Kompas.com - 11/01/2022, 18:00 WIB
Ilustrasi skleroderma jenis morphea. [Via Wikipedia.org] Via Wikipedia.orgIlustrasi skleroderma jenis morphea. [Via Wikipedia.org]

KOMPAS.com - Skleroderma adalah gangguan autoimun, yang disebabkan oleh produksi protein kolagen terlalu banyak dalam tubuh.

Skleroderma digambarkan sebagai kondisi di mana sistem kekebalan menyerang tubuh, karena secara keliru mengira jaringan sehat adalah zat asing atau infeksi. Sehingga, membuat jaringan sehat hancur.

Kondisi gangguan autoimun ini bisa terjadi dalam jangka panjang yang mempengaruhi kulit, jaringan ikat, dan organ dalam.

Scleroderma ini tidak menular.

Baca juga: 10 Makanan Sumber Kolagen Alami untuk Tubuh

Gejala skleroderma

Mengutip WebMD, skleroderma dapat mempengaruhi banyak bagian tubuh, seperti:

  • Kulit mengeras atau menebal yang terlihat mengkilap dan halus. Ini paling umum di tangan dan wajah.
  • Fenomena Raynaud.
  • Bisul atau luka di ujung jari.
  • Bintik merah kecil di wajah dan dada.
  • Bercak berbentuk oval pada kulit.
  • Kesulitan menelan.
  • Sendi yang sakit atau bengkak.
  • Kelemahan otot.
  • Mata atau mulut kering (sindrom Sjogren)
  • Pembengkakan, sebagian besar pada tangan dan jari (edema).
  • Sesak napas.
  • Kram perut dan kembung.
  • Maag.
  • Diare.
  • Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas.

Selain itu, bisa juga muncul bercak seperti bekas luka di paru-paru dan ginjal.

Pembuluh darah mungkin juga bisa menebal dan berhenti bekerja sebagaimana mestinya.

Kondisi itu kemudian dapat menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan dan tekanan darah tinggi.

Baca juga: 6 Manfaat Suplemen Kolagen untuk Tubuh

Jenis skleroderma dan gejala khasnya

Mengutip NHS, ada beberapa jenis skleroderma yang berbeda tingkat keparahannya.

Beberapa jenis relatif ringan dan pada akhirnya dapat membaik dengan sendirinya, sementara yang lain dapat menyebabkan masalah yang parah dan mengancam jiwa.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber WebMD,NHS
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penebalan Dinding Rahim

Penebalan Dinding Rahim

Penyakit
6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

Health
Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.