Kompas.com - 05/11/2021, 13:31 WIB

KOMPAS.com - Stroke terjadi ketika aliran darah terputus ke otak.

Sebagian besar disebabkan oleh gumpalan atau hal lain yang menghalangi aliran.

Melansir dari WebMD, kondisi ini disebut stroke iskemik.

Selain itu, ada pula stroke yang disebabkan oleh pendarahan di otak.

Stroke tersebut disebut sebagai stroke hemoragik.

 

Usia dan riwayat stroke dalam keluarga adalah beberapa hal yang membuat Anda lebih mungkin terkena stroke.

Baca juga: Serangan Iskemik Transien (Stroke Ringan)

 

Anda tidak dapat memutar kembali waktu atau mengubah kerabat Anda.

Meski demikian, para ahli mengatakan 80 persen stroke dapat dicegah.

Berikut ini beberapa cara mencegah stroke yang dapat dilakukan.

1. Turunkan Tekanan Darah Anda

Tekanan darah tinggi adalah penyebab nomor satu stroke.

Tekanan darah dianggap normal apabila lebih rendah dari 120/80 mm/Hg.

Jika tekanan darah Anda secara teratur di atas 130/80 mm/Hg, Anda mungkin memiliki tekanan darah tinggi, atau hipertensi.

Jika tidak dikelola dengan baik, tekanan darah tinggi dapat membuat Anda 4-6 kali lebih mungkin terkena stroke.

Hal ini karena dapat menebalkan dinding arteri dan membuat kolesterol atau lemak lainnya menumpuk dan membentuk plak.

Plak tersebut dapat memblokir suplai darah ke otak Anda .

Tekanan darah tinggi juga dapat melemahkan arteri dan membuatnya lebih mungkin pecah yang akan menyebabkan stroke hemoragik.

2. Jauhi Merokok

Anda melipatgandakan risiko stroke jika Anda madalah seorang perokok.

Nikotin dalam rokok meningkatkan tekanan darah dan karbon monoksida dalam asap menurunkan jumlah oksigen yang dapat dibawa oleh darah.

Bahkan menghirup asap rokok dapat meningkatkan peluang Anda terkena stroke.

Tembakau juga dapat:

  • Meningkatkan kadar lemak darah yang disebut trigliserida
  • Menurunkan kadar kolesterol HDL "baik" Anda
  • Membuat darah Anda lengket dan lebih cenderung menggumpal
  • Membuat penumpukan plak lebih mungkin terjadi
  • Menebal dan mempersempit pembuluh darah dan merusak lapisannya

Baca juga: Bagaimana Darah Tinggi Bisa Menyebabkan Stroke?

3. Merawat jantung

Denyut jantung tidak teratur, yang disebut atrial fibrillation (AFib), membuat genangan darah di jantung Anda.

Kondisi ini bisa menyebabkan darah membeku.

Jika gumpalan itu berjalan ke otak Anda, kondisi ini bisa menyebabkan stroke.

Anda dapat memiliki AFib karena tekanan darah tinggi, plak di arteri Anda, gagal jantung, dan beberapa alasan lainnya.

Obat-obatan, prosedur medis, dan operasi dapat membuat jantung Anda kembali ke ritme normal.

4. Hindari minum alkohol

Terlalu banyak alkohol dapat meningkatkan tekanan darah dan trigliserida Anda.

Batasi diri dalam minum alkohol, setidaknya dua sloki sehari jika Anda seorang pria dan satu minuman jika Anda seorang wanita.

Minum terlalu banyak juga dapat menyebabkan AFib yang dapat memicu detak jantung tidak teratur.

5. Kendalikan gula darah

Gula darah yang tinggi bisa membuat Anda 2-4 kali lebih mungkin untuk mengalami stroke.

Jika tidak dikelola dengan baik, gula darah dapat menyebabkan timbunan lemak atau gumpalan di dalam pembuluh darah.

Kondisi ini dapat mempersempit yang ada di otak dan leher Anda dan mungkin memotong suplai darah ke otak.

Jika Anda menderita diabetes, periksa gula darah Anda secara teratur, minum obat sesuai resep, dan temui dokter Anda setiap beberapa bulan sehingga mereka dapat mengawasi kadar Anda.

Baca juga: Ini Pentingnya Segera Pergi ke Rumah Sakit Saat Curiga Mengalami Gejala Stroke

6. Olahraga

Kurang olahraga dapat menyebabkan obesitas, kolesterol tinggi, diabetes, dan tekanan darah tinggi. 

Beberapa kondisi tersebut merupakan penyebab stroke.

Jadi bergeraklah. Anda tidak harus lari maraton.

Cukup berolahraga 30 menit, 5 hari seminggu. 

7. Mengonsumsi makanan sehat

Makan sehat dapat menurunkan risiko stroke dan membantu Anda menurunkan berat badan jika perlu.

Makan buah dan sayuran segar (brokoli, kubis Brussel, dan sayuran hijau seperti bayam adalah yang terbaik) setiap hari.

Pilih protein tanpa lemak dan makanan berserat tinggi.

Jauhi lemak trans dan lemak jenuh yang dapat menyumbat arteri.

Kurangi garam dan hindari makanan olahan. 

Baca juga: 9 Gejala Stroke pada Wanita yang Pantang Disepelekan

8. Pantau kadar kolesterol

Kolesterol tinggi dapat menyumbat arteri Anda dan menyebabkan serangan jantung dan stroke. 

Berikut ini kadar kolesterol yang baik dalam darah:

  • Kolesterol total: di bawah 200 mg/dL darah
  • Kolesterol LDL (jahat): di bawah 100 mg/dL
  • Kolesterol HDL (baik): di atas 60 mg/dL

Jika diet dan olahraga tidak cukup untuk mengendalikan kolesterol Anda, dokter Anda mungkin merekomendasikan obat-obatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.