dapat terkandung 187 mg kolesterol atau 62 persen dari jumlah kebutuhan kolesterol harian.

2. Daging berlemak

Bagian daging yang berlemak, baik itu daging sapi atau daging ayam dapat menyediakan kandungan kolesterol yang cukup tinggi.

Misalnya, dalam 100 gram paha ayam, bisa terkandung 127 mg kolesterol atau 42 persen dari jumlah kebutuhan kolesterol harian.

Oleh sebab itu, konsumsi daging berlemak perlu dibatasi meski itu adalah sumber protein terbaik.

3. Jeroan

Para penderita kolesterol tinggi sebaiknya dapat membatasi atau menghindari konsumsi daging jeroan. Ini karena daging jeroan cenderung mengandung kolesterol tinggi.

Sebagai contoh, dalam 100 gram hati sapi, bisa terkandung 494 mg kolesterol yang merupakan 164 persen dari jumlah kebutuhan kolesterol harian.

Baca juga: 5 Bahaya Makan Jeroan bagi Kesehatan

4. Daging olahan

Melansir Health Line, daging olahan, seperti sosis, dan bacon adalah makanan kolesterol tinggi yang harus dibatasi.

Konsumsi daging olahan yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan angka penyakit jantung dan kanker tertentu seperti kanker usus besar.

Sebuah tinjauan besar yang melibatkan lebih dari 614.000 partisipan menemukan bahwa setiap tambahan 50 gram daging olahan per hari dikaitkan dengan risiko 42 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung.

Dalam 100 gram bacon sendiri, dapat terkandung 99 mg kolesterol yang merupakan 33 persen dari jumlah kebutuhan kolesterol harian.

5. Udang

Seperti semua makanan laut lainnya, udang memang mengandung lemak omega 3 dan omega 6 yang tinggi, sehingga menjadikannya sehat.

Baca juga: 12 Makanan yang Mengandung Omega 3 Tinggi

Namun perlu diketahui, bahwa udang memiliki kolesterol paling banyak dibanding ikan atau makanan laut apa pun.

Dalam 100 gram udang, terkandung 252 kolesterol yang merupakan 84 persen dari jumlah kebutuhan kolesterol harian.

Dengan begitu, kiranya penting bagi penderita kolesterol tinggi untuk dapat membatasi konsumsi udang.

6. Ragam hidangan penutup

Ragam hidangan penutup, seperti chocolate mousse hingga es krim tercatat menjadi makanan yang mengandung kolesterol tinggi.

Dalam 1/2 cup (200 gram) chocolate mousse, terkandung 283 mg kolesterol yang merupakan 94 persen dari jumlah kebutuhan kolesterol harian.

Sementara itu, dalam 1/2 cup es krim manis, dapat menawarkan 33 persen kebutuhan kolesterol harian.

Selain mengandung kolesterol tinggi, makanan penutup ini kerap ditambah gula, lemak, dan kalori tidak sehat. 

Baca juga: 3 Cara Mengatasi Konsumsi Gula Berlebihan

Sering-sering menikmati makanan ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan secara keseluruhan dan menyebabkan penambahan berat badan dari waktu ke waktu.

Penelitian telah mengaitkan tambahan asupan gula dengan obesitas, diabetes, penyakit jantung, penurunan kognitif dan kanker tertentu.

Selain itu, makanan ini sering kali tanpa disertai nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk berkembang.

7. Krim kocok

Krim kocok atau whipped cream adalah bahan makanan yang sering digunakan untuk mempercantik kue.

Krim kocok ini biasanya dibuat dari 30 persen lemak susu dan termasuk makanan tinggi kolesterol.

Dalam 100 gram krim kocok, bisa terkandung 111 mg kolesterol yang merpakan 37 persen dari jumlah kebutuhan kolesterol harian.

Baca juga: 11 Makanan yang Mengandung Lemak Tinggi tapi Justru Menyehatkan

8. Mentega

Penggunaan atau konsumsi mentega perlu dibatasi oleh para penderita kolesterol tinggi karena bisa memperburuk keadaan.

Pasalnya, mentega termasuk makanan yang mengandung kolesterol tinggi.

Dalam 100 gram mentega, terkandung 215 mg kolesterol yang merupkan 72 persen dari jumlah kebutuhan kolesterol harian.

9. Makanan yang digoreng

Makanan yang digoreng atau gorengan rata-rata sarat dengan kalori dan dapat mengandung lemak trans. 

Kebiasaan mengonsumsi makanan ini dalam jumlah besar diyakini bisa menyebabkan peningkatan kadar kolesterol yang berujung pada pembentukan plak pada pembuluh darah.

Plak tersebut bisa menghambat aliran pembuluh darah dan berpotensi memicu penyakit stroke, aterosklerosis, hingga serangan jantung mendadak.

Baca juga: Bagaimana Gorengan dan Mi Instan Bisa Memicu Kanker?

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.