Kompas.com - 10/09/2021, 12:00 WIB

KOMPAS.com Diabetes adalah kondisi seumur hidup yang menyebabkan tubuh tidak memproduksi atau menyerap insulin dengan benar.

Sementara siapa pun dapat mengembangkan kondisi ini, ada beberapa gejala unik yang dialami oleh pria.

Biasanya, gejala ini berhubungan dengan masalah disfungsi ereksi, kandiadis kelamin, dan kurangnya masa otot.

Baca juga: 10 Gejala Diabetes Tipe 1 pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai gejala-gejala tersebut.

Gejala diabetes pada pria

Melansir dari Medical News Today, banyak efek diabetes yang serupa pada semua jenis kelamin.

Kondisi tersebut menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan saraf.

Namun, perbedaan utama saat diabetes terjadi pada pria adalah sebagai berikut:

  • Disfungsi ereksi: Hingga 75 persen pria yang menderita diabetes mengalami kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi. Saraf dan pembuluh darah sangat penting untuk proses ereksi dan kerusakan pada sistem ini dapat memengaruhi cara kerja penis.
  • Kandiadis kelamin: Pria dapat mengalami kasus kandiasis berulang kali dan infeksi jamur. Kelebihan gula dalam darah akan dilewatkan dalam urine. Namun, ragi tumbuh subur pada gula dan lebih mungkin tumbuh pada penis pria dengan diabetes. Gejala kandidiasis kelamin antara lain:
    • kemerahan, bengkak, dan gatal di sekitar kepala penis
    • bau yang tidak menyenangkan
    • penampilan putih, kental pada kulit penis
    • rasa sakit dan ketidaknyamanan saat berhubungan seks
  • Mengurangi massa otot: Kadar gula darah yang meningkat secara konsisten dapat menyebabkan tubuh memecah otot dan lemak untuk energi. Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria dengan diabetes tipe 1 dan mengakibatkan berkurangnya kekuatan dan kelemahan otot.

Baca juga: Selain Diabetes, Ini 4 Penyakit Akibat Kadar Gula Darah Tinggi

Tanda-tanda umum diabetes

Di samping gejala diabetes khusus pria, gejala umum diabetes dapat terjadi pada pria dan wanita dari segala usia.

Beberapa gejala tersebut termasuk:

  • meningkatnya rasa haus dan lapar
  • buang air kecil lebih banyak dan lebih sering
  • peningkatan buang air kecil di malam hari
  • peningkatan rasa lapar
  • kelelahan
  • pandangan yang kabur
  • pada diabetes tipe 2, luka  yang tidak kunjung sembuh
  • pada diabetes tipe 1, penurunan berat badan yang berlebihan sebelum diagnosis

Apabila tidak segera ditangani, seiring waktu, komplikasi dapat berkembang sebagai akibat dari kadar gula darah tinggi jangka panjang.
Baca juga: Apakah Brown Sugar Lebih Aman untuk Penderita Diabetes?

Ini dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai sistem, termasuk:

  • masalah mata, seperti retinopati diabetik
  • masalah kaki
  • stroke dan serangan jantung
  • nefropati, atau masalah ginjal
  • neuropati , atau kerusakan saraf
  • kanker tertentu
  • ketoasidosis diabetikum, penumpukan senyawa yang disebut keton yang bisa berakibat fatal kecuali seseorang menerima perawatan yang cepat
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.